Sabtu06012013

Last update12:00:00 AM

Back Anambas Pemkab Anambas Perlu Siapkan SPBU Terapung

Pemkab Anambas Perlu Siapkan SPBU Terapung

Terkait Kerjasama Transportasi Laut

ANAMBAS (HK)- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas diharapkan mampu menyiapkan stasiun pengisian bahan bakar umum terapung. Hal itu untuk menunjang kelancaran sarana transportasi laut bagi masyarakat, terutama bagi kapal Ferry Baruna yang akan melayani rute trayek Tarempa-Jemaja-Kiabu serta pulau Mengkait.

"Harapan kita Pemda Anambas dapat segera menyiapkan sejenis SPBU terapung. Jika tidak, bagaimana kita bisa mengisi bahan bakar minyak guna kelancaran bagi kapal kita pada saat menjalani trayek kapal ferry yang sudah kita siapkan, sesuai rute yang telah ditentukan tersebut," kata owner Kapal Ferry Baruna, Hamid Rizal usai rapat pembahasan dengan sejumlah SKPD dan beberapa anggota DPRD Anambas terkait ajuan kerjasama bidang transportasi laut di Anambas, di Aula DPRD Anambas, Selasa (26/3).

Menurut mantan Bupati Natuna ini, penyediaan sarana SPBU terapung tersebut hendaknya dapat segera terwujud dalam waktu dekat ini. Jika tidak, hal ini juga menjadi catatan pekerjaan rumah(PR) yang cukup besar bagi Pemda Anambas.

"Informasi yang kita peroleh, sudah ada pengusaha yang akan melakukan investasi di Anambas dalam bentuk penyediaan SPBU terapung tersebut. Jika benar, peluang ini hedaknya segera ditangkap oleh pemda," ucap Hamid.

Disinggung tentang kapan pelaksanaan teknis operasional kapal Baruna tersebut, Hamid menyebutkan bahwa, saat ini pihaknya masih menunggu hasil final pembahasan yang dilakukan oleh Pemda Anambas.

"Pada prinsipnya, hasil pembahasan awal yang telah kita lakukan, Pemda dan DPRD Anambas serta instansi terkait, termasuk segenap lapisan masyarakat, sudah sangat setuju. Dan kita juga sangat bersyukur tentang hal ini," ungkap Hamid.

Menyinggung tentang harga tiket kapal ferry, Hamid menyebutkan bahwa awalnya akan memberikan harga tiket sebesar Rp75 ribu per penumpang.

Namun setelah diberikan penjelasan akan adanya operator lain yang mampu memberikan harga lebih murah Rp55 ribu, makanya tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memberikan harga tiket yang lebih murah sedikit dari lainnya yakni Rp50 ribu per penumpang.

"Yang perlu diperhatikan, jangan sampai dengan adanya kapal ferry ini bisa mematikan transportasi tradisional yang sudah ada seperti pompong dan sebagainya," pinta Hamid.

Oleh karena itu, keberadaan kapal ferry tersebut diharapkan benar-benar mampu memberikan kemudahan dan kelancaran transportasi bagi segenap lapisan masyarakat di daerah ini.

"Sebaliknya, bukan mematikan pendapatan masyarakat yang sudah ada. Jadi armada kita disini hanyalah membantu kelancaran transportasi sekaligus memudahkan pergerakan masyarakat dari kecamatan yang ada ke ibukota kabupaten," imbuhnya.

Ketika disinggung mengenai ukuran dan jenis kapal Ferry Barunanya, Hamid menjelaskan bahwa pihaknya memiliki beberapa jenis kapal, mulai dari fiber hingga aluminium, namun karena trayek perjalanannya hanya selama 4 jam, pihaknya akan mengoperasikan ferry jenis fiber sebanyak 2-3 kapal.

Dengan spesifikasi kapal yang mampu memuat 100 - 120 penumpang, dan kekuatan 1.300 tenaga kuda , dengan kecepatan rata-rata 25 knot.

"Sementara ini kita tawarkan ke pemkab sebanyak 1 unit kapal ferry dulu, namun pada prinsipnya kita sanggup menyediakan 2-3 kapal, jika ada permintaan," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga sanggup melayani dan menyiapkan kapal dari Tarempa menuju Tanjungpinang dan sebaliknya dengan jadwal yang berbeda dari yang sudah ada dalam seminggu dua kali pelayaran.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Anambas, Erson Gempa mengharapkan, dengan dibukanya jalur domestik antar kecamatan ini hendaknya mampu memperlancar aktivitas masyarakat jemaja untuk bepergian ke ibukota maupun sebaliknya. Sebab selama ini, warga jemaja kesulitan untuk ke tarempa karena terbatasnya transportasi dan jarak.

"Sebelumnya rute Tarempa-Jemaja memakan waktu selama 5-6 jam perjalanan dengan menggunakan pompong. Kita berharap, dengan dibukanya rute domestik ini mempermudah warga untuk beraktifitas serta meningkatkan ekonomi warga jemaja," ucapnya.

Share