Kamis03212013

Last update12:00:00 AM

Back Andalas Mapolres Oku Dibakar, 16 Tahanan Kabur

Mapolres Oku Dibakar, 16 Tahanan Kabur

PALEMBANG-- Pembakaran Mapolres OKU yang dilakukan oknum TNI mengakibatkan 16 tahanan berhasil melarikan diri.

"16 orang tahanan melarikan diri," ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Suhardi Alius di Mabes Polri, Kamis (7/3).

Suhardi mengatakan jumlah tahanan di Mapolres tersebut sebanyak 22 orang. Sementara sisa tahanan berjumlah lima orang lainnya telah dititipkan ke Koramil. "Sisa tahanan lainnya saat ini dititipkan ke Koramil," tuturnya.

Terkait pelayanan, Suhardi mengatakan pihaknya mengalihkan pelayanan masyarakat ke pos polisi lainnya.

"Untuk pelayanan ke masyarakat dititipkan Polsek di Baturaja seperti pelayanan administarasi, SIM, SKCK di kantor pusat. Untuk minimal 3 bulan kedepan," ungkapnya

Penjarahan

Aksi penyerangan dan pembakaran terhadap Mapolres OKu ternyata juga dimanfaatkan para penjarah.

Di tengah situasi rusuh, ratusan warga dilaporkan menjarah makanan dan minuman yang ada di Mapolres. Sementara itu, pascapenyerangan, jajaran Kodim 0403 membantu pengamanan di Mapolres OKU.

Akibat aksi penyerangan dan pembakaran Mapolres OKU yang berada di pusat Kota Baturaja, suasana kota setempat mencekam dan sejumlah aktivitas warga terganggu. Aparat dari jajaran Kodim setempat menurunkan personelnya untuk mengamankan lokasi.

Jalur menuju Polres dipasangi pembatas jalan dan dijaga aparat TNI dari Kodim setempat dibantu petugas pengamanan dari Sat Pol PP.

Turunkan Tim

Mabes Polri telah menurunkan tim investigasi dari Tim Propam dan Irwasum serta dari Polda Sumatera Selatan, untuk menyelidiki penyerangan puluhan oknum TNI di Mapolres OKU.

"Sudah diturunkan tim dari Jakarta, Tim Propam, Irwasum. Juga Polda Sumatera Selatan untuk evaluasi kejadian ini," jelas Suhardi.

Selain Polri, dari pihak TNI juga menurunkan tim untuk menginvestigasi perseteruan tersebut. Namun, Suhardi tidak tahu isi dari tim yang diturunkan pihak TNI tersebut.

Kedua tim dari dua TNI-Polri tersebut sambung Suhardi, akan melakukan koordinasi di lapangan. Untuk tim dari TNI akan melakuka penegakan hukum bagi anggotanya yang bersalah.

"Dan tadi kami berkoordinasi dengan Kapuspen TNI bahwa pimpinan TNI juga akan turunkan tim tentunya akan melakukan penegakan hukum bagi yang bersalah," pungkasnya.

Terkait dengan kasus ini Kapolri Jenderal Timur Pradopo mendesak Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono untuk segera memeriksa anggota TNI AD yang terlibat dalam pembakaran Mapolres OKU tersebut.

Dia pun mengatakan sudah berkoordinasi dengan Agus dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Pramono Edhie Wibowo untuk meredakan ketegangan. "Tentunya, apa pun alasannya, kan tidak boleh melakukan pembakaran. Apalagi ini kantor Polri, simbol negara, ya," katanya.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menelepon Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo begitu mengetahui kondisi bentrokan yang terjadi antara TNI dengan Polri di OKU, Kamis (7/3).

Juru Bicara Presiden SBY Julian Pasha mengatakan, presiden telah meminta penjelasan Kapolri per telepon sekitar pukul 06:30 waktu setempat. Saat ini, presiden dan rombongan masih berada di Jerman.

"Arahan presiden kepada Kapolri agar mengirim tim investigasi dan tindak tegas mereka yang terbukti terlibat. Berkooordinasi dengan Kapolda dan Pangdam dan mereka segera turun langung mengatasi situasi," ujarnya.

Sementara itu Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto meminta TNI AD menindak tegas pelaku pembakaran Mapolres OKU.

"Tadi pagi (kemarin) saya sudah mendapat laporan dari Panglima TNI dan Kapolri soal pembakaran Markas Polres tersebut. Pelaku agar diperiksa dan dikenakan hukuman sesuai ketentuan," katanya, kemarin.

Menurut Joko, dirinya sudah minta kepada Panglima dan Kapolri untuk menindaklanjuti kasus itu dan mengenakan hukuman yang setimpal terhadap pelaku pembakaran markas Polres.

"Gedung itu merupakan gedung milik negara sehingga tidak ada alasan untuk dibakar," kata Djoko. (mrk/kom/net)

Share