Dalam turnamen tersebut, pelayang asal Anambas berhasil meraih juara ketiga pada kelas Dragon Kite atau jenis layangan naga.
"Lomba layang yang kita ikuti di Johor Malaysia tersebut merupakan atas nama Kominitas Seniman Anambas (KSA), sehingga segala pembiayaan yang telah kita keluarkan merupakan dan pribadi kita sendiri, tanpa dibiayai sedikitpun dibiayai pemerintah KKA. Tema yang kita angkat dalam perlombaan tersebut, yakni tentang biota kesenian laut di Anambas, melalui layangan berbentuk naga," kata Rahmat kwpada Haluan Kepri, Minggu (3/3)
Diterangkan, pada perlombaan layang berskala Internasional di Malaysia kali ini, menampilkan sebanyak 4 jenis perlombaan, yakni Rokaku atau jenis layang aduan bersegi enam, Dragon Kite atau layang berbentuk jenis naga, Treand atau layang-layang berderet dan The Best off Kite atau layang terunik.
"Diantara jenis perlombaan layang yang kita ikuti, kita hanya berhasil meraih juara ketiga dalam kategori Dragon Kite atau layang Naga. Sedangkan juara pertama diraih oleh Kanada dan juara kedua berasal dari Cina," tutur Rahmat.
Kejuaraan layang tersebut di ikuti sebanyak 33 negara, diantaranya, Malaysia, Turki, Cina, Jepang, Korea, Kanada, Swis, India, Nederland (belanda, Brunai, Singapura, Thailan, Vietnam dan termasuk dari Indonesia, berasal dari pelayang Jakarta, Batam, Pekanbaru, Bandung, Bali serta Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).
"Peserta layang dari Indonesia lain yang berhasil meraih juara, yakni dari Pekanbaru meraih juara kedua kategori Rokaku dan jenis layang The Best Off Kite berasal dari Bandung dengan kategori perlombaan eksebhisi," ucapnya.
Menurut Rahmat, kendati diantara salah satu jenis perlombaan layang tersebut, ia dan rekannya, Adrey hanya berhasil meraih juara ketiga, namun hal tersebut dirasakan sudah cukup membanggakan. Bila dibandingkan dengan sejumlah peserta lain dari berbagai negara yang ikut tampil dengan peralatan, ditambah dukungan dari negara atau pemerintah mereka masing-masing untuk mengikuti kegiatan tersebut.
"Kendati dalam kejuaraan tersebut, kita hanya bisa meraih juara ketiga, karena mengandalkan dana pribadi, tanpa dukungan dari pihak pemerintah daerah. Namun hal yang paling membanggakan dan mengharukan bagi kami adalah, ketika nama dan negara kita Indonesia, ikut disebut-sebut dalam kejuaraan tersebut," ungkap Rahmat.
Melalui prestasi yang diraihnya tersebut, Rahmat berharap adanya perhatian serta dukungan dari pemerintah daerah, baik dari Kabupaten Kepulauan Anambas, maupun Provinsi Kepri untuk membuat even yang sama di darah ini, melalui kelengkapan sarana dan prasarana lapangan serta berbagai bentuk dukungan moril maupun materil yang cukup memadai.
"Secara langsung kami memang tidak mengharapkan bantuan dari pemerintah di daerah ini, namun bagaimana pun kegiatan tersebut, setidaknya dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui ajang promosi pariwisata di daerah sebagaimana yang dilakukan oleh beberapa negara dan daerah lain di tanah air selama ini," ucap Rahmat yang diamini Andrey.
Diterangkan, rangkaian festival layang-layang tersebut, merupakan kelanjutan dari sejumlah peringkat prestasi festifal layang-layang yang pernah diikuti dan di dapatinya di beberapa daerah di tanah air, seperti di Solo, Yogyakarta dan Berakhir di Kabupaten Bintan.
Disebutkan, sampai saat ini pihaknya telah memiliki sebanyak 80 buah koleksi layang-layang, dengan berbagai ukuran besar, minimal 2 meter-150 meter.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbud) Anambas, Ir Iwan K Roni sebelumnya telah menyambut baik, sekaligus sangat mendukung atas usaha yang dilakukan oleh Saspa dari KSA tersebut. Hal dimaksud, setidaknya juga mampu mendongkrak disektir pariwisata di Anambas.
"Kita patut salut dan bangga atas apa yang dilakukan oleh Saspa tersebut, termasuk sejumlah kegiatan yang telah dilakukan oleh Komunitas Seniman Anambas selama ini," ungkap Iwan.(nel)
- Musik Randai Kwansing Tampil di Parade Seni Anambas
- Anambas Butuh Gudang Sembako
- ESDM Anambas Sosialisasi Pengelolaan Air Tanah dan Pertambangan Mineral
- Kapolda Kepri Resmikan Polsek Palmatak Anambas
- Aset Natuna di Anambas Segera Didata
- Dokter Keluarga Hadir di Tiap Desa di Anambas
- Pemkab Anambas Gelar Pengajian di Desa Ladan
- Natuna Belum Serahkan Aset UKM Kepada Anambas



