Rabu03062013

Last update12:00:00 AM

Back Andalas Bus Rombongan Paskibra Terbalik di Medan

Bus Rombongan Paskibra Terbalik di Medan

7 Tewas, 18 Luka-luka

MEDAN (HK)--Kecelakaan lalulintas kembali merenggut jiwa. Setelah dua kecelakakan di Jawa yang menewaskan 40-an penumpang, kali ini kecelakaan serupa terjadi di Sumatera Utara tepatnya di kawasan Pondok Bulu, Kecamatan Sibaganding, Kabupaten Simalungun, Medan, Jumat (1/3) siang.

Bus penumpang umum Koperasi Diori BB 7663 EA yang mengangkut 32 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Kota Pematang Siantar terjun ke jurang. Akibatnya, tujuah orang tewas, dan 18 lainnya luka parah dan ringan.

Ketujuh korab tewa itu, enam diantaranya siswa anggota Paskibra. Mereka Ananda (SMA 4), Jumaidah (SMA 4), Masnaria Panggabean (SMA 1), Gusti Ayu Anggraini (SMA 4), dan Okri (SMA 1). Seluruh korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Vita Insani Pematang Siantar untuk mendapat perawatan medis. Dari hasil penyelidikan polisi, penyebab kecelakaan bus tersebut akibat rem blong.

Informasi yang dihimpun, saat kejadian bus itu mengangkut 32 anggota Paskibra atau Pasukan Pengibar Bendera Sekolah (BPBS). Seluruhnya merupakan siswa-siswa terpilih dari berbagai sekolah di Pematang Siantar.

Saat itu rombongan sedang menuju lokasi perkemahan di Balai Diklat Kehutanan Pondok Bulu sebagai rangkaian dari kegiatan Paskibra yang mereka jalani. Namun nahas, bus Koperasi Diori yang mereka tumpangi masuk ke jurang sedalam 25 meter di kawasan Pondok Bulu, sekitar 16 kilometer dari Parapat.

Sebelum masuk jurang, bus menabrak dinding jembatan dan terguling.

"Jalan yang dilewati ini naik turun. Ada tanjakan dan penurunan. Kemungkinan karena rem blong, pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraaan saat turun, kemudian menabrak dinding jembatan, terus masuk ke sungai di bawahnya," kata Kapolres Simalungun AKBP Andi Syahriful Taufik, kemarin.

Bus itu sempat terguling dan saat terhenti, bagian kepala bus itu sudah menghadap ke arah jalur masuknya semula hingga tercebur di sungai dengan kedalaman 5 meter.

Proses tergulingnya bus inilah yang menyebabkan 18 orang penumpang yang mengalami luka ringan, 5 orang luka berat dan 7 orang meninggal dunia.

Kapolsek Dolok Panribuan AKP W Harianja mengaku pihaknya belum mengetahui penyebab kecelakaan bus yang terjadi saat kawasan di sekitar lokasi kejadian sedang diguyur hujan itu. "Saat ini kita masih fokus melakukan upaya evakuasi," kata Harianja yang mengaku masih berada di lokasi kejadian.

Harianja mengatakan seluruh korban tewas dan luka merupakan warga Kota Pematang Siantar. Sementara itu kepolisian terpaksa menghentikan sementara proses evakuasi para korban dari bus yang masuk jurang dengan alasan mempertimbangkan faktor keamanan.

"Tadi proses evakuasi selain dilakukan personel polisi, juga dibantu warga. Ini sekarang suasananya sudah gelap dan hujan. Mempertimbangkan keamanan, maka evakuasi ini dihentikan sementara," katanya.

Ditanya tentang masih ada tidaknya korban yang berada di dalam bus, ia mengaku belum bisa memastikan. Hanya menurutnya timnya sudah berupaya maksimal menyelamatkan para korban. Ada 18 korban luka yang berhasil dievakuasi, sedangkan korban tewas tujuh orang.

Sopir Ditangkap

Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Begitu juga dengan Tellem Simanungsong (45) sopir bus Koperasi Diori. Sopir ini awalnya dikira tewas dalam kecelakaan bus, namun ternyata Tellem selamat.

Dalam kejadian itu Tellem hanya mengalami luka ringan dan ditangkap polisi di jalan lintas Pematangsiantar.

"Tellem kita tetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa itu. Tellem ditangkap usai berobat,”kata Kapolres Simalungun AKBP Andi Syahriful, Jumat (1/3).

Dijelaskan Kapolres, awalnya polisi menduga bahwa Umisar Marpaung (48) yang tewas dalam kejadian itu adalah sopir bus naas tersebut. Namun, setelah dilakukan penyelidikan dan dikuatkan dengan keterangan korban yang selamat, ternyata Umisar Marpaung bukanlah sopir bus tersebut.

"Umisar Marpaung yang tewas dalam kecelakaan itu adalah teman Simangunsong dan bukan sopir,”kata Kapolres.

Menurut Andi, tersangka juga mengalami luka akibat kejadian itu, namun masih bisa melarikan diri. Setelah bus terjun ke jurang, tersangka menelusuri sungai sekitar dua jam lamanya.

Pengakuan tersangka, penyebab kecelakaan itu akibat rem yang blong. Saat bus melintas di jalan yang menurun (lokasi kejadian), Tellem berusaha mengerem, namun tak berhasil. (kom/net/tmp)

Share