Kamis03212013

Last update12:00:00 AM

Back Andalas TNI-Polisi Bentrok

TNI-Polisi Bentrok

Kantor Polres, 70 Motor dan 9 Mobil Dibakar
4 Polisi Luka-luka


PELAMBANG (HK)-- Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Yon Armed 15 dan Polri di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Kemering Ulu (OKU) Sumatera Selatan bentrok, Kamis (7/2) pagi. Insiden ini menyebabkan empat polisi mengalami luka-luka, 70-an sepeda motor dan puluhan mobil serta Markas Polisi Resort (Polres) OKU dibakar.

Peristiwa naas itu terjadi ketika puluhan anggota TNI lengkap dengan seragam loreng hijau menggunakan truk dan mengendarai kurang lebih 100 sepeda motor melakukan aksi damai ke Mapolres OKU. Kedatangan prajurit ini hendak mempertanyakan kasus penembakan anggota TNI Pratu berinisial HO hingga tewas yang dilakukan oleh anggota Polres OKU, Brigadir WJ pada Januari lalu. Kedatangan personel TNI diterima dengan baik dan dipersilakan masuk ke Mapolres OKU.

Sejumlah anggota Polres pun menyiapkan ruangan untuk pertemuan itu. Saat itu Kapolres OKU, AKBP Azis Saputra sedang tak berada di tempat. Sehingga mereka diterima Kabag Ops Polres OKU, Komisaris Polisi Afri S Jaya.

Namun diduga oknum TNI mendapat jawaban yang kurang memuaskan sehingga berujung pada pembakaran dan perusakan Mapolres dan menghajar tiga petugas jaga. Ketiga polisi itu adalah Aiptu Arwani (luka tusuk paha kiri), Briptu Berlin Mandala (luka tusuk di punggung), Bripka M dan Asrul Hasibuan, warga sipil, petugas kebersihan.

"Situasi menjadi tak terkendali, yang diserang Mapolres OKU dan dua sub sektor," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius di Mabes Polri, Kamis (7/3)

Amuk massa pun akhirnya berhenti setelah ditarik mundur oleh Komandan mereka yang datang menyusul. Dalam perjalanan pulang menuju Batalyon di Baturaja Timur, massa berpapasan dengan Kapolsek Martapura, AKP Ridwan. Kapolsek itu pun dipukul hingga kritis.

Suhardi menambahkan saat ini Mabes Polri dan Mabes TNI sudah menurunkan tim ke lokasi. Sementara 95 anggota TNI yang terlibat juga sudah menjalani pemeriksaan.

Di tempat terpisah Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padkova mengatakan, kendaraan yang rusak dalam insiden itu milik anggota Polres OKU.

"Sebagian besar kendaraan tersebut adalah milik anggota Polres OKU, baik pribadi maupun kendaraan operasional. Ada juga kendaraan milik warga yang sedang ada urusan di Mapolres OKU jadi korban," jelas Djarod, Kamis (7/3).

Djarod belum dapat memastikan jumlah kerugian material. Menurutnya, polisi sudah menurunkan tim investigasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Belum lagi kerugian akibat perusakan yang terjadi di Mapolsek Martapura dan pos-pos polisi di kota Baturaja ikut menjadi korban perusakan dan pembakaran

Sementara itu Komandan Satuan Brimob Polda Sumsel, Komisaris Besar Adeni Mohan Daeng Pabali, menyatakan, dua satuan setingkat kompi Brimob siap diterjunkan ke lokasi kejadian. "Saya akan pimpin langsung ke sana, saat ini kami masih siaga di markas menanti perintah dari Kapolda." kata Mohan.

Saat ini Kota Baturaja sebagai ibu kota Kabupaten OKU masih mencekam. Api dikabarkan masih melahap beberapa bagian bangunan Mapolres setempat. Petugas pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten OKU dan PT Semen Baturaja tengah berusaha memadamkan api.

Untuk diketahui, kasus penembakan terhadap Pratu HO hingga tewas yang dilakukan oknum polisi itu diduga berawal saat pelaku menjalankan tugasnya di depan pos polisi untuk memeriksa pelanggar lalu lintas. Namun tiba-tiba, korban yang saat itu mengendarai sepeda motor, diduga bersikap kasar terhadap pelaku.

Oleh pelaku, korban sempat diuber. Terdengar suara letusan senjata api saat aksi pengejaran. Korban tersungkur di jalan dan meninggal dunia. (mrd/net/kom)

Share