Sabtu01122013

Last update12:00:00 AM

Back Anambas Nelayan Dilarang Melaut

Nelayan Dilarang Melaut

Share

Gelombang Capai 6 Meter

ANAMBAS (HK) – Tinggi gelombang di perairan Laut Cina Selatan, Kepulauan Natuna dan perairan Anambas diperkirakan mencapai 6 meter. Untuk itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kabupaten Kepulauan Anambas mengimbau masyarakat khususnya nelayan untuk mewaspadai buruknya cuaca yang diperkirakan terjadi dalam 7 hari kedepan.

"Kita menghimbau kepada masyarakat dan jasa pelayaran untuk mewaspadai adanya gelombang tinggi. Untuk seluruh nelayan yang berada di Kepulauan Anambas diharapkan untuk sementara waktu ini jangan melaut dulu, karena ketinggian gelombang di perairan Anambas sudah di atas normal," pinta Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Anambas, W Anggriono di ruang kerjanya, Selasa (8/12).

Anggriono menjelaskan, kondisi cuaca saat ini, berawan hingga hujan sedang, dengan ketinggian gelombang berkisar 1-6 meter di utara timur laut. Untuk wilayah perairan Kepulauan Natuna dengan arah angin timur laut dengan kecepatan angin berkisar 22-26 knot yang berpeluan cuaca hujan, dengan tinggi gelombang signifikan berkisar 3,5-4,5 meter dan tinggi gelombang maksimum 4-5 meter. Sedangkan di perairan Kepulauan Anambas, arah angin dari barat laut utara dengan kecepatan angin berkisar 22-27 knot tinggi dengan gelombang 3,5-4,5 meter.

Dari satelit BMKG pusat, lanjut Anggriono, terlihat adanya badai tropis sonamu 994 HPA di laut cina selatan dan tekanan rendah tropis 1002 HPA di Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara.

"Tinggi gelombang mencapai 4-6 meter berpeluang terjadi di perairan Laut Cina Selatan (Utara Natuna), di Perairan Kepulauan Natuna dan perairan Anambas. Sedangkan tinggi gelombang 3-4 meter berpeluang terjadi di Perairan Singkawang sambas dan tinggi gelombang 2-3 meter berpeluang terjadi diperairan Kepulauan Karimata." papar Anggriono.

Menurutnya, angin di atas perairan Indonesia, di utara khatulistiwa umumnya bertiup dari timur laut sampai barat daya dan di selatan khatulistiwa umumnya bertiup dari arah barat laut sampau barat, dengan kecepatan angin berkisar antara 3-25 knot.

"Kondisi ini memberi peluang pertumbuhan awan dan hujan yang disertai badai guntur dapat terjadi di laut cina selatan, laut natuna, perairan bengkulu dan pulau enggano, perairan lampung, selat sunda, laut jawa, perairan pulau jawa, laut bali dan selat makassar bagian selatan," paparnya.

Arah angin masih berubah-ubah, dari utara dan timur laut. Kalau sudah musim utara seperti ini, arah angin sepenuhnya dari arah utara dengan kecepatan lebih dari 10 knot bahkan hingga sampai 25 knot.

"Untuk beberapa hari ini, cuaca buruk ketinggian gelombang maksimum hingga 6 meter bisa saja terjadi. keadaan cuaca ini berlangsung sampai 7 hari kedepan. Bagi nelayan maupun transportasi pelayaran yang ingin nekat-nekat berlayar bisa saja, namum kemungkinan gelombang maksimum bisa saja terjadi,"katanya

Dari pengalaman tahun sebelumnya, tambah Anggriono, musim utara merupakan musim yang paling dikhawatirkan oleh masyarakat. Jika musim utara tiba, beberapa aktifitas perekonomian terhenti. Seperti nelayan, transportasi penyeberangan antar pulau akan terganggu.