Sabtu05042013

Last update12:00:00 AM

Back Andalas Bayi Enam Bulan Tewas Digigit Monyet

Bayi Enam Bulan Tewas Digigit Monyet

ROKAN HULU (HK)- Bayi berusia enam bulan, Yusulfi harus meregang nyawa akibat digigit seekor monyet di kepalanya. Warga yang kesal pun memburu monyet tersebut dan menghabisinya.

Peristiwa ini terjadi, Kamis (28/3) di Desa Menaming, Kecamatan Rambah, Kab Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Bayi malang ini merupakan buah hati Permohonan anggota Satpol PP dan Siti Rahayu. Bayi usia enam bulan yang merupakan anak pertama ini tanpa sepengetahuan orangtuanya dan keluargnya diserang monyet di dalam kamar.

"Bayi itu diayun dalam kamar, sedangkan ibunya saat kejadian lagi mencuci. Sedangkan neneknya berada di dapur. Saat bocah itu menjerit, neneknya duluan yang mengetahui dan langsung minta tolong ke warga," kata Kades Menaming, Firdaus Daulay.

Saat itu juga warga datang memberi petolongan. Bayi ini dilarikan ke Puskesmas karena mengalami luka serius digigit monyet di bagian kepalanya hingga tembus ke batok kepalanya.

Pihak Puskesmas yang tidak sanggup menangani bayi malang ini lantas merujuk ke RSUD di Pasir Pangaraian. Namun karena kondisi lukanya cukup serius, akhirnya bayi malang ini meninggal dunia.

"Nyawanya tak tertolong lagi, karena lukanya cukup serius," kata Firdaus.

Ketika sebagian warga membawa ke rumah sakit, sebagian warga lainnya memburu monyet tersebut. Dengan senjata senapan angin, monyet ini berhasil ditangkap. Warga lantas membunuhnya.

"Kita terkejut juga, kok sampai ada monyet menyerang ke rumah warga. Memang sepekan ini sempat muncul seekor monyet, tapi tak ada yang menyangka jika sampai menyerang seperti itu," katanya.

Uji Virus Rabies Beruk

Dinas Pernakan Rohul membawa kepala monyet pembunuh bayi ke Pekanbaru. Tujuannya untuk memastikan apakah hewan liar tersebut rabies.

Kepala Disnakan Rokan Hulu, Marjoko mengatakan kepala monyet tersebut telah dikirim ke Dinas Peternakan Riau di Pekanbaru, Kamis (28/3) untuk dilakukan uji, apakah Monyet besar tersebut telah terinveksi rabies atau tidak.

"Kepalanya sudah dibawa ke Pekanbaru. Biasanya kalau dikirim hari ini (Kamis-rd), besok atau lusa baru bisa diketahui hasilnya," terang Marjoko.(dtc/rtk)

Share