Rabu03062013

Last update12:00:00 AM

Back Andalas Nama BIM Akan Diganti Mr H St Moh Rasjid

Nama BIM Akan Diganti Mr H St Moh Rasjid

Setelah Diresmikan Jadi Nama Jalan

PADANG, HALUAN—Jalan dari perbatasan Kota Padang di By Pass menuju Bandara International Minangkabau (BIM) Kabupaten Padang Pariman, resmi bernama Mr H St Moh Rasjid. Pemakaian nama jalan ini diresmikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Irman Gusman, di Fly Over Duku, Kamis (28/2).

Acara peresmian dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil, Bupati Kabupaten Padang Pariaman Ali Mukhni, dan Walikota Padang Fauzi Bahar.

Berikutnya juga hadir mantan Menko Kesra Azwar Anas, mantan Menteri LH Emil Salim, mantan Menteri Tenaga Kerja Abdul Latif, Dorojatun Koncoro Jati, Bambang W Soeharto, Preskom Basko Group H Basrizal Koto dan ratusan tamu undangan lainnya. Selanjutnya yang sangat berbahagia hadir pada acara itu adalah CEO Bank CIMB Niaga Arwin Rasyid yang tak lain adalah putra bungsu Mr H St Moh Rasjid. Keluarga besar dari almarhum Mr H St Moh Rasjid juga hadir.

Arwan Rasyid dengan penuh rasa haru mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, DPRD Padang Pariaman, Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, Basrizal Koto, Pemprov Sumbar dan semua pihak yang telah ikut membantu hingga ditetapkannya Mr H St Moh Rasjid manjadi nama jalan batas kota menuju BIM.

“Dalam peresmian ini, saya teringat dengan dia (Mr H St Mohamad Rasjid), saya teringat kegigihan dan pengorbanannya selama ini. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, hanya ucapan terimakasih yang bisa saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Sumbar atas apresiasainya dalam memberikan penghargaan ini,” ujarnya terbata-bata dan mata berkaca-kaca.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dalam pidatonya mengatakan, penamaan jalan mulai dari perbatasan Kota Padang sampai BIM sudah sangat pantas, dan sudah selayaknya diberikan dengan nama Mr H St Mohamad Rasjid. Karena menurutnya, perjuangan, dan jasa Mr H St Mohamad Rasjid dalam memperjuangkan bangsa Indonesia sangat besar.

“Selain penamaan jalan ini, kami juga akan mengusulkan perubahan penamaan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Internasional Mr H St Mohamad Rasjid. Penghargaan ini kami berikan sebagai ucapan terimakasih kami terhadap jasa dan pengorbanan beliau,” tutur Ali Mukhni.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Sejarah Piaman, yang juga Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim menyatakan, pengesahan peraturan daerah (perda) pada tanggal 25 Januari 2013 lalu, tentang pemberian nama jalan yang dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Padang Pariaman menandakan penghormatan terhadap pahlawan. Menurut Muslim Kasim pemberian nama jalan ini seperti menghidupkan kembali Mr H ST Mohamad Rasjid untuk dikenang, diteladani dan jadi napak tilas bagi masyarakat Sumatera Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya. Dengan menyebut nama jalan ini, maka Mr H St Moh Rasjid akan hidup sepanjang sejarah.

“Alhamdullah akhirnya cita-cita kami untuk memberikan nama jalan mulai dari perbatasan Kota Padang ke BIM ini tercapai. Karena, pengajuan nama jalan itu sudah kami ajukan sejak tahun sejak 2006 lalu, dan akhirnya baru pada awal tahun 2013 ini, bisa disetujui oleh pemerintah,” ungkapnya.

Sementara Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, peresmian nama jalan dari perbatasan Kota Padang menuju-BIM ini, adalah suatu kebanggan bagi masyarakat Padang Pariaman khususnya, dan Sumbar umumnya.

“Kami dari Pemprov Sumbar mengucapkan selamat atas peresmian nama jalan ini. Dengan diresmikannya jalan ini, maka jasa dan perjuangan Mr H St Mohamad Rasjid akan melekat di hati seluruh masyarakat Sumbar,” terangnya.

Sedangkan Ketua DPD RI H Irman Gusman mengatakan, sosok Mr ST Moh Rasjid, tidak saja cukup untuk menjadi nama jalan tapi juga bandara dan pahlawan nasional tentunya. Karena Kepres 28 tahun 2006 menyatakan tanggal 19 Desember yang merupakan Hari Bela Negara (HBN) terkait Pemerintahan Daerah Darurat Indonesia (PDRI) yang berpusat di Bukittinggi.

Di mana pada saat itu, Mr H St Moh Rasjid, menjadi tokoh sentral dan penting di PDRI. Saat itu ia menjabat sebagai gubernur militer Sumatera Tengah merangkap Menteri Keamanan, Pembangunan, Pemuda, Sosial dan Perburuhan PDRI pada tahun 1949-1950.

“Penamaan jalan ini, adalah langkah awal kita untuk terus memantapkan jasa beliau. Saya dan seluruh pihak-pihak terkait lainnya, akan mengajukan juga penamaan BIM yang selama ini, menjadi nama Mr H St Mohamad Rasjid,” pungkasnya.

Selain penamaan BIM, pihaknya juga akan mengumpulkan data, dan dokumen Mr H St Mohamad Rasjid, untuk pengajuan dan pengangkatannya sebagai pahlawan nasional. “Saya berharap, keluarga, dan unsur lainnya segera mengumpulkan data, dan dokumen beliau. Sehingga, dalam waktu dekat, Mr H St Mohamad Rasjid bisa diusulkan menjadi pahlawan nasional, seperti mana yang dilakukan terhadap Syafruddin Prawira Negara” terangnya. (h/cw-wis/lex)

Share