Minggu01132013

Last update12:00:00 AM

Back Anambas Gelombang Tinggi, Nelayan Tidak Melaut

Gelombang Tinggi, Nelayan Tidak Melaut

Share

ANAMBAS (HK) – Akibat kondisi cuaca serta gelombang laut yang tidak menentu dan cukup tinggi mencapai sekitar 5 hingga 6 meter pada musim utara di perairan Kepulauan Anambas akhir-akhir ini, mengakibatkan sejumlah nelayan memilih tidak turun ke laut mencari ikan.

Atong, nelayan Desa Letung, Anambas mengatakan, kondisi cuaca dan gelombang laut yang cukup ekstrim sejak beberapa hari terakhir, membuat dirnya takut dan enggan turun. Untuk sementara, ia lebih memilih isirahat di rumah, atau melakukan pekerjaan sembaraut di darat untuk sekedar menutupi kebutuhan keluarga.

"Sudah hampir dua minggu saya tidak turun melaut, akibat kondisi cuaca seperti saat ini,” kata pria paruh baya ini, Rabu (9/1).

Diungkapkannya, jika kondisi di perairan terus mengalami cuaca buruk, kemungkinan besar dia akan beralih profesi lain, guna menghidupi anak dan istrinya, meskipun dirinya belum mengetahui pekerjaan apa yang akan ia kerjakan. Disamping itu, ia juga terpaksa nekat ke laut, ketika mendapi kondisi cuaca mulai sedikit redup.

"Untuk kebutuhan sementara keluarga sementara, kami terpaksa menggunakan simpanan uang yang ada sedikit, hasil dari tangkapan dan penjualan ikan pada saat kondisi cuaca masih stabil sebelumnya," ucap Atong.

Seperti diberitakan kemarin, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kepulauan Anambas, tinggi gelombang di perairan Anambas saat ini bisa mencapai hingga 6 meter.

Tingginya tersebut berpeluang terjadi di perairan Laut Cina Selatan Utara Natuna, di Perairan Kepulauan Natuna dan Perairan Kepulauan Anambas. Sedangkan tinggi gelombang 3 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Perairan Singkawan sambas dan tinggi gelombang 2 sampai 3 meter berpeluang terjadi diperairan kepulauan karimata." kata Kepala BMKG Anambas, W Anggriono.

Sementara itu, salah seorang penjual ikan, Rahmat mengaku kondisi perairan Anambas seperti sekarang ini, menyebabkan ia juga sulit untuk mendapatkan pasokan ikan dari nelayan yang sudah menjadi langganannya selama ini.

"Banyak nelayan yang tidak turun mencari ikan karena takut tenggelam. Dampaknya ikan juga sulit didapat dan terpaksa dijual sedikit mahal dari harga biasanya,” ungkapnya.

Ia berharap kondisi cuaca dan gelombang di perairan seputar Anambs bisa kembali tenang seperti biasanya, sehingga nelayan kembali melaut dengan aman, guna menghidupi anak istri mereka, sebab itulah mata pencaharian mereka selama ini.(nel)