Belum lagi debu yang berterbangan karena tanah galian yang tumpah sampai jalan. Karena itu, Pemerintah Kota Pekanbaru diminta membuat perencanaan membuat semacam drainase yang multifungsi. Drainase itu sekaligus berfungsi sebagai tempat jalur kabel dan pipa lainnya.
Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, M Sabarudi, Rabu (24/4). Dia mengatakan, dalam penggalian itu harus ada standar yang jelas diberikan Pemerintah Kota.
"Kalau saya sebenarnya tidak setuju dengan galian. Apalagi galian itu berulang dan cenderung merusak jalan. Setelah digali cenderung tidak diperbaiki dengan maksimal. Tanah bekas galian tidak dibereskan oleh pekerja dengan baik," ujarnya.
Dikatakan Sabarudi, kondisi ini jelas mengganggu, masyarakat akhirnya tidak nyaman. "Pemko harus memberi solusi atas persoalan galian ini secepatnya. Hampir tiap tahun galian itu tetap ada dan bergantian, kadang dari XL, Telkom, PLN dan sebagainya, belum lagi nanti PDAM dan lainnya," katanya.
Pemerintah harus sudah merencanakan tempat yang besar secara bersama dan multifungsi, dapat difungksikan sebagai drainase dan untuk kabel-kabel optik.
"Kita belum melihat ada rencana dari pemerintah, terutama dari instansi terkait seperti Distako, Dishub, Dinas PU. Mereka harus bertanggung jawab dengan kondisi ini. Ketidaknyamanan masyarakat ini terus terjadi dan berulang-ulang," tambahnya. (hmg)Share
Newer news items:
- Bawa Sabu-sabu 700 Gram, Kakek Ditangkap BC Dumai
- Kesiapsiagaan Bencana, Mensos Bantu Sumbar Rp2,6 Miliar
- Murid SD Tewas Digulung Ombak
- Tambang Liar Di Solok Selatan, 41 Ekskavator Disita
Older news items:
- Supir Truk 'Seruduk' DPRD Sumbar
- Warga Agam Nyaris Tewas Diserang Buaya
- Bom Molotov Diledakkan di Kantor Bupati Sijunjung
- Irman Gusman Siap Ikut Konvensi Capres




