Kondisi itu didasari atas masih kurangnya perhatian dari pemerintah daerah, termasuk kesadaran dari masyarakat dalam menjaga kawasan aliran sungai tersebut dari berbagai pencemaran lingkungan akibat berbagai aktifitas yang dilakukan di kawasan sungai tersebut saat ini.
"Kita bisa lihat dan perhatikan, bagaimana aktifitas yang dilakukan oleh beberapa masyarakat di kawasan aliran sungai ini. Mereka ada yang mandi-mandi, bahkan ada juga yang membuang kotoran dan sebagainya. Kemudian dari situ, aliran sungai tersebut terus mengalir ke bak penampungan, lalu disalurkan dan dimanfaatkan oleh sejumlah masyarakat Tarempa untuk keperluan sehari-hari," ungkap Anwar, saat ditemui Haluan Kepri disela goro membersihkan sampah dan bekas kayu di kawasan aliran sungai Batu Tambun, Minggu (3/3).
Anwar berharap, adanya upaya dari pemerintah daerah melalui dinas terkait di Anambas untuk membuat suatu kebijakan dalam pemanfaatan air bersih bagi masyarakat tersebut, melalui kegiatan pembangunan jaringan pipa air minum, bersumber dari kawasan sungai yang benar-benar terjaga kebersihannya.
"Coba kita lihat bagaimana kondisi bak penampungan air tersebut saat ini. Siapa yang bisa menjamin, kebersihannya. Saya rasa, bagi orang yang mengetahuinya, pasti akan berfikir bagaimana kondisi air bersih yang selama ini di aliri dan dimanfaatkan oleh masyarakat di Tarempa," ungkpanya.
Meningkatnya populasi penduduk di wilayah ini, berdampak pada peningkatan arus ekonomi. Seperti tumbuhnya pusat perdagangan, perbengkelan, pertambangan dan industri lainnya, yang bila tidak diawasi dengan baik akan berdampak pada pencemaran lingkungan.
"Memang air di sungai ini sudah tercemar, karena meningkatnya aktifitas dan kepadatan penduduk. Namun air sungai ini juga dialirkan ke Tarempa sebagai pusat kabupaten," ucap Suratman, salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Sebagaimana lazimnya, LSM GBRAK kembali meakukan aktifitas goro guna membersihkan sampah yang beradai di kawasan perairan di Tarempa. Kali ini, kegiatan dilakukan di wilayah aliran sungai Batu Tambun dengan melibatkan sejumlah elemen masyarakat, guna menjaga kelancaran aliran sungai tersebut dari tumpukan sampah bekas pohon yang tumbang, berada di aliran sungai itu.
"Goro yang kita lakukan ini masih seputar kegitan safari peduli lingkungan Anambas. Hal ini kita awali dari desa Tambun, dan nantinya akan berlanjut ke desa aliran sungai lain di Tarempa," kata Anwar.
Dikatakan, pihaknya memilih kegiatan safari peduli lingkungan ini, agar keperluan dan kebutuhan air bersih bagi seluruh lapisan masyarakat di daerah ini.(nel)
- Musik Randai Kwansing Tampil di Parade Seni Anambas
- Anambas Butuh Gudang Sembako
- ESDM Anambas Sosialisasi Pengelolaan Air Tanah dan Pertambangan Mineral
- Kapolda Kepri Resmikan Polsek Palmatak Anambas
- Aset Natuna di Anambas Segera Didata
- Dokter Keluarga Hadir di Tiap Desa di Anambas
- Pemkab Anambas Gelar Pengajian di Desa Ladan
- Natuna Belum Serahkan Aset UKM Kepada Anambas



