Rabu04102013

Last update12:00:00 AM

Back Anambas Angka Kematian Ibu dan Anak di Anambas Rendah

Angka Kematian Ibu dan Anak di Anambas Rendah

TAREMPA (HK)- Angka kematian ibu dan anak pada proses kelahiran di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) masih terbilang rendah. Hal itu dibuktikan dengan masuknya Anambas di urutan 6 dari tujuh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau (Kepri).

"Untuk angka pastinya kita memang belum punya. Namun dari informasi datang yang kita peroleh secara umum terhadap tingkat kematian ibu dan anak saat melahirkan tersebut, tercatat Kabupaten ini termasuk urutan ke-6 dari 7 Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Kepri," ucap Siswati, Staf Dinas Kesehatan Provinsi Kepri yang menjadi narasumber pelatihan peningkatan fasilitator untuk ibu hamil di Hotel Anambas In, Selasa (2/4) malam.

Menurutnya, salah satu upaya untuk penekanan atas angka kematian ibu dan anak tersebut, khususnya di Anambas, perlu dilakukan penambahan ilmu pengetahuan melalui pelatihan. Sekaligus peningkatan fasilitator untuk ibu hamil. Dimana diikuti peserta dari para tim medis, yakni bidan dan perawat yang bertugas di Puskesmas dan Pos kesehatan pelayanan terpadu (Postu) yang tersebar di seluruh kecamatan KKA.

"Meski dalam urutan ke-6, namun Anambas terbilang masih terbilang aman dan dapat teratasi atas kematian ibu dan anak selama ini," katanya.

Diterangkan, meningkatkan angka kematian ibu dan anak itu lebih disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain belum adanya fasilitas bank darah sekelas PMI, proses persalinan yang tidak di dampingi oleh bidan, oleh karena faktor tempat tinggal yang sangat jauh, hingga tidak adanya pemeriksaan rutin mulai dari awal hingga persalinan.

Untuk itu pada pelatihan kedepannya, nantinya akan melibatkan beberapa tenaga tradisional (dukun beranak) di tingkat desa dan beberapa pulau-pulau di Anambas dan Kepri, untuk membantu dalam proses persalinan.

"Untuk membantu penyedian darah selama proses persalinan di tingkat desa, kita melakukan yang namanya "Bank Darah Bergerak". Yakni warga setempat dapat membantu melakukan pendonoran darah kepada ibu hamil, yang semuanya disesuaikan dengan golongan darahnya," ucap Siswanti.

Pelatihan yang melibatkan puluhan bidan tersebut berjalan dengan seksama. Dimana para peserta mendapatakan penjelasan dan pengetahuan mengenai tata cara dan proses yang baik dalam membantu persalinan, dalam bentuk diskusi hingga praktek secara langsung.

"Upaya menekan angka kematian ibu saat melahirkan kita lakukan dengan cara melatih para bidan, agar terampil dalam memberikan pertolongan terhadap ibu yang akan melahirkan," kata Said M Damrie, Kepala Dinas Kesehatan KKA pada saat pembukaan sosialisasi Pelatihan tersebut.

Ia juga mengatakan peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan bidan sangat penting, mengingat mereka merupakan ujung tombak dalam membantu persalinan ibu hamil. Dengan adanya pelatihan tersebut,tambahnya, kiranya bisa membantu menekan angka kematian ibu melahirkan yaitu 152 per 100.000 kelahiran hidup, di atas rata-rata nasional yaitu 102 per 100.000 kelahiran hidup.

"Kami sangat meyakini, kegiatan ini bisa sangat membantu dalam menekan angka kematian bayi dan Ibu. Mengingat untuk di KKA, angka kematian ibu dan bayi terbilang sangat tinggi oleh karena beberapa faktor," ucapnya.

Terpisah, Ketua Tim Penggerak PKK KKA, Hj Yeni Fatra pada saat peninjauan kegiatan praktek kegiatan pelatihan sekaligus peningkatan fasilitator untuk ibu hamil di Puskesmas Tarempa, Rabu (3/4) meminta agar kegiatan ini dapat juga dilakukan disejumlah kecamatan yang ada di Anambas. Hal dimaksud agar penekanan angka kematian bagi dan anak pada saat melahirkan itu dapat ditekan sejak dini.

"Tim penggerak PKK merupakan mitra dari pemerintahan. Untuk itu, kita sangat mendukung kegiatan ini, sekaligus berharap agar hal ini terus ditingkatkan untuk masa-masa mendatang," ucap istri Bupati KKA, T Mukhtarudin ini.(nel)

Share