TAREMPA (HK) - Mahasiswa asal Kabupaten Kepulauan Anambas yang ada di Jakarta meminta agar dua aset bangunan asrama mahasiswa, yakni putra dan putri yang sebelumnya milik Natuna, agar dapat dibagi dua.
Hal tersebut berkaitan dengan rencana Pemerintah Kabupaten Natuna menyerahkan semua aset milik Kabupaten induk ini ke Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).
Penyerahan aset tersebut direncanakan langsung dilakukan Bupati Kabupaten Natuna, Ilyas Sabli untuk datang ke Kabupaten Kepulauan Anambas di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS), Tarempa, Jumat (5/4).
"Kami mahasiswa dan kerabat Anambas yang ada di Jakarta, dengan tegas harus mengatakan bahwa asrama mahasiswa yang ada di Jakarta saat ini harus dibagi dua. Asrama putra menjadi milik Anambas dan asrama putri menjadi milik Natuna atau dihibahkan ke Pemerintahan Anambas," ungkap Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Anambas (IPMKA) Jakarta, Sarijan kepada Haluan Kepri melalui via ponselnya, Rabu (3/4).
Menurut Sarijan, upaya tersebut merupakan solusi yang terbaik, tepat dan memenuhi rasa keadilan serta tidak menimbulkan konflik di kemudian hari. Upaya ini juga diharapkan tidak ada rasa permusuhan diantara mahasiswa Anambas dan Natuna di Jakarta.
"Hal ini perlu kami sampaikan agar Pemda Natuna dan Pemda Anambas mendapatkan win-win solution. Kami mahasiswa Anambas di Jakarta juga memberikan kepercayaan penuh kepada Bupati KKA beserta jajarannya, termasuk, Ketua DPRD serta seluruh pimpinan dan anggota DPRD KKA dapat memperhatikan serta menyelesaikan persoalan tersebut," ucapnya.
Disampaikan Sarijan, tentang sejarah yang telah mencatat dan pengalaman masa lalu juga telah membuktikan bahwa para mahasiswa Anambas lah sebagai inisiator pendiri dan berjasa dalam memperjuankan dan membentuk organisasi mahasiswa Natuna pertama di Jakarta.
"Perjuangan asrama itu dengan gigih kami lakukan, tanpa mengenal menyerah untuk menciptakan pengadaan asrama permanen bagi mahasiswa Natuna dan Anambas di Jakarta saat itu," ungkapnya.
Namun lanjutnya, setelah adanya asrama permanen tersebut, kemudian barulah mahasiswa Natuna mau bergabung seperti sekarang yang hampir seratus persen yang memperjuangkannya adalah mahasiswa Anambas.
"Dengan tegas kami sampaikan, dalam penyelesaian aset khusunya asrama mahasiswa yang ada di Jakarta, kerabat Anambas yang di Jakarta, Mahasiswa Anambas di Jakrta, serta sejumlah tokoh masyarakat Anambas lainnya harus juga harus dilibatkan dan di ikut sertakan dalam menuntaskan permasalahan ini," ucapnya.
Informasi diperoleh, Wakil Bupati Anambas, Abdul Haris sempat mengambil tindakan persuasif melalui dinas pendidikan setempat, upaya ini terkait adanya upaya dari mahasiswa asal KKA mulai gereliya menduduki gedung kedua, asrama mahasiswa asal Natuna di Jakarta yang merupakan aset Pemkab Natuna. Aset dua gedung mewah ini dibeli pemkab senilai Rp5 miliar dari tahun anggaran 2007.
Mengingat sebelumnya, mahasiswa asal KKA ini lebih dulu menghuni seutuhnya gedung asrama mahasiswa putra asal Natuna beralamat di jalan Tebet Timur Dalam II No.97 di Jakarta, gedung berlantai dua dengan fasilitas 9 kamar tidur ini dicabut papan plang nama kepemilikan Natuna.
Sedangkan asrama putrinya hanya memiliki 5 kamar tidur sudah 50 persen dihuni KKA, beralamat Jl Tebet Timur Dalam VIIIi No 6 Jakarta Selatan.
Disamping itu ijin pakai sementara pemerintah KKA terhadap penggunaan aset pemkab Natuna ini, sudah habis limit. Artinya sudah sepantasnya mereka angkat kaki menyerahkan kepada pemiliknya. Namun menurut Haris, dirinya telah mengajukan kompensasi waktu pemakaian, seiring proses pencarian gedung untuk pengadaan asrama mahasiswa asal KKA di Jakarta.
Ini menyebabkan timbulnya ketidaknyamanan bagi mahasiswa asal Natuna yang seharusnya, diprioritaskan menempati sebagai tuan rumah. Kenyataannya justru mereka yang mengalah dan mencari tempat kost diluar asrama gratis yang sudah difasilitasi oleh pihak pemerintahnya.
Sebab itu, ini menjadi masukan positif bagi pemerintah KKA, sebagai bahan evaluasi serta segera menyelesaikan persoalan dengan baik, guna menghindari gejolak yang timbul dibelakang hari.
- Lanal Amankan 6 Kapal Vietnam
- Natuna Serahkan Aset Senilai Rp221,6 M
- 75 CPNS Anambas Segera Ikuti LPJ
- Status Hukum Harus Jelas
- Lusa, Bupati Natuna Serahkan Aset
- Ratusan Murid TK di Anambas Ikuti Lomba Mewarnai
- Puluhan PTT di Anambas Berpeluang Jadi CPNS
- Pencuri Ikan Napoleon di Anambas Masih Buron



