Rabu04232014

Last update12:00:00 AM

Back Anambas Gagal Landing di Pal Matak, Penumpang Sky Trauma

Gagal Landing di Pal Matak, Penumpang Sky Trauma

ANAMBAS (HK) - Pesawat Sky yang berangkat dari Batam gagal landing (mendarat) satu kali di bandara Palmatak, Sabtu (12/1) sekitar pukul 14.15 WIB. Akibatnya sejumlah penumpang, terutama ibu-ibu terlihat trauma.

Kegagalan proses landing diduga akibat derasnya tiupan angin di kawasan Bandara Pal Matak.

Terlihat kondisi raut wajah mereka seperti layaknya orang ketakutan usai melewati rintangan. Bahkan diantara mereka (ketika Haluan Kepri memperkenalkan diri), tangan mereka dingin dan sulit untuk diajak berbicara.

"Saya masih takut dan trauma mengingat kondisi kejadian pesawat saat akan mendarat tadi pak, karena kejadian ini baru pertama kali saya alami. Untung akhirnya pesawat itu bisa selamat mendarat kembali," ucap Asnita, ibu rumah tangga, didampingi suaminya, saat ditemui dan ditanyakan tentang bagaimana perasaan dan keadaan penumpang di dalam pesawat saat itu.

Dengan wajah sedikit pucat dan bahasa terbata-bata, wanita paruh baya berkerudung ini mengaku sempat terkejut di dalam pesawat, ketika mendapati pesawat itu tidak jadi mendarat, melainkan terbang kembali memutar di udara selama beberapa menit.

"Dalam pesawat ketika itu saya selalu mengucap menyebut nama Allah dan berdoa agar pesawat ini bisa selamat mendarat," ucapnya.

Pantauan Haluan Kepri, ketika hendak melakukan pendaratan pertama, pesawat terlihat sangat laju sekali, tidak seperti layaknya pesawat akan mendarat di landasan pacu bandara Palmatak yang hanya memiliki pancang sekitar 1.200 meter. Bahkan kondisi badan pesawat itu juga terlihat sedikit kurang stabil dengan posisi bagian depan pesawat sudah terlihat menukik.

Namun baru saja ban depan pesawat Sky tersebut hendak menyentuh landasan pacu bandara, tiba-tiba pesawat itu langsung naik terbang kembali untuk berputar sekitar 7 menit, sebelumnya akhirnya berhasil mendarat dengan baik sekitar pukul 14.22 WIB

Peristiwa pesawat tersebut, sempat mengejutkan sejumlah penumpang pesawat di Bandara Pal Matak yang sudah siap-siap untuk berangkat menuju Batam, termasuk ketua DPRD KKA, Ahmat Yani dan beberapa kepala dinas beserta stafnya dan masyarakat lainnya.

Disamping itu, sejumlah petugas keamanan dan penyelamat penumpang pesawat di Bandara Palmatak, lengkap dengan peralatan pakaian keselamatan, termasuk mobil pemadam kebakaran bandara juga sempat ke luar dari garasi tempat parkirnya semula, menuju kawasan pagar pintu darurat bandara.

Sebagian penumpang maupun beberapa petugas bandara Palmatak yang sempat melihat kondisi pendaratan pesawat Sky saat itu, sempat berucap bahwa mereka sudah menduga akan adanya kejadian itu. Bahkan ada juga menilai, bahwa pilot yang membawa pesawat itu, orang yang baru mendaratkan pesawat SKY di Bandara Palamatak, sehingga kurang menguasai kondisi landasas pacu di bandara tersebut.

"Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan sejumlah penumpang di dalam pesawat tersebut saat ini. Untung pesawat itu tidak jadi bendarat, jika pilot pesawat itu tetap memaksakan, bisa-bisa pesawat itu keluar dari panjangnya jalur paju landasan, kemudian masuk ke laut," ucap beberapa petugas bandara dan penumpang lainnya.

Station Manager Sky Aviation Palmatak, H Helmy Usman mengatakan, penyebab gagalnya pendaratan pertama diduga akibat kecepatan angin di kawasan bandara, sehingga ikut mendorong lajunya kecepatan pesawat saat akan mendarat.

"Itu mungkin diduga akibat tiupan angin, sehingga ikut mendorong lajunya pesawat saat akan landas," kata Helmi.

Usai selamat mendarat dibandara Palmatak, sekitar 45 menit kemudian, pesawat Sky Aviation tersebut kembali terbang membawa sejumlah penumpang menuju Bandara Hang Nadim Batam.

Informasi lainya dari pihak manajemn Sky Aviation menyebutkan, jumlah penumpang pesawat dari Matak, Anambas menuju Batam tersebut penuh (full). Bahkan Helmy, pihak manajemen SKY Aviation Palmatak sempat terlihat panik, ketika mendapati jumlah penumpang yang akan berangkat, melebihi dari kapasitas maksimal penumpang pesawat itu sendiri berkapisitas maksimal 48 orang.

Salah satu kondisi tersebut, akibat jumlah kapasitas kursi penumpang yang dicadangkan untuk para pejabat Pemkab Anambas 7 kursi dan anggota DPRD KKA sebanyak 3 kursi, sudah melebihi dari kapasitas yang ada. Hal tersebut termasuk, sejumlah penumpang lain yang sudah memesan tiket, sebelumya.

Akibatnhya, pihak manajemen Sky Aviation Pal Matak terpaksa membatalkan keberangkatan beberapa penumpamg lain dari masyarakat awam di Anambas yang sudah siap-siap untuk berangkat ke Batam dengan beberapa barang bawaannya.

Anehnya lagi, salah seorang penumpang pesawat yang berusaha meminta tolong untuk berangkat saat itu, karena kondisi darurat dan mendesak, akibat salah seorang anaknya yang sedang sakit di Tanjungpinang, juga tidak bisa dikabulkan keberangkatannya, alasan penumpang sudah penuh.

"Saya tidak bisa berbuat banyak, karena memang penumpang pesawat sudah penuh. Ini saja, ada beberapa nama penumpang yang terpaksa ditolak keberangkatannya," ucap Helmy pengurus sky Palmatak dengan wajah seperti orang kebingungan.

Menyikapi kondisi tersebut, Hendra, salah seorang warga Anambas sempat geram, mengingat kapasitas sebanyak 10 kursi pesawat sky yang tersedia selama ini, setidaknya salah satu kursi itu sedianya diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, karena keluarganya sakit ketimbang yang lainnya.

"Ini tidak adil, padahal teman saya ini betul-betul membutuhkan untuk berangkat, karena anaknya sedang sakit sejak beberapa hari lalu di Tanjungpinang," imbuhnya.

Sebelumnya, puluhan penumpang Sky Aviation kembali batal berangkat dari bandara Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) menuju bandara Raja Ali Haji (RAH) Tanjungpinang, Jumat (11/1).

Kondisi itu diduga disebabkan adanya kerusakan teknis pada jenis pesawat berkapasitas 48 orang penumpang tersebut. Akibatnya, sejumlah pejabat termasuk beberapa unsur pimpinan muspida serta masyarakat di daerah ini yang telah memesan tiket dan berniat berangkat ke Tanjungpinang terpaksa harus menunda keberangkatan.

Edy, Station Manager Sky Aviation Tanjungpinang, membenarkan atas pembatalan keberangkatan jadwal penumpang pesawat tersebut. Kendati demikian, secara rinci ia tidak bisa menyebutkan alasan lebih jelas tentang pembatalan keberangkatan pesawat SKY itu.

"Benar bang, pesawat tidak jadi berangkat hari ini dari Tanjungpinang ke Anambas, dan sebaliknya. Ada kerusakan teknis sedikit, sehingga pilot juga tidak berani menerbangkan pesawat itu," ucap Edy Station Manager Sky Aviation Tanjungpinang ketika dihubungi via ponsel saat itu.

Share