Kuliah Umum dengan tema “Menumbuhkan Jiwa dan Kompetensi Kewirausahaan Dalam Menghadapi Pasar Besar” itu, digelar dalam rangka rangkaian kegiatan Dies Natalis ITP ke-40. Tingginya animo mahasiswa ITP mendengarkan konsep dan pengalaman autentik Basko menggapai kesuksesan menyebabkan kuliah umum tersebut mengalir seperti air dan memakan waktu hingga tiga jam dari pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB. Diskusi pun berlangsung hangat dan menarik.
Mahasiswa dan seluruh jajaran ITP sejak pagi hari, sekitar pukul 08.00 WIB telah memadati aula. Mereka seakan tidak sabar, untuk berjumpa langsung dan mendengarkan berbagai pengalaman hidup Pemimpin Umum Haluan Media Group (Harian Haluan Padang, Haluan Kepri, Haluan Riau dan Haluan FM Pekanbaru) tersebut.
Kedatangan Basrizal Koto, bersama seluruh orang-orang yang memiliki peran penting dalam mengelola usaha-usahanya, seperti EAM Aerowisata Premier Basko Hotel Rice Basko, Brian Putra Basko, GM Basko Grand Mall Robby Wiryawan, Wakil Pemimpin Umum (WPU) Haluan Zul Effendi dan Pemimpin Redaksi Haluan Yon Erizon, disambut hangat oleh Rektor ITP Ir Hendri Nofrianto MT, Sekretaris ITP Ade Indra ST MT dan seluruh Civitas Akademika ITP.
Di hadapan ratusan Civitas Akademika ITP, Basrizal Koto, tidak segan-segan menyampaikan pengalaman hidupnya yang susah pada masa kecil, dan berbagai perjalanannya sehingga sampai pada saat seperti sekarang ini.
“Saya terlahir dalam keadaan miskin, bahkan sangat miskin. Tetapi saya tidak menginginkan kemiskinan berlangsung lama dalam kehidupan. Kemiskinan harus dilawan. Saya sadar bahwa saya berasal dari keluarga miskin dan hampir tidak memiliki pendidikan, karena saya hanya sampai mencicipi pendidikan hingga kelas V SD saja. Alamlah yang mengajarkan saya menjadi orang yang tidak pantang menyerah,” ujarnya.
Basko merantau ke Pekanbaru, Riau pada umur 10 tahun. Kerasnya hidup, serta keinginan yang sangat besar untuk membahagiakan ibunya, yang membulatkan tekadnya untuk merantau. Padahal ketika sekolah, ia termasuk murid yang berprestasi dan selalu juara kelas.
“Keputusan saya berhenti sekolah merupakan anugrah yang sangat besar. Meskipun saya tahu pendidikan itu sangat berharga, saya harus merantau demi ibu saya. Suatu hari saya mendapati ibu sedang menagis, dan sangat sedih karena tidak memiliki beras untuk dimasak. Ibu sudah berusaha meminjam kepada salah seorang tetangga terdekat. Tapi,ibu tidak mendapat pinjaman beras, yang ia terima malah hinaan. Kami malah disuruh makan batu. Cucuran air mata ibu saya, yang membuat keinginan saya makin kuat untuk merantau pada usia yang sangat muda,” ungkapnya.
Ditambahkannya, pertama kali merantau ia tidak memiliki apa-apa. Bahkan, untuk bertahan hidup, ia sempat menjadi kernet bus selama dua tahun di perantauan. H Basrizal Koto, juga mengaku sempat membuka usaha jahitan, dan jual beli sepada motor bekas. Menurut Basko, pesan sang ibu yang tetap dipatuhinya hingga kini, pertama, kalau berkata di bawah-bawah. Kedua, sehabis shalat Subuh jangan lagi tidur, tapi berusaha mencari rezeki.
Ketiga, uang yang telah susah payah dicari, tidak boleh dibuang dengan berpoya-poya, dan dibakar, seperti untuk membeli rokok. Pesan itu, dibarengi dengan komitmen, dan menjaga komunikasi dengan seluruh orang. “Pesan itu, tidak pernah saya langgar, dan selalu saya tanam di dalam hati yang paling dalam. Mudah-mudahan, dengan pesan itu, saya bisa menjadi seperti ini,” tuturnya.
Basko beberapa kali menegaskan kepada mahasiswa ITP tentang pentingnya kemampuan berkomunikasi. Kemampuan berkomunikasi dalam hal ini bukan dalam arti penguasaan bahasa semata, tetapi cendrung kepada kemampuan meyakinkan orang lain atau yang disebut juga dengan kamampun lobi. Basko juga mengajurkan kepada mahasiswa ITP untuk bekerja sambil kuliah. Tujuannya agar mendapat pengalaman dan pergaulan atau jaringan yang luas. Sehingga ketika menamatkan kuliah tidak canggung menghadapi dunia kerja. “Meski kuliah sambil kerja, tapi kuliah harus tamat tepat waktu, agar orang tua tidak kecewa,” kata Basko yang mengaku hal tersebut juga diterapkan kepada 10 orang anaknya.
Rektor ITP Ir Hendri Nofrianto MT salut dan merasa sangat terharu mendengar materi kuliah umum yang disampaikan Basko. Karena, selama ini, ia tidak pernah mendengar seorang pengusaha yang berani berbicara blak-blakan dan apa adanya. “Kami tidak menyangka beliau mau berbicara sangat terbuka di hadapan mahasiswa dan kami semua. Kami sangat kagum, dan berterimakasih kepada beliau. Semoga semangat dan spirit hidup beliau menular kepada seluruh mahasiswa ITP,” kata Hendri.
Pada kesempatan tersebut, Rektor ITP Hendri Nofrianto langsung menawarkan kepada Basrizal Koto menjadi dewan penyantun ITP. Basrizal Koto pun menerima tawaran tersebut dengan senang hati.
“Alhamdulillah beliau bersedia sebagai Dewan Penyantun ITP, kami sangat bangga,” ujarnya.
Mahasiswa ITP seakan-akan terhipnotis dengan pemaparan Basko. Sebagian peserta tampak meneteskan air mata ketika mendengarkan kisah tentang pedihnya hidup Basko saat kecil dan remaja. Saat Basko memaparkan kesuksesannya membangun puluhan perusahaan di Pekanbaru, Padang, Batam dan Jakarta mereka juga terharu. “Kami benar-benar berterima kasih dan bersyukur bisa mendengarkan kuliah umum dari Bapak,” kata Nurhayati, salah seorang mahasiswi ITP.
Mahasiswa Jurusan Teknik Informasi, Lucky juga merasa terharu mendengarkan kisah perjalanan hidup Basko. Sebab perjuangan hidup yang dilewati Basko, tidak mudah untuk dihadapi, dan dilewati.
“Dengan cerita Pak Basrizal Koto tadi, saya teringat dengan keluarga saya. Karena, nasib yang saya alami hampir sama dengan nasib beliau. Saya salut sama beliau, saya akan mencontoh beliau,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Bersamaan dengan kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan MoU kerja sama antara ITP dengan Haluan. MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor ITP Ir Hendri Nofrianto MT dan Pemimpin Redaksi Haluan Yon Erizon serta disaksikan langsung oleh Owner Basko Goup H Basrizal Koto. (h/cw-wis)
- Pemko Pekanbaru Bangun 5 TPS Dianggarkan Rp5 M
- Bus Rombongan Paskibra Terbalik di Medan
- Nama BIM Akan Diganti Mr H St Moh Rasjid
- DPRD Riau Batasi Masa Tugas Pansus 30 Hari
- KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Gubernur Riau
- Pemilu 2014, Dapil Pekanbaru Bertambah
- Kapal Penyelundup 37 Ton Bawang Diamankan
- 2 Pelaku Sodomi Murid SD di Pekanbaru Ditangkap


