Minggu07062014

Last update12:00:00 AM

Back Andalas Travel Tabrak Truk di Kayu Tanam

Travel Tabrak Truk di Kayu Tanam

8 Penumpang Tewas

PADANG (HK)- Tragis. Mobil minibus travel merek dinding Bumi Minang Wisata (BMW) dengan nomor polisi BM 7522 DW, menghantam truk tronton nomor polisi B 9202 UYW yang sedang berhenti. Akibatnya, delapan penumpang, termasuk sopir, langsung tewas.
Peristiwa memilukan ini terjadi di ruas jalan Padang-Bukittinggi, tepatnya di KM 56, Korong Pasa Surau, Kenagarian Guguak, Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Selasa (1/7) sekitar pukul 05.45 WIB.

Masyarakat yang tinggal di sekitar tempat kejadian peristiwa sontak terkejut mendengar dentuman suara yang cukup keras di pagi hari itu. Irma (35), salah seorang saksi mata mengatakan, saat ia tengah tidur sehabis salat subuh, tiba-tiba ia mendengar suara yang cukup keras. Penasaran, ia lalu melihat keluar rumah. Rupanya ada sebuah mobil travel yang sudah masuk ke kolong sebuah truk.

"Melihat hal itu, saya terkejut. Karena sebuah mobil travel sudah berada di bawah bagian belakang truk yang sedang berhenti. Saat itu, hari masih belum begitu terang. Melihat hal tersebut, saya langsung memanggil masyarakat yang lain untuk membantu penumpang yang ada di dalam mobil travel," ujar Irma.

Irma menambahkan, subuh itu, sebuah truk mengalami bocor ban persis di depan rumahnya. Kemudian Ia melihat sopir truk langsung membuka ban truknya. Beberapa saat kemudian, datang sebuah mobil travel dari arah Bukittinggi menuju Padang dengan kecepatan yang cukup tinggi. Kecelakaan pun tidak bisa dihindarkan.

Sebelumnya, travel ini sempat menabrak sebuah mini bus Grand Max yang melaju dari arah yang berlawanan. Setelah itu sopir banting stir ke kiri dan akhirnya menabrak bagian belakang truk yang tengah berhenti di pinggir jalan karena sedang bocor ban. “Ketika saya melihat ke mobil travel malang tersebut, ternyata semua penumpang beserta sopir sudah tidak bernyawa lagi," ulasnya.

Kapolres Padang Pariaman, Tofik Ismael didampingi Kasat Lantas, Teuku Hermawan kepada wartawan mengatakan, setelah mendapatkan laporan tentang kecelakaan tragis tersebut, petugas langsung menuju ke tempat kejadian peristiwa (TKP).

Semua korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam mobil dan kemudian dilarikan ke Puskesmas Kayu Tanam dan Puskesmas Sicincin.

Empat korban dibawa ke Puskesmas Kayu Tanam, di antaranya Ismael (34), sopir travel beralamat di Aspol Jati Blok D 34 Padang, M. Iqbal (20), mahasiswa, beralamat di Jalan Mulya, Gang Rukun Rt 01 Rw 08, Mandau, Bengkalis. Wawa (8) serta Zaza (11), kakak beradik beralamat di RT 002 RW 004 Dadok, Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

Sedangkan empat korban lainnya dibawa ke Puskesmas Sicincin, yaitu Edi Iswandi (42) wiraswasta, yang tidak lain adalah orang tua dari Wawa dan Zaza. Kemudian Meiza Sartika (22), mahasiswa, beralamat di Lubuk Buaya, Koto Tangah, Padang. Marza Yelita (55) Ibu rumah tangga beralamat RT 001 RW 003 Lubuk Buaya, Koto Tangah, Padang. Terakhir, Edo Bahari (21), mahasiswa, warga Jalan Sudirman, Gang Aneka RT 006 RW 001, Gajah Sakti, Mandau.

Menurut informasi, mobil nahas itu berangkat dari Dumai dengan tujuan Padang. “Biasanya mobil travel ini sekitar pukul 04.00 WIB dinihari sudah sampai di Padang. Tapi entah kenapa, kali ini terlambat,” kata seorang warga yang biasa menumpang travel ini dari Dumai.

Pantauan Haluan (grup Haluan Kepri) di TKP, kecelakaan tragis ini sempat menimbulkan kemacetan yang mengular hingga sekitar empat kilo meter. Setelah tiga jam kemudian, kemacetan baru berhasil diurai oleh petugas kepolisian.

Harus Banyak Sabar

Berita tentang kecelakaan tragis ini seketika langsung menimbulkan kegemparan di sekitar lokasi kejadian, khususnya di daerah Kabupaten Padang Pariaman dan di Sumatera Barat pada umumnya. Bupati Padang Pariaman, H Ali Mukhni tampak hadir langsung ke lokasi kejadian. Bupati datang ke lokasi kecelakaan bersama Wabup Damsuar, Dandim serta Kapolres Padang Pariaman.

Bupati Ali Mukhni sampai di Puskesmas Kayu Tanam sekitar pukul 10.30 WIB. Sesampainya di Puskesmas ia langsung masuk bersama Kapolres dan Wabup ke dalam ruangan mayat. Setelah itu Bupati Ali Mukhni bersama rombongan langsung menuju ke Puskesmas Sicincin, untuk melihat korban lainnya.

"Atas nama masyarakat Padang Pariaman, saya turut berduka atas musibah ini. Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi pengemudi lain. Dalam mengemudikan kendaraan hendaknya harus banyak bersabar. Jangan ugal-ugalan," ujar Ali Mukhni.

Dia juga mengingatkan pengendara agar senantiasa berhati-hati. Karena musibah datang tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. "Semoga amal ibadah korban diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan tabah menerima cobaan ini," ucap Bupati Ali Mukhni dengan suara bergetar menahan haru.

Travel Ilegal

Kepala Bidang Teknik Sarana Keselamatan Angkutan Darat Dishub Kominfo Sumbar Dedy Diantolani yang dihubungi kemarin mengatakan, travel Mitsubishi L 300 merek dinding BMW dengan nomor polisi BM 7522DW yang mengalami kevelakaaan di Kayu Tanam, berdasarkan penelusuran ke lapangan, kendaraan ini ternyata kendaraan pribadi. Karena di STNK ditemukan pemiliknya bernama Syahrul, bukan nama perusahaan Bumi Minang Wisata.

“Jika travelnya legal, pada STNK akan tertulis nama perusahaan, tapi ini tidak. Pada nomor polisi kendaraan berwarna hitam, ” ulas Dedy.

Dengan telah terjadinya musibah kecelakaan yang menewaskan semua penumpang ini, Dishubkominfo Sumbar menyerahkan penanganannya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Jika jumlah korban lebih dari tujuh orang, maka ini menjadi wewenang KNKT,” katanya.

Jasa Raharja Santuni Semua Korban

Semua korban tewas dalam kecelakaan ini akan disantuni Jasa Raharja. “Santunan untuk semua korban ditanggung Jasa Raharja. Kami sudah turun ke lapangan untuk melaksanakan proses administrasi, sebelum santunan kita serahkan kepada ahli waris korban,” kata Kepala Cabang Jasa Raharja Sumbar, Delya Indra SE. AAAIK didampingi Humas Jasa Raharja, Yudi kepada Haluan, kemarin.

Dia mengatakan, Jasa Raharja adalah salah satu BUMN yang ditunjuk oleh negara untuk mengelola UU Nomor 33 dan 34 tahun 1964, dimana tugas utamanya menyantuni setiap korban kecelakaan baik di darat, laut maupun udara, termasuk kereta api.

“Karena itu, begitu kami dapat informasi peristiwa kecelakaan ini, kami langsung bergerak menurunkan tim untuk melakukan proses pembayaran santunannya. Kami jemput bola ke lapangan sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat,” ujar Delya Indra yang langsung turun meninjau lokasi dan korban, kemarin.

“Dari data sementara yang kami himpun bekerjasama dengan kepolisian, teridentifikasi korban ada yang berstatus warga Kota Padang, luar Kota Padang dan luar Sumbar. Khusus untuk luar Sumbar, kita limpahkan pembayaran santunannya melalui Kantor Cabang Jasa Raharja setempat. Tapi pada prinsipnya, kami akan segera membayarkan santunan kecelakaan ini,” tambahnya. (h)

Share