PADANG (HK) - Garuda Indonesia terus membuka rute-rute baru, melayani masyarakat yang menginginkan penerbangan full service. Perusahaan penerbangan plat merah ini, Senin (14/4) melakukan penerbangan perdana ke dua rute sekaligus, yakni Padang-Pekanbaru dan Padang-Medan, terbang setiap hari, pulang-pergi, menggunakan pesawat Bombardier CRJ-1000 berkapasitas 96 seat.
GM Garuda Indonesia Padang, Ryanto A. Winarso, usai menggelar ceremonial penerbangan perdana atau inaugural flight kedua rute tersebut, mengatakan pesawat buatan Kanada tersebut merupakan armada terbaru Garuda, lebih nyaman, penumpang tidak akan merasakan kebisingan saat lepas landas maupun saat mendarat. Posisi duduk lebih nyaman, karena jarak antar baris kursi lebih jauh.
Ditambahkannya, selama masa promo hingga 22 April mendatang, harga tiket yang ditawarkan untuk Padang-Pekanbaru dan Padang-Medan sekitar Rp350 ribu.
“Untuk harga normalnya, di kisaran Rp400 ribu. Tapi kita lihat dulu pasarnya bagaimana. Untuk harga tiket tujuan Padang-Medan kurang lebih sama,” tambahnya.
Dibukanya dua rute baru tersebut, terutama Padang-Pekanbaru, karena Garuda melihat potensi pasar yang besar. Ryanto mengatakan, untuk kedua rute baru diperkirakan jumlah muatan penumpang bisa di atas 70 persen.
Selain dua rute yang telah terealisasi, Ryanto mengatakan pihaknya saat ini tengah melirik rute baru, seperti Padang-Palembang dan Padang-Tanjungpinang.
“Kita juga akan pertimbangkan untuk membuka rute lain seperti Padang-Palembang dan Padang-Tanjungpinang karena pasarnya juga potensial,” jelas Ryanto.
Menanggapi rencana tersebut, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menngatakan, pihaknya meyambut positif wacana pembukaan rute Padang-Tanjungpinang tersebut.
“Ada 4 rute gemuk di Tanjungpinang yakni ke -Padang, Medan, Pekanbaru dan Jakarta. Nah penerbangan langsung yang ada saat ini baru ke Jakarta dan Pekanbaru. Penerbangan langsung ke Padang dan Medan belum ada. Karenanya kita sangat mengharapkan rute tersebut bisa terwujud,” terang Lis via telephone genggamnya tadi malam.
Ditambahkannya, sekitar 40 persen dari masyarakat Tanjungpinang yang berasal dari Sumbar sehingga mobilitas masyarakat dari ibukota Kepulauan Riau tersebut ke Padang cukup tinggi.
Ketua DPC Himpunan Pramu Wisata Indonesia (HPI) Tanjungpinang, Syafril yang juga pengusaha travel biro MK Tour juga menyambut antusias wacana pembukaan rute Tanjungpinang-Padang tersebut.
“Selain bisa lebih efisien dari segi waktu dan biaya, dengan adanya penerbangan langsung tersebut juga akan membuka peluang wisata kedua daerah,” tambah Syafri. (h/ita)
- Pesta Lem Tujuh Pelajar SMP Diamankan
- Ibu RT Cabuli 8 Bocah Laki-laki
- KPK Imbau Gubri Kooperatif
- Rusli Zainal Tuding Mambang Mit
- Agus Yudhoyono: Generasi Muda Harus Optimis
- Sesama Tahanan Imigrasi Bentrok, 8 Tewas
- Batas Riau-Jambi di Inhu Berpolemik
- Bayi Enam Bulan Tewas Digigit Monyet



