Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK KKA saat membuka penyuluhan masyarakat pola hidup sehat yang digelar Dinas Kesehatan di Aula Pertemuan Anambas Inn, Senin (18/3) lalu.
Yeni menuturkan hidup bersih telah dipahami dan dilaksanakan oleh masyarakat. Namun dalam berpolakan hidup bersih dan sehat memiliki tujuan yang lebih dari sekedar lingkungan dan rumah tangga. Namun hidup sehat bagi masyarakat adalah menjaga kebersihan untuk kesehatan keluarga dan lingkungan.
"Umumnya hidup bersih telah dipahami dan dilaksanakan oleh masyarakat Kepulauan Anambas. Namun masyararakat pola hidup sehat masih perlu disosialisasikan oleh kader PKK. Untuk mewujudkan masyarakat Anambas yang sehat," katanya.
Apalagi sepuluh indikator PHBS di rumah tangga. Yang belum sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat. Mulai dari Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi bayi ASI eksklusif, menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamba sehat, memberantas jentik di rumah sekali seminggu, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktifitas fisik setiap hari dan tidak boleh merokok di dalam rumah.
"Masih banyak lagi indikator pola hidup sehat yang perlu diketahui oleh masyarakat dan diterapkan dalam kehidupan. Seperti persalinan ditolong medis, ASI eksklusif untuk bayi, menggalakkan cuci tangan dan indikator lainnya untuk mencapai hidup sehat," tambahnya.
Sementara itu Kepala Bidang Promkes dan SIK yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan KKA, Muslim menyampaikan, kader PKK sangat berperan dalam menyosialisasikan pola hidup sehat bagi masyarakat.
"Tanpa bantuan dari kader PKK, sosialisasi dan penyuluhan masyarakat pola hidup sehat kepada masyarakat tidak akan tercapai," kata Muslim.
Untuk itu dalam menyosialisasikan masyarakat pola hidup sehat, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan peserta penyuluhan dari seluruh kader PKK ditiap Kecamatan.
Penyuluhan yang diberikan diharapkan dapat mencapai perwujudan masyarakat sehat. Dimana Pemerintahan menargetkan menurunkan angka kematian Ibu dan anak. Serta gizi buruk yang terjadi karena tidak menerapkan pola hidup sehat.
"Kita harapkan penyuluhan yang diberikan kepada kader posyandu dapat meningkatkan pengetahuan. Dalam menyosialisasikan kepada masyarakat ditiap desa. Untuk mencapai masyarakat sehat dan mencegah kematian ibu melahirkan dan anak serta gizi buruk di Anambas dan pencegahan penyakit menular," terangnya.
Peran Kader PKK dalam menerapkan sepuluh indikator pola hidup bersih dan sehat. Sangat membantu program pemerintah. Untuk mewujudkan kesehatan semesta bagi seluruh masyarakat Anambas. Melalui sosialisasi langsung pada masyarakat disekitarnya. (nel)
- Dinsos Anambas Akan Bangun Rumah Singgah
- RKPD Perlu Fokus Upaya Akselerasi Pembangunan
- Disperindagkop Anambas Tera Ulang Timbangan Pedagang
- Penderita Hipertensi dan Diabetes Tertinggi di Anambas
- Anak Anggota Dewan Anambas Dicabuli Pacarnya
- Bupati Anambas Sampaikan 4 Ranperda ke DPRD
- Bukit Padi Bersiap untuk Agro Wisata Anambas
- Bupati Anambas Ultimatum Seluruh Kepala SKPD



