Sabtu05182013

Last update12:00:00 AM

Back Andalas Oknum TNI Datangi Polsek Mandau

Oknum TNI Datangi Polsek Mandau

DURI (HK) - Lima oknum TNI mendatangi Polsek Mandau, Minggu (21/4). Kedatangan mereka terkait penangkapan bawang ilegal yang dilakukan jajaran Polsek Mandau.
Suasana sempat tegang. Dalam Operasi Cipta Kondisi yang dilancarkan Polisi Sektor Mandau di Simpang Bangko, Minggu (21/4) dinihari, sekitar pukul 04.00 WIB, berhasil diamankan satu unit mobil Colt Diesel BA 8230 MU bermuatan bawang bombai yang diduga menyalahi aturan karantina barang.

Beberapa jam setelah bawang yang diduga ilegal itu diamankan ke Polsek, sekitar pukul 16.00 WIB, lima oknum anggota TNI mendatangi Polsek Mandau.

Oknum Dengan nada tinggi dan adu argumen dengan penjagaan Polsek, kelimanya tak terima penangkapan itu. Mereka minta mobil pengangkut bawang dilepas.

Melihat tingkah kelima anggota TNI ini, pihak penjagaan mengarahkan untuk menjumpai Kanit Reskrim, AKP Maitertika SH. Suasana tegang terjadi. Karena kelimanya tetap ngotot minta mobil dikeluarkan.

Suasana tegang itu makin memuncak ketika salah seorang dari oknum anggota TNI memecahkan asbak rokok persis di depan pintu masuk penjagaan. Anggota Polsek terpicu dengan situasi itu. Kanit Reskrim terpancing dan nyaris terjadi baku hantam.

Karena terjadi keributan, lima anggota TNI yang menggunakan laras panjang itu berbalik dan mengancam akan kembali lagi. Menerima ancaman itu, anggota Polsek langsung siaga. Seketika Kapolsek Mandau, Kompol Dani Ardiantara, SIK langsung mengumpulkan anggota. Puluhan anggota Polsek disiagakan di halaman Mapolsek. Sembari memakai senjata lengkap, anggota siaga di lapangan. "Kita bersiaga saja karena sudah ada kejadian-kejadian," ungkap Kapolsek lagi.

Hingga pukul 21.15 WIB anggota terus bersiaga di Mapolsek. Menjaga segala kemungkinan. Didapat informasi ibu-ibu Bhayangkari diungsikan sementara waktu termasuk istri Kapolsek.
Selidiki Sementara, Ketua Komisi A Masnur menanggapi penangkapan bawang yang diduga ilegal di Duri itu, sangat menyayangkan peristiwa itu.

"Kita sangat menyayangkan hal ini terjadi. Kita berharap pihak Propam melakukan penyelidikan dan menindak tegas oknum yang telah melakukan ini. Di suatu sisi kita pernah mengalami krisis bawang ini, sementara ada satu pihak memanfaatkan kondisi seperti ini. Kalaulah memang bekerja sesuai prosedur, saya rasa ini tidak akan terjadi," kata Masnur, dikutip dari Haluan Riau, Senin (22/4). (tim)

Share