"Harusnya instansi terkait, yakni bagian ekonomi lebih meningkatkan pengawasaan saat pendistribusian BBM (Bahan bakar minyak, red) berlangsung. Karena, kelangkaan bensin hampir tiap bulan di Tarempa," ungkap Sekretaris Persatuan Indonesia (Perindo) Anambas, Robby Suryawan, Kemarin.
Selain lemahnya pengawasan, kelangkaan ini juga diduga karena pendistribusian yang tidak tepat sasaran. Sehingga, banyak pihak memanfaatkan kesempatan itu dengan menimbun premium. Dan puncaknya, premium atau biasa disebut bensin dijual dengan harga selangit yakni berkisar dari Rp15-20 ribu per botol air mineral.
"Tentu saja, hal tersebut membuat masyarakat dirugikan akibat kinerja pemerintah yang dinilai tidak profesional. "Seharusnya, permasalahan seperti ini tidak perlu terjadi terus menerus jika pemerintah proaktif dalam melakukan pengawasan. Apalagi saat ini cuaca sangat teduh jika cuaca yang menjadi faktur kelangkaan selama ini," ungkapnya.
Sementara itu, Kabag Ekonomi Anambas, Eka Saputra mengatakan, kelangkaan ini disebabkan karena kapal penjemput BBM, agen premium dan minyak solar (APMS) milik Air Sena Jaya, sedang dalam perbaikan (dock) di Tanjungpinang. Sehingga, penjemputan BBM ke Selat Lampa, Natuna tidak bisa di lakukan sebagaimana mestinya.
"Langkanya bensin di Tarempa saat ini karena kapal penjemput sedang dalam perbaikan di Tanjungpinang. Diperkirakan dalam minggu ini, kapal sudah selesai diperbaiki dan langsung menjemput BBM ke Selat Lampa," kata Eka kepada koran ini, Selasa (9/4).
Menurut Eka, untuk mengatasi krisis bensin dalam 2-3 hari kedepan, pihaknya akan mendatangkan bensin sebanyak 10-15 ton. Bensin ini, merupakan kuota untuk Kecamatan Jemaja milik APMS Putra Saudara yang di pinjam sementara waktu untuk mengatasi langkanya bensin di Tarempa saat ini. "Kedepan, BBM yang kita pinjam ini akan diganti," katanya.
Eka juga menuturkan, saat ini pengawasan serta pendistribusian BBM telah diserahkan kepihak kecamatan masing-masing. Sebab kecamatan lebih paham dan mengerti akan kebutuhan BBM untuk wilayahnya sementara, bagian ekonomi hanya mengatur pembagian kuota.
Untuk itu tambah Eka, jika ada penyimpangan dalam pendistribusian seperti penimbunan dalam sekala banyak, segera melaporkan ke pihak terkait.
"Saya imbau kepada seluruh masyarakat Anambas, baik itu pemilik kios, agen serta warga yang menyimpan bensin dalam skala kecil agar waspada akan bahaya kebakaran. Sebab, saat ini tarempa sudah memasuki musim panas," pinta Eka.
- BKD Anambas Tunggu Bantahan Masyarakat
- Masyarakat Minim Pengetahuan Bencana
- Tunggakan UKM di Anambas Capai Rp12,2 M
- Dispenda Anambas Siapkan Prasarana Samsat
- SKPD di Anambas Diminta Tingkatkan Koordinasi
- Sky Tambah Jadwal Penerbangan
- Realisasi Belanja APBD Anambas Menurun
- KPU Anambas Gelar Gerak Jalan Santai



