Kamis01052017

Last update05:00:00 AM

Back Andalas Hubungan Bupati dan Wabup Kampar Retak

Hubungan Bupati dan Wabup Kampar Retak

Jefry Noer Kecewa Dengan Ibrahim Ali

BANGKINANG-Bupati Kampar,H Jefry Noer menyatakan kecewa dan kesal dengan sikap wakil Bupati Kampar,H Ibrahim Ali yang tidak mendukung program pembangunan yang telah dicanangkannya. Jefri menilai bahwa Ibrahim cenderung mengeluarkan pernyataan yang berseberangan dengan kebijakan yang dibuat dirinya.

Hal itu dikatakanya kepada sejumlah wartawan,Senin(26/11). Menurut Jefri dulunya dia memilih Ibrahim Ali, sebagai Wabup yang mendampingi dirinya, atas saran dari seseorang teman, dengan argumentasi harus mengambil pasanganya dari warga Kampar yang bertugas di luar Kampar.

Dikatakanya bahwa pada sa at maju pada Pilkada Kampar 2011 lalu,sejumlah nama akan berpasangan dengannya seperti Sekko Batam,H Agus Sahiman, Azwan(sekda Kampar saat ini) dan Ibrahim Ali.”Agus Sahiman tidak mau dilepas oleh walikota Batam dan Azwan belum memberikan kepastian saat itu hingga akhirnya berpasangan dengan Ibrahim Ali yang baru saya kenal satu minggu,’katanya.

Jefry Noer menyebutkan bahwa dulu,dia belum kenal dengan Ibrahim Ali dan diperkenalkan oleh seseorang bahkan Ibrahim Ali mengatakan bahwa Jefry Noer adalah idolanya sehingga membuatnya tertarik untuk berpasangan.

Diakuinya bahwa dia merasa salah pilih dan tak teliti dalam menentukan pendampingnya dulu dan dia akan terus bekerja demi masyarakat Kampar. Jefry Noer menyebutkan bahwa pada saat upacara senin di lapangan kantor Bupati Kampar, Ibrahim Ali menjelek-jelekan kepemimpinanya di hadapan PNS dan sejak itu,dia tak memberi tugas lagi mewakilinya dan mendelegasikan tugasnya ke Sekda Kampar.

Jefry Noer mengakui bahwa pada Pilkada lalu,Ibrahim Ali memang ikut menyiapkan dana Rp 1.2 M yang digunakan untuk kompensasi partai politik .Bahkan Jefry Noer menilai bahwa biaya perjalanan dinas antara Bupati dan wakil Bupati tidak begitu jauh beda yakni Bupati Rp 1.2 M sedangkan wakil Bupati Rp 1.010 M dan belum termasuk upah pungut di Dispenda.

Terkait dengan kondisi tersebut, Jefri mengaku akan membuat laporan kepada Mendagri, bahwa saat ini sudah tidak ada harmonisasi antara dirinya dengan sang wabup, Jefri berharap ada jalan keluar terbaik yang bisa diberikan oleh Mendagri.

Dewan penasehat Bupati,H Djanuarel mengatakan bahwa pihaknya telah meminta Bupati Kampar untuk bersabar dan menahan emosi dan pihaknya telah pernah melaksanan pertemuan dengan Bupati dan wakil Bupati di hotel Labersa Siak Hulu agar situasi Kampar tetap kondusif.

Wakil Bupati Kampar,H Ibrahim Ali saat dihubungi melalui ponselnya sedang tidak aktif guna diminta tanggapanya terkait pernyataan Jefry Noer itu.(dom)

Share