Rubiyanto adalah satu dari tujuh wartawan Riau yang ditendang dan dicekik oleh tentara ketika meliput jatuhnya pesawat Tempur Hawk 200 di Desa Pandau Jaya Siak Hulu, Oktober lalu. Selain babak belur dipukuli, kamera dan peralatan kerja jurnalistik mereka juga dirampas dan dirusak.
Akibat insiden itu, salah satu pelaku, Letkol Robert Simanjuntak, kabarnya tengah menghadapi proses hukum.
Pada peristiwa kekerasan Rabu kemarin, keempat pelaku menaiki dua sepeda motor. Mereka menjepit sepeda motor Rubiyanto sampai berhenti. Begitu wartawan ini turun dari motor, empat pria ini memukulinya bertubi-tubi. Rubiyanto langsung tersungkur.
Insiden ini terjadi di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru. Keempat pelaku mengenakan helm untuk menutupi wajah mereka. Sambil memukul Rubiyanto, mereka mencaci-maki wartawan itu. Sempat terdengar kata-kata, "Orang sedang kesusahan, kau dapat penghargaan pula. Ini bagianmu," kata Rubiyanto di kantor polisi.
Rubiyanto dan enam korban pemukulan tentara memang baru saja mendapat penghargaan atas upaya mereka yang konsisten menuntut pelaku kekerasan terhadap wartawan diadili dan dihukum berat. Penghargaan diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau.
Dari visum RS Bhayangkara Pekanbaru, Riau, tercatat pelipis mata Rubiyanto sobek, seluruh badan lebam, termasuk bagian dada dan kepala yang memar. Polisi berjanji mengejar pelaku. "Kami akan tangani kasus ini," kata Kapolsek Bukit Raya, Kompol Panangian.
Koordinator Solidaritas Wartawan Untuk Transparansi (Sowat) Riau, Syahnan Rangkuti, mengaku prihatin mendengar insiden ini. "Kami minta polisi serius menangkap pelaku," katanya. Syahnan mengimbau seluruh wartawan Riau yang selama ini getol menuntut TNI Angkatan Udara bertanggung-jawab atas pemukulan rekan-rekan mereka, untuk waspada dan berhati-hati.
Sekadar mengingatkan, Rubiyanto adalah wartawan yang mengabadikan pencekikan Letkol Robert Simanjutak terhadap Didik, fotografer Riau Pos saat meliput pesawat jatuh di Kabupaten Kampar. Hasil rekaman Robi inilah, akhirnya menyebar ke seluruh media televisi nasional.
Atas peristiwa itu, PWI Riau lantas memberikan penghargaan terhadap Robi dan Didik, serta Rian Anggoro wartawan LKBN Antara. Ketiganya sempat menjadi bulan-bulanan oknum saat meliput di lokasi kejadian pesawat tempur TNI AU terjatuh. (h/ti)
- Mandau Belum Layak Jadi Kabupaten
- BPN dan Basko Kalahkan PT KAI di PT TUN Medan
- Kakanwil Kemenag Sumbar Terperanjat
- Ribuan Massa FKOI Pasbar Demo
- Halte Dibangun Diatas Trotoar
- 17 Pulau di Padang Belum Terdata
- Bentrokan Berdarah di Bireuen, 3 Tewas
- TNI Bantah Anggotanya Terlibat
- West Sumatera Coorporate Serap Rp1 M
- 6 Daerah Belum Capai Target Perekaman e-KTP
- Bagindo Rustam Pimpin Nagari Tiku Limo Jorong
- Dewan Minta Tender Mobeler DPRD Dibatalkan
- UMK Pekanbaru Rp1.450.000
- Guru Belum Optimalkan Fungsi Laptop
- Bangkai Hiu Paus dikafani dan Dikuburkan
- Angka Kematian Bayi Masih Tinggi
- Janda Pejuang Dapat Santunan
- Fauzi Bahar Pimpin Rajawali SAR Nusantara
- Sumbar Kembangkan Kawasan Rumah Pangan Lestari
- Padang Dapat Dana APBN Rp69,4 M


