Sabtu04192014

Last update12:00:00 AM

Back Andalas Basko Sampaikan Keluhan Warga ke Wako Dumai

Basko Sampaikan Keluhan Warga ke Wako Dumai

DUMAI (HR)- Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang Riau, H Basrizal Koto, menunaikan janjinya menyampaikan keluhan warga Kota Dumai. Apa yang menjadi keluh-kesah itu, disampaikannya saat bertamu ke kediaman Walikota Dumai, H Khairul Anwar, Jumat (21/2) pagi.

Agenda kegiatan H Basrizal Koto tak sampai berhenti di situ saja. Usai pertemuan dengan Wako Dumai, pertemuan kembali digelar bersama segenap masyarakat Dumai bersuku Minang, yang dipusatkan di Hotel Comfort Dumai.

Pertemuan antara Basrizal Koto dan Khairul Anwar yang berlangsung di bagian belakang kediaman Wako Dumai, berjalan akrab. Maklum, keduanya merupakan teman yang sudah saling mengenal sejak lama. Basrizal Koto dan rombongan, dijamu dengan sarapan pagi sederhana, namun nikmat.

Dalam kesempatan itu, Basko, demikian panggilan akrabnya, menyampaikan aspirasi warga Dumai, yang ditampungnya saat bersilaturahmi, Kamis (20/2) malam.

Ada beberapa persoalan yang disampaikan Basko kepada Khairul Anwar. Di antaranya terkait keberadaan oplet di Kota Dumai yang butuh perhatian serius. Begitu pula dengan becak motor, karena meski sudah lama beroperasi di Kota Pelabuhan itu, namun legalitasnya belum ada. Kepada Walikota Dumai, Basko mengharapkan Pemko Dumai memperhatikan masyarakat kecil yang menghidupi keluarganya dengan berprofesi sebagai pembawa becak motor.
Basko juga mengungkapkan gaji guru bantu provinsi di Dumai, karena dinilai sangat minim. Setiap bulan, mereka hanya menerima gaji sebesar Rp1,25 juta. Bahkan gaji buruh di Kota Dumai jauh lebih besar dari gaji guru bantu tersebut.

Menanggapi hal itu, Khairul Anwar mengatakan, untuk keberadaan becak motor sudah difasilitasi Dishub Dumai. Sesuai dengan aturan, bentor memang tidak boleh. Akan tetapi ada alternatif lain seperti bemo karena dibolehkan. "Becak motor kendaraan yang dimodifikasi, sehingga menurut aturan tak boleh. Tetapi kalau bemo, boleh," kata Khairul.

Sementara terkait gaji guru bantu, Khairul mengatakan hal itu menjadi domain Pemprov Riau. Khairul juga berharap, Gubri Annas Maamun memperhatikan kondisi guru bantu tersebut. Pihaknya juga akan memberikan rekomendasi, sehingga para guru bantu tersebut bisa hidup dengan layak.

"Kesejahteraan pegawai memang sudah menjadi visi Pak Annas. Kalau bisa disamakan dengan UMK," tutur Khairul.
Persoalan selanjutnya, terkait dengan oplet di Kota Dumai. Menurut Khairul, Pemko sedang menata rutenya. Apalagi sejak mendapatkan penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN). "Dengan demikian siapa pun yang menggunakan oplet akan tertata dengan baik," ulas Wako.

Gunakan Hak Suara
Sementara siang harinya, Ketum IKMR kembali menggelar pertemuan dengan warga Dumai dan Rokan Hilir bersuku Minang. Pertemuan yang penuh keakraban itu dipusatkan di Hotel Comfort, siang hari harinya.

Ikut hadir dalam kesempatan itu Sekjen IKMR H Marjoni Hendri, Ketua PWI Riau H Dheni Kurnia,
Ketua IKMR Kota Dumai H Suprimen yang diwakili Zulfadli SH, Ketua IKMR Rohil Feri Syamsuar, Ketua Ikatan 12 Koto Zainal Auah, Ketua PKDP Drs Zulfa Hendra, CEO Media Cetak Harian Detil dan Vokal Yusrizal Koto, dan lebih kurang seratusan pengurus IKMR dan Ikatan Wanita Minang Riau (IWMR) Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir.

Selain silaturrahmi, dalam kesempatan itu Basko juga menerangkan perubahan format surat suara untuk Pemilu mendatang. Bila pada Pemilu sebelumnya, pada surat suara terdapat foto, nama dan nomor urut. Sementara untuk Pemilu nanti, tidak ada lagi foto. Yang ada hanyalah nama caleg, nomor partai dan nomor urut caleg.

Dalam kesempatan itu, Basko mengimbau segenap masyarakat Riau, khususnya yang bersuku Minang, menggunakan hak suaranya dengan datang ke TPS dan memilih caleg yang telah terbukti mengabdi untuk masyarakat.

Sedangkan Ketua IKMR Kota Dumai Zulfadli menghimbau segenap hadirin mempererat rasa kebersamaan dan solidaritas. Salah satunya dengan mendukung Hj Mukhniarty, anggota DPR Provinsi Riau yang saat ini mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI. Dengan memilih Mukhniarty, diharapkan aspirasi masyarakat dapat direalisasikan, sebagaimana yang telah dilakukannya selama ini.

Dalam kesempatan itu, Basko juga menerima beberapa keluhan masyarakat. Di antaranya seperti dituturkan Rafles, anggota IKMR Kota Dumai. Pria yang menjabat Ketua Pembina Kota Becak Dayung Kota Dumai ini menyampaikan belum maksimalnya perhatian Pemko Dumai. Saat ini paling sedikit ada sekitar 300 becak dayung di Kota Dumai, namun belum diperhatikan oleh pemerintah setempat secara maksimal.

Sementara Ketua IKMR Rohil, Feri Syamsuar mendukung pernyataan Ketum IKMR yang mengharapkan masyarakat Riau bersuku Minang, bisa mengisi pembangunan di daerah. Khususnya di Dumai dan Rokan Hilir. "Meski tak banyak jumlahnya, namun bernas pemikirannya," ujarnya.

Ditambahkan Basko, masyarakat Riau bersuku Minang juga harus mengikuti kata pepatah yang berbunyi "Baurek ka bawah Bapujuak ka ateh". "Apapun permasalahan kita di sini akan sampai ke pemerintah pusat, jadi kita tidak perlu takut," tutur Basko. (war/syf)

Share