Salah satunya adalah A Muluk alias Siong (50), warga Desa Keramut, Pulau Mangkai, Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepuluan Anambas (KKA). Bagi Siong, upaya yang paling mendesak baginya saat ini adalah pemasangan keramik pada tiga buah kolam termasuk rumah kolam bibit penangkaran penyu ukuran 6 x 8 meter. Kolam tersebut adalah hasil bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepri pada tahun 2012 lalu. Namun kolam yang terbentuk tersebut masih terbuat dari tanah dan belum dilapisi lantai keramik.
"Saat ini ada sekitar 400 bibit penangkaran Penyu yang tengah kita pelihara untuk dibesarkan, sebelum kita lepaskan ke laut luas sesuai usia dari Penyu itu sendiri nantinya selama 8 bulan," kata Siong pada Haluan Kepri, Selasa (8/1).
Menurutnya, bibit penangkaran Penyu itu sendiri selama ini diperolehnya dari hasil tetasan telur Penyu itu oleh induknya di kawasan pantai di Desa Keramut, Pulau Mangkai, Kecamatan Jemaja yang jumlahnya untuk sekali tetas bisa mencapai puluhan bahkan ratusan ekor bibit anak Penyu.
"Dari hasil penetasan telur bibit penyu itulah yang kita pelihara dan besarkan selama sekitar waktu 8 bulan dengan ukuran berat mencapai sekitar 10 kilogram per ekor. Setelah cukup usia dan besarnya, Penyu itu kemudian kita lepaskan ke laut dan tidak boleh diperdangkan, karena termasuk salah satu hewan yang harus dilindungi, berdasarkan himbauan dan ketentuan hukum yang berlaku," ungkapnya.
Lebih lanjut diterangkan, penangkaran bibit penyu pada kolam ukuran sekitar 2x2,5 M yang telah tersedia tersebut, nantinya mampu menampung anak Penyu sebanyak 2.000 ekor. Sedangkan untuk membesarkan anak Penyu itu dibutuhkan makanan jenis ikan tongkol sebanyak 10 kilogram dengan harga mencapai Rp5 ribu hingga Rp6 ribu rupiah per harinya.
"Untuk masa penetasan telur menjadi anak Penyu oleh induknya itu biasanya antara 50 hari hingga 60 hari dengan jumlah untuk sekali tetas mencapai puluhan ekor bahkan ratusan ekor," katanya.
Disampaikan, penangkaran penyu dimaksud diharapkan dapat melestarikan habitat alami penyu itu sendiri kedepannya. Dengan adanya tempat penangkaran tersebut diharapkan populasi Penyu di daerah ini bisa meningkat dan beberapa penyu langka juga bisa berkembang biak dengan baik.
“Selama ini penyu itu tidak hanya diburu induknya, namun masyarakat lain juga mengincar telur penyu itu untuk di jual. Namun dengan adanya larangan dari pemerintah, maka diharapkan penyu di daerah ini juga bisa berkembang biak dengan baik," ucapnya.
Sebagaimana diberitakan, Kepulauan Anambas sejak dahulu sudah menjadi habitat alami beberapa spesies penyu langka di dunia yakni penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu Kemp's ridley (Lepidochelys kempi), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu pipih (Natator depressus) dan penyu tempayan (Caretta caretta).
Penyu Belimbing, merupakan penyu yang sudah sangat langka di dunia. Penyu tersebut memiliki ukuran yang sangat besar. Panjang badanya bisa mencapai 2,75 meter dan bobot 600 - 900 kilogram. Sedangkan penyu lekang adalah yang terkecil, dengan bobot sekitar 50 kilogram.
Adapun jenis penyu lain yang sering ditemui, yakni penyu hijau. Penyu tersebut memiliki siklus bertelur yang beragam, dari 2 - 8 tahun sekali. Penyu jantan dari spesies penyu hijau menghabiskan seluruh hidupnya di laut sedangkan yang betina sesekali mampir ke daratan untuk bertelur.
Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu, dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. Pada saat mendarat untuk bertelur, gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya untuk bertelur dan kembali ke laut.
Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh undang undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan populasinya yang terus berkurang. The World Conservation Union (IUCN) merilis beberapa jenis penyu yang terancam punah yakni penyu belimbing, penyu Kemp’s Ridley, penyu sisik, Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang atau penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea), dan penyu tempayan atau loggerhead (Caretta caretta),
Sebagian masyarakat, menganggap penyu adalah salah satu hewan laut yang memiliki banyak kelebihan sehingga sering diburu. Selain tempurungnya yang menarik untuk cinderamata dagingnya yang lezat ditusuk jadi satu penyu berkhasiat untuk obat dan ramuan kecantikan. (nel)
- Kapolres Natuna Silarurahmi Kantibmas di Matak
- BLH Gagas Pelestarian Alam Terbuka
- Gagal Landing di Pal Matak, Penumpang Sky Trauma
- SKY Batal Terbang Lagi
- Bendahara SKPD Ditipu Puluhan Juta
- Berdayakan Nelayan Jongkong
- Bupati Serahkan DIPA ke SKPD
- Anambas Harus Punya Mapolres
- Gelombang Tinggi, Nelayan Tidak Melaut
- Bupati Bantah Jual Beli Jabatan
- 'Jangan Bawa Kepentingan Pribadi'
- Musim Durian Mulai Tiba
- Mahalnya Biaya Makan dan Minum di Anambas
- Bermain Tali Yeye Usai Sekolah
- Hari Ini, Ratusan Masa Demo Terkait Pemilihan Pengurus Perusda Anambas
- HUT PPP ke-40, Wabup Ikut Bersihkan Masjid
- LSM GBRAK Bangun Pelantar Pasir Rakyat
- Kominfo Tambah 15 Tower BTS
- IPSI Anambas Seleksi Atlit Antar Kecamatan
- Type Layan Puskesmas Tarempa Ditingkatkan


