Kamis03212013

Last update12:00:00 AM

Back Andalas Pemprov Riau Mulai Lelang 51 Mobdin

Pemprov Riau Mulai Lelang 51 Mobdin

PEKANBARU (HK)- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah melakukan proses lelang bagi pengadaan 51 unit mobil dinas (mobdin) bagi anggota DPRD Riau. Selasa (5/3) kemarin merupakan batas akhir pembayaran Jaminan Pelaksanaan bagi pemenang yakni, Mitsubishi Outlander.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perlengkapan Setdaprov Riau, Abdi Haro, Selasa (5/3) di Rumah Dinas Setdaprov Riau, Wan Syamsir Yus, Jalan Gajah Mada.

Diakui Abdi, tahun ini, pihaknya hanya menganggarkan mobdin bagi DPRD Riau saja. Untuk Pemprov sendiri, kebutuhan mobdin masih terpenuhi meskipun ada beberapa mobdin yang sudah memasuki masa pensiun.

"Kita baru menganggarkan untuk mobdin dewan. Untuk Pemprov tahun depanlah ya, sekalian mobil listrik," serunya.

Untuk tahap lelang sendiri, Abdi, menyebutkan sudah mendapatkan pemenang dari tiga peserta yang mengajukan. Penentuan mobdin ini sendiri, tergantung dari pemenang yang ingin meneruskan pengadaan mobdin dengan sistem sewa atau tidak.

Dari tiga peserta yang ikut lelang, antaranya Chevrolet Optiva, Mitsubishi Outlander dan Nisan Xtrail yang maju sebagai pemenang adalah mitsubishi outlander, karena lebih irit.

"Kalau pemenang mau lanjut ya terus. Sejauh ini sudah menjurus satu pemenang kalau besok tak diberikan jaminan pelaksanaannya kita akan menyita asuransinya. Ini sesuai peraturan presiden," jelas Abdi.

Dikatakan Abdi, sesuai peraturan presiden, dalam proses lelang harus ada asuransi dan pihak mitsubishi juga harus menyerahkan jaminan pelaksanaan sekian persen dari tender yang dianggarkan. Besarnya pengadaan mobdin ini sendiri yang dianggarkan Pemprov sekitar Rp8 miliar lebih.

"Jadi kalau memang hari ini mereka tidak berikan jaminan pelaksanaan, tender batal. harus lelang ulang," kata Abdi.

Seperti halnya tahun kemarin, dua kali proses lelang gagal dikarenakan tidak ada peserta yang mengikuti serta kurangnya peserta. "Tahun kemarin kita memang menganggarkan, namun, proses lelangnya gagal. Mungkin ada karena nilainya sedirkit dan ada juga peserta lelang kurant," jelas Abdi.(rtk)

Share