"Selama tiga bulan terakhir, tercatat dari 200 jumlah kunjungan pasien yang tercatat di perawatan penyakit dalam di Anambas, 44 persen diantaranya mengidap penyakit hipertensi dan diabetes, sisanya 41 persen merupakan penderita diabetes bercampur dengan penyakit lain, 8 persen hanya penyakit diabetes saja serta 7 persen lainnya termasuk penyakit biasa," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Tawarta P di seminar sehari penyakit hipertensi dan diabetes yang digelar Dinas Kesehatan Anambas, di Hotel Tarempa Beath, Kamis (21/3).
Dikatakan, penyakit hipertensi dan diabetes yang dialami tersebut, bukanlah salah satu penyakit yang menular. Kendati demikian, kedua penyakit termasuk urutan nomor dua didunia yang bisa meyebabkan orang meninggal dunia. Hal lain, penyakit tersebut juga tidak mengenal usia, termasuk status sosial seseorang baik yang masih muda maupun telah lanjut usia.
"Beberapa penyebab penyakit tersebut, akibat pola makan yang tidak sehat, atau banyak mengandung lemak dan garam, termasuk gangguan pikiran akibat stres dalam bekerja dan sebagainya," paparnya.
Disamping itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu memeriksakan diri terhadap penyakit hipertensi. Pola hidup bersih dan sehat harus lebih ditingkatkan, agar dapat terhindar dari penyakit darah tinggi, dan menjaga kesehatan diri guna mencegah diri dari penyakit.
Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Anambas, Laode menghimbau kepada masyarakat untuk terus memeriksakan diri ke Puskesmas dan Pustu, agar dapat mengetahui apakah dirinya menderita diabet dan hipertensi. Perubahan berat badan yang tidak terkontrol, bisa saja sudah terinfeksi diabet. Untuk itu, mestilah memeriksakan diri ke Puskesmas.
"Melalui kegitan seminar ini, kita harapkan para peserta mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan, sekaligus dapat pula mensosialisasikan kepada masyarakat lain dilingkungan sekitarnya, tentang bagaimana melakukan tatanan pola hidup sehat," ucap Laode.
Kegiatan seminar sehari tentang penyakit hipertensi dan diabetes tersebut merupakan atas kerjasama dinas kesehatan Anambas dengan tim penggerak PKK. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua tim penggerak PKK Anambas yang diwakili Nurijah, selaku Ketua 4 PKK Anambas serta dihadiri sejumlah elemen masyarakat termasuk beberapa para pengojek di Tarempa. (nel)
- Tiap Desa di Anambas Dapat Anggaran Rp3 Miliar
- Musrenbang Anambas Jangan Hanya Sekadar Seremonial
- Pemkab Anambas Digesa Bentuk LPA
- Dishub Anambas Siapkan Ferry Cepat
- Bandara Letung Anambas Dibangun April
- Pelayaran Selama Sepekan Aman
- Kader PKK Anambas Harus Hidup Bersih
- Anak Anggota Dewan Anambas Dicabuli Pacarnya



