Kamis05222014

Last update12:00:00 AM

Back Andalas 28 Ribu Warga Riau Sakit Akibat Asap

28 Ribu Warga Riau Sakit Akibat Asap

Pekanbaru (HK)-Lebih 28.000 warga di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau terserang beragam penyakit akibat polusi asap kebakaran lahan dan hutan yang melanda daerah itu dalam kurun waktu lima pekan terakhir.

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Sabtu (1/3), sebanyak 27.200 orang terserang infeksi saluran pernafasan atas (ispa), 1.365 terserang penyakit kulit, 1.031 jiwa terkena asma dan 724 mengalami iritasi mata serta 516 mengalami pneumonia (penyakit kronis).

Di Kota Pekanbaru sebanyak 6.543 penderita ispa, 118 pneumonia, asma (370 jiwa) dan mata (70 orang), serta penyakit kulit (353). Kemudian di Kabupaten Rokan Hilir penderita ispa sebanyak 6.892 orang, pneumonia (27), asma (nihil), gangguan mata (54), dan iritasi kulit (83). Sementara di Kabupaten Siak, terdata untuk penderita ispa sebanyak 2.283 jiwa, pneumonia (62), asma (86), iritasi mata (92), dan iritasikulit (158). Di Kabupaten Bengkalis terdata ada sekitar 2.194 jiwa terserang ispa, 52 orang kena pneumonia, 46 jiwa terserang asma, dan 54 orang mengalami iritasi mata serta 86 kena penyakit kulit.

Selebihnya untuk Kabupaten Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hulu, Meranti, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu dan Kota Dumai, penderita ispa kurang dari 2.000 jiwa, sementara penderita pneumonia, asma, iritasi mata dan penyakit kulit kurang dari 100 jiwa.

"Jumlah ini bisa terus meningkat mengingat polusi asap masih terus terjadi di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau Zainal Arifin.

Zainal menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau gedung untuk sementara waktu hingga kualitas udara membaik.

24 penerbangan terganggu

Tak hanya menimbulkan beragam penyakit, kabut asap juga mengganggu aktivitas perekonomian Riau. Kemarin, sebanyak 24 penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II mengalami penundaan hingga berjam-jam akibat kabut asap.

"Penundaan paling lama sembilan jam, yaitu penerbangan Lion Air dari Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, tujuan Pekanbaru," kata Airport Duty Manager SSK II, Hasnan.

Ia mengatakan, pesawat Lion Air tersebut sesuai jadwal seharusnya mendarat di Pekanbaru pukul 07.00 pagi, namun akibat pekatnya asap baru berhasil tiba sekitar pukul 16.00 WIB. Sedangkan, penerbangan lainnya rata-rata mengalami penundaan selama tiga hingga delapan jam. "Jarak pandang sempat turun sampai 800 meter karena asap menyelimuti landas pacu dan dinilai sudah berbahaya untuk penerbangan," katanya.

Hasnan mengatakan, penerbangan yang mengalami keterlambatan dari maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta dan Medan, Silk Air rute Singapura-Pekanbaru dan Air Asia rute Bandung-Pekanbaru, serta Batik Air dari Jakarta.

Pekatnya asap juga membuat upaya satuan tugas untuk melakukan pemadaman di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, menggunakan helikopter bom air gagal. Jarak pandang di Pekanbaru tercatat di bawah 800 meter, Kabupaten Pelalawan 450 meter dan Bengkalis kurang dari 100 meter.

Berdasarkan data BMKG di Posko Tanggap Darurat Asap Riau di Lanud Roesmin Nurjadi, Pekanbaru, jumlah titik panas kini mencapai 963 titik di sejumlah wilayah Riau, khususnya di Kabupaten Bengkalis. Jumlah tersebut meningkat dari hari sebelumnya, yakni 359 titik.

Gubernur Sumbar Mengeluh


Dari Padang, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengeluhkan asap yang ada di wilayahnya akibat kebakaran hutan yang terjadi di Riau. Irwan meminta Pemerintah Provinsi Riau untuk segera mengatasi kebakaran hutan yang melanda daerah tersebut. "Berdasarkan laporan yang saya terima kualitas udara di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Pasaman Barat, kualitas udaranya diatas ambang atau sudah memburuk,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Irwan, penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang juga terganggu akibat asap ini. “Warga kita di Bukittinggi dan Pasaman Barat sudah terkena penyakit ispa akibat asap yang tebal,” ujarnya.

Ia meminta warganya untuk memakai masker agar tidak terserang penyakit ispa. “Kita juga sudah meminta dinas kesehatan menyiapkan 10 ribu masker dan dibagikan kepada masyarakat secara gratis,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memaklumi keluhan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno terkait kabut asap Riau yang sudah mengganggu wilayahnya. Saat ini, pemerintah Riau sudah berupaya maksimal untuk menanggulangi asap. "Kami sudah tingkatkan statusnya menjadi darurat," kata Kepala Biro Humas Provinsi Riau Fahmizal Usman saat dihubungi.

Dalam menanggulangi bencana asap ini kata dia, pemerintah turut dibantu lapisan instansi seperti TNI, Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemadaman terus dilakukan dengan menerjunkan ratusan personil baik melalui darat maupun udara.

Fahmi mengatakan, pemerintah pusat melalui BNPB sudah membantu pesawat dan helikopter untuk melakukan water bombing. Pesawat yang dimaksud yakni B-200 kapasitas air 20 ton dan helikopter Kamov untuk water bombing dengan kapasitas air 4,5 ton, serta satu helikopter Sirkovsky kapasitas 4 ton. "Kita tanggapi kemarahan gubernur tetangga ya dengan tindakan pemadaman ini," katanya.

Data Dinas Perkebunan Riau menyebutkan seluas 7000 hektare lahan perkebunan milik masyarakat maupun perusahaan hangus terbakar. Masyarakat Riau terancam kehilangan mata pencaharian akibat lahan perkebunan ludes dilalap api. (ant/tc/dtc)

Share