Rabu05152013

Last update12:00:00 AM

Back Andalas Unand dan LPJK Sumbar Gelar Konferensi Internasional

Unand dan LPJK Sumbar Gelar Konferensi Internasional

PADANG (HK) - Fakultas Teknik Universitas Andalas (FT UA) bekerjasama dengan LPJK Sumbar dan Pusat Studi Inovasi Unand, akan mengadakan konferensi internasional industri konstruksi dan manajemen aset (International Conference on Construction Industry, Facilities and Asset Management/ICCIFAM 2012) di Hotel Grand Inna Muara Padang, Kamis (hari ini,red)).
Peserta konferensi ini, selain dari pihak akademisi, juga akan diikuti oleh praktisi, peneliti, pemerintahan dan sejumlah peserta yang datang dari mancanegara.

"Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Fakultas Teknik dan Pusat Studi Inovasi Unand. Pada tahun ini, kami bekerjasama dengan LPJK sumbar yang terkait langsung dengan persoalan industri konstruksi, aset dan fasilitas publik. Tema konferensi tahun ini adalah pengelolaan aset dan fasilitas di dalam persaingan ekonomi global yang tidak menentu ini,” kata Ketua Panitia, Insannul Kamil, Rabu (21/11).

Menurut Insannul, tujuan diadakannya konferensi ini adalah untuk mendukung, mempromosikan, mengembangkan wawasan dan pengetahuan tentang industri konstruksi, aset dan fasilitas. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan sebuah inisiatif yang diharapkan bisa mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan atau sustainable development, yang ramah lingkungan, ramah bencana dan ramah masa depan.

Kegiatan konferensi internasional ini dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis Unand ke-56 dan dapat terselenggara karena dukungan dari berbagai pihak yang sangat luar biasa. Makanya, pihak panitia menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang ikut mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Bagi FT UA dan LPJK Sumbar, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kerjasama nyata dalam membangun jaringan komunitas ilmiah dalam bidang industri konstruksi, manajemen aset dan fasilitas yang berkelanjutan, kata Prof. Hairul Abral, Dekan Fakultas Teknik Unand dan Muhammad Dien, Ketua LPJK Sumbar.

"Sedangkan, dari para pembicara mancanegara tersebut, kita bisa sharing, belajar dan tahu mengenai bagaimana isu kekinian pembangunan konstruksi di negara mereka. Juga, mengenai bagaimana mereka mengelola aset fasilitas mereka yang dapat kita gunakan sebagai benchmarking," urai Insannul Kamil, yang juga menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Inovasi Unand. (zal)

Share