SBY memilih tidak ikut berkampanye di Magelang, karena ingin mengorek keterangan warga Riau. Dalam kasus kebakaran hutan di Riau itu, SBY memutuskan akan membuat kebijakan nasional.
"Insya Allah sebelum saya tinggalkan Riau, saya akan memutuskan kebijakan secara nasional untuk Riau agar tidak terulang kembali peristiwa ini," kata Presiden saat berdialog dengan warga Kabupaten Siak dan Kampar di halaman SD Negeri 10 Minas Timur, Bypass KM 2, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (16/3).
Menurut Presiden, kebijakan itu intinya adalah agar nantinya orang tidak semudah itu membakar lahan sehingga menimbulkan anak-anak tidak bersekolah dan warga menderita karena harus hidup dengan asap.
Kepala Negara menilai, para pelaku yang tidak mempedulikan nasib orang lain harus dihukum seberat mungkin.
Sementara itu dalam pertemuan dengan 74 pengusaha perkebunan yang beroperasi di Riau, 12 bupati/walikota, 161 camat, 140 kapolsek, 80 danramil dan 12 kapolres di Riau, Presiden menegaskan, akan menarik garis tegas atas pihak-pihak yang mau menjadi bagian dari solusi dan pihak-pihak yang mau menjadi bagian dari masalah.
Presiden berharap, sebuah solusi jangka panjang dapat menghentikan peristiwa berulang yang telah merugikan banyak pihak itu.
"Bukan solusi jangka pendek, tapi jangka panjang yang dapat mengatasi bencana yang hampir terjadi tiap tahun di Riau," katanya.
Pemadaman titik nyala api, dikemukakan Presiden, hanya menyelesaikan 30 persen dari masalah sebab dalang pembakaran masih bebas berkeliaran.
Presiden mengatakan, setelah selesainya masa kampanye pemilihan umum legislatif, maka akan dilakukan penataan dan langkah-langkah yang lebih fundamental struktural berjangka menengah dan panjang.
Tiga hal yang menjadi prioritas dalam solusi jangka panjang, menurut Presiden, adalah praktik penguasaan tanah yang tidak tepat, pembalakan liar dan pembakaran lahan dengan motif finansial.
Pada kesempatan itu Presiden juga menyampaikan kekecewaannya terkait tidak adanya laporan penyebab kebakaran lahan.
"Karena pemahaman itu sulit saya terima dengan akal saya, kalau ada pembakaran tidak ada yang tahu. Masa' bertahun-tahun di situ tidak tahu?" kata Presiden.
Presiden mengemukakan kekecewaannya itu merujuk kehadiran pemimpin dan aparat hukum hingga wilayah terkecil di Riau yang tidak memiliki data akurat mengenai masalah kebakaran hutan di wilayah kerjanya masing-masing.
Bencana asap di Provinsi Riau yang telah berlangsung selama berhari-hari tanpa tertangani secara baik membuat Presiden Yudhoyono membatalkan agendanya untuk terlibat dalam kampanye pemilihan umum legislatif yang dimulai Sabtu kemarin (15/3).
Presiden memutuskan berdinas ke Riau guna memimpin langsung operasi terpadu tanggap darurat penanganan bencana asap, padahal telah mengambil cuti untuk terlibat kampanye pemilihan umum.
Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha belum mengetahui berapa lama Presiden akan berada di Riau.
"Hari ini, kami masih berada di Riau. Presiden ingin penanggulangan kebakaran dan asap di Riau ini dipastikan tuntas dalam 3 minggu," ujar juru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha dalam pesan singkat, kemarin.
Sebelumnya, Presiden SBY direncanakan menjadi juru kampanye nasional bagi Partai Demokrat di Magelang. Presiden yang juga Ketua Umum Partai Demokrat ini semula dijadwalkan melakukan orasi bersama dengan adik ipar dan juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo sekitar pukul 15.00 dan akan bernyanyi di hadapan 30.000 kader Demokrat di sana.
Sementara itu, Pramono Edhie mengaku siap menjadi juru kampanye Partai Demokrat di Magelang. Ini adalah orasi politik pertama Pramono dalam perhjelatan pemilu selepas pensiun sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.
Edhie mengatakan bahwa dalam kampanye ini, dirinya berusaha untuk membantu Partai Demokrat meraup suara dalam Pemilu Legislatif mendatang hingga dapat memenuhi electoral trashold agar partainya bisa mengusung calon Presidennya sendiri.
Selain itu, peserta konvensi calon Presiden Partai Demokrat itu menjabarkan, dirinya juga akan mensosialisasikan pencapain-pencapaian pemerintahan SBY selama 1 dekade.
"Pembangunan dan pertumbuhan yang telah dicapai selama 10 tahun Pemerintahan SBY adalah sesuatu yang bahkan telah diakui dunia internasional. Saya akan membagikan sedikit informasinya untuk dapat diketahui masyarakat luas sebelum secara gamblang disampaikan oleh Ketua Umum," tutur Pramono. (ant/kcm/dtc)









