TAREMPA (HK) - Pengetahuan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas tentang bencana alam masih minim. Disinyalir masih banyak warga yang belum mengerti, jika tempat tinggal mereka memiliki potensi bencana seperti angin puting beliung, gelombang pasang, air bah, kebakaran dan bencana alam lainnya.
"Kalau terjadi kebakaran dan banjir ya mengungsi ke tempat yang lebih aman. Yang penting itu selamat dulu diri dan keluarga. Harta benda lainnya ditinggal saja kecuali dokumen-dokumen penting," tutur salah seorang warga Tarempa, Herman kepada Haluan Kepri, Selasa (9/4).
Menurutnya, sejauh ini memang belum ada terjadi kebakaran besar, namun dia merasa yang berada di pemukiman yang ramai dan padat harus waspada bila bencana itu datang.
"Kita disini merasa was-was, bila terjadi kebakaran, yang lebih menakutkan lagi apa bila terjadi kebakaran bisa melarat kemana-mana karena rumah disini berdempat dan semuanya rata-rata hampir terbuat dari papan, juga saya kira pihak pemadam tidak bisa mengatasi karena kondisi jalan yang sempit," ujarnya
Begitu juga banjir, apalagi saat ini penebangan hutan yang belakangan marak di Jemaja. Akibat penebangan itu, bukan tidak mungkin akan terjadi banjir bandang yang bisa saja melanda sewaktu-waktu. Hal ini mengingat cadangan sumber air berada di perbukitan. Sementara kayu terus ditebang.
"Bisa saja terjadi sewaktu-waktu banjir bandang,"katanya
Meskipun jarang terjadi bencana di Anambas, namun sangat setidaknya pemerintah harus memberi pengetahuan tentang bencana, ini kurang adanya sosialisasi tentang pengetahuan bencana sehingga masyarakat kurang memahami.
"Belum ada sosialisasi baik itu dari pemerintah maupun dari LSM tentang bencana di desa kami ini. Apa yang harus kita lakukan agar bisa terhindar dari kebakaran, banjir dan bencana lainnya. Kita tidak banyak tahulah bagaimana pencegahannya dini," ungkap Rahmat, warga Tarempa lainnya.
Disebutkannya, Satuan Tanggap Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) belum sepenuhnya menjangkau tiap desa. Sehingga bencana yang terjadi terkesan dibiarkan begitu saja. Padahal musim panas akan berlangsung pada Agustus mendatang.
"Kalau musim panas ini memang kebakaran sering kali terjadi. Meskipun tidak sampai merenggut korban jiwa. Tapi semua harta benda pemilik rumah habis. Tak jarang surat-surat berharga yang disimpan dalam rumah juga lenyap," ungkapnya. (nel).
Share
- Pemkab Anambas Dapat Bantuan Kementrian PDT Rp1,5 M
- Program RTLH di Jemaja Anambas Sukses
- Puluhan Lansia Anambas Ikuti Sosialisasi Pola Hidup Sehat
- BKD Anambas Tunggu Bantahan Masyarakat
- Suplai BBM ke Tarempa Tersendat
- Wabup Anambas Lantik Lurah Letung
- Lanal Tarempa Deportasi 93 Nelayan Asing
- SKPD di Anambas Diminta Tingkatkan Koordinasi




