TAREMPA (HK) - Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa bersama Ditpolairud Polda Kepri mengamankan 6 kapal berbendera Vietnam di perairan laut Natuna, Minggu (31/3) lalu.
Pada saat ditangkap, ke-6 kapal vietnam tersebut diduga tengah melakukan aksi pencurian ikan Ilegal fishing) di sekitar Zona Ekonomi Eklusif (ZEE) atau 200 mil dari garis dasar pantai Kabupaten Kepulauan Anambas.
"Sebanyak 6 kapal tersebut memiliki ukuran antara 45-80 gross ton (GT) beserta 80 anak buak kapalnya (ABK)). Hasil tangkapan tersebut, kemudian kita giring untuk diamankan mengunakan KP Bisma 8001 milik Dipolairud Polda Kepri," kata Komandan Lanal Tarempa, Letkol Laut (P) Agung Jaya Santika yang didamping Palaksa Lanal Tarempa Mayor laut (P) Libra Dian, Jumat(5/4).
Dijelaskan, penangkapan tersebut didasari undang-undang perikanan, tentang pelanggaran laut yang ada di sekitar ZEE.
"Tangkapan ini juga merupakan hasil koordinasi yang baik dengan Komandan Kapal KP Bisma 8001, AKBP Sigit N Hidayat. Enam kapal beserta tersangkanya tersebut diserahkan ke kita (Lanal Tarempa) untuk menjalani penyidikan lebih lanjut. Hal inipun telah kita laporkan ke pimpinan kita di pusat untuk diproses," ungkapnya.
Menurutnya, proses pengkapan ini merupakan kali pertama dilakukan selama tahun 2013, dimana Lanal Tarempa menerima limpahan kasus dan melakukan pemeriksaan atas kasus ilegal fishing hasil tangkapan Polda Kepri.
"Kerjasama dan koordinasi ini kita harap akan terus berkelanjutan. Mengingat antara TNI AL dan Polri khususnya Polairud memiliki tugas yang sama dalam mengamankan perairan Indonesia," ungkapnya.
Diterangkan, hasil pemeriksaan sementara ini, mereka mengakui melakukan aksi tersebut secara berkelompok dengan menggunakan pukat Trowl. Dari hasil pemeriksaan barang bukti, selain mengamankan kapal, kapten kapal dan para ABK, petugas juga menemukan barang bukti lain berupa hasil tangkapan ikan berbagai jenis dengan total keseluruhannya mencapai 1.700 kilogram atau 1,7 ton.
"Hasil pemeriksaan kita sementara, mengaku baru pertama kali melakukan aksinya mencuri ikan di wilayah perairan kita. Namun hal itu jelas tidak bisa kita percaya sepenuhnya," tukasnya.(nel)
- Sky Tambah Jadwal Penerbangan
- SKPD di Anambas Diminta Tingkatkan Koordinasi
- KPU Anambas Gelar Gerak Jalan Santai
- Realisasi Belanja APBD Anambas Menurun
- Status Hukum Harus Jelas
- 75 CPNS Anambas Segera Ikuti LPJ
- Angka Kematian Ibu dan Anak di Anambas Rendah
- Mahasiswa Anambas Minta Asrama Dibagi Dua




