Sabtu06012013

Last update12:00:00 AM

Back Anambas Bupati Anambas Minta Komitmen Camat dan Kades

Bupati Anambas Minta Komitmen Camat dan Kades

Terkait Usulan Dalam Musrenbang

ANAMBAS (HK)- Camat dan kepala desa diminta pegang komitmen terhadap semua usulan yang telah disampaikan dalam Musrenbang, dan tidak berubah-ubah ketika adanya kunjungan reses anggota DPRD ke daerah mereka masing-masing.

Peringatan tersebut disampaikan bupati Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtaruddin saat membuka pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anambas Tahun 2013 di Aula gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS), Tarempa, Rabu (27/3).

"Kedepan kita tidak mau lagi mendengar adanya keluhan atau protes dari Kades atau camat tentang usaha pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Anambas terhadap masing-masing daerah itu. Karena selama ini apa yang telah di usulkan dalam musrenbang, ternyata ketika ada kunjungan kerja (Reses) angota DPRD ke daerah mereka, kemudian menyampaikan usulan yang lain lagi," ungkap Tengku.

Untuk itu, lanjut Tengku, sejumlah usulan yang disampaikan dalam Musrenbang tersebut harus benar-benar terlahir hasil dari musyawarah atau kesepakatan yang telah dilakukan seluruh komponen dari masing-masing desa serta kecamatan atas apa-apa saja yang peling pokok dibutuhkan dalam pembangunan wilayah dan untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakatnya.

"Saya minta satukan bahasa serta pegang teguh terus atas apa yang menjadi usulan dalam musrenbang ini. Jangan sampai, ketika ada reses anggota DPRD, kemudian timbul usulan lain. Hal ini penting agar jangan sampai timbul lagi protes dibelakang hari atas upaya pembangunan yang dilakukan Pemkab Anambas," ucap Tengku.

Dikatakan, pada tahun mendatang, penyelenggaraan pembangunan di Anambas akan memiliki suatu rencana pembangunan yang telah disesuaikan dengan peraturan daerah (Perda) No.8 tahun 2011 tentang rencana pembangunan Jangka menengah (RPJM).

Berdasarkan itulah pada tahun mendatang pemerintah kabupaten akan melakukan pembangunan yang bersifat mendesak. Diantaranya penyediaan sarana prasaran kesehatan yang berkualitas, peningkatan kualitas layanan pendidikan daar dan menengah berbasih Iman dan taqwa.

"Selain itu itu ada juga peningkatan aksebilitas wilayah dan pembangunan sarana erkantoran, meingkatakan produksi di sektor pertaniaan, perkebunan dan peternakan," ungkapnya.

Selain itu, tambahnya, ada juga penataan sistim logistik daerah, penguatan usaha mikro kecil dan menengah, serta melengkapi beberapa fasilitas yang ada mulai dari air bersih, listrik dan permasalahan persampahan.

"Pada tahun 2014 mendatang, kita juga akan mengoptimalkan pembangunan untuk skala kabupaten, sehingga program kebijakan Rp 3 Miliar untuk desa dan Rp 5 Miliar untuk Kecamatan secara bertahap akan di kurangi," katanya.

Namun demikian, lanjutnya, pemerintah daerah akan tetap melakukan pembangunan di desa dengan platfon anggaran minimun Rp1 miliar setiap desa dan maksimun Rp2 miliar per desa, yang disesuaikan dengan kebutuhan desa tersebut.

"Untuk plafon anggaran infrastruktur pedesaan yang sebelumnya di kelola langsung oleh pemerintah daerah akan berubah naik. Dari Rp200 juta pada sebelumnya, menjadi Rp500 juta untuk setiap desanya. Jadi ada yang kita kurangi dan ada juga yang kita tambahkan. Semuanya kita sesuaikan dengan kebutuhan desa masing-masing nantinya." ungkapnya.

Selain beberapa penyampaian tentang Musrenbang, Tengku juga sempat menyebutkan dalam forum tersebut tentang keinginan serta kesiapannya untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Riau pada Pemilukada di Riau pada tahun 2014 mendatang.

Menurutnya, langkah itu sengaja dilakukan bukan berarti pemerintah daerah bermaksud untuk mengurangi perhatiannya terhadap pembangunan di pedesaan dimasa kini dan mendatang. Akan tetapi agar pembangunan yang bersifat bermanfaat bagi kemaslahatan bersama bisa disegerakan dan diimplikasikan.

"Seandainya saya terpilih menjadi Gubernur Riau nanti, saya akan tetap kawal dan terus memperhatikan kepentingan peningkatan pembangunan bagi Kabupaten Kepulauan Anambas ini. Namun jika saya tidak terpilih jadi Gubernur Riau, maka UU juga memperbolehkan saya untuk kembali memimpin Anambas hingga masa tugas saya berakhir pada tahun 2015 mendatang," ucap Tengku.

Tengku juga menyebutkan, jauh hari sebelum terpilih menjadi Bupati di Anambas, ia juga telah berucap kepada beberapa tokoh masyarakat di Kepri dan Anambas, bahwa keinginannya untuk menjadi bupati di daerah ini hanya selama satu periode saja. Hal ini untuk mengantar dan membulatkan tekatnya dalam upaya percepatan pembangunan dan perkembangan kabupaten ini kedepanya.

"Saya juga ingin agar kabupaten ini dipimpin oleh putra asli dari Kabupaten Kepulauan Anambas sendiri. Yang pasti tekat saya ingin menjadikan kabupaten ini dapat cepat maju dan berkembang. Dan juga seandainya saya terpilih menjadi Gubernur Riau, maka lobi saya ke pusat juga akan lebih dekat dan cepat untuk membantu peningkatan pembangunan dan kemajuan daerah ini," ungkap Tengku.

Sementara kepala Bappeda KKA, Raja Ishak mengatakan, kegiatan tahunan tersebut merupakan wadah aspirasi, dimana para pimpinan di Anambas dapat memberikan masukan hingga saran, yang nantinya bergunan sebagai bahan masukan bagi setiap SKPD dalam menyusun rencana kerja. Yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita berharap, hasil dari Musrenbang kabupaten kali ini mampu merumuskan kesepakatan yang nantinya bisa dijadikan masukan untuk memutahirkan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 2014 mendatang," katanya.

Share