Minggu10052014

Last update12:00:00 AM

Back Andalas Menhub Dukung Penggantian Nama Bandara Minangkabau

Menhub Dukung Penggantian Nama Bandara Minangkabau

JAKARTA (HK) - Menteri Perhubungan (Menhub), EE Mangindaan mendukung usulan sejumlah tokoh masyarakat Sumatera Barat yang ada di Jakarta untuk mengganti nama Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandar Udara Sutan Muhammad Rasjid.
Dukungan itu disampaikan secara tegas oleh EE Mangindaan ketika menerima tiga orang tokoh masyarakat Sumatera Barat di Jakarta yakni Fahmi Idris, Basrizal Koto dan Firdaus HB.

"Bagus itu, kita dukunglah. Kalau semua prosesnya bisa dilakukan cepat dan sudah mendapat persetujuan dari DPR dan gubernur, segara saja lkita ganti," kata EE Mangindaan seperti dituturkan Fahmi Idris seusai pertemuan itu, Rabu (27/8) di Kementerian Perhubungan.

Menhub kemudian menjelaskan kalau beberapa daerah di Indonesia juga tengah mengusulkan pergantian nama bandaranya. Mangindaan sangat setuju dan mendukung nama bandara berasal dari tokoh tokoh atau pahlawan daerah setempat. Karena selain sebagai bentuk apresiasi atau penghargaan atas jasa jasa pahlawan, bisa menjadi ciri khas bagi daerah setempat.

"Nama bandaranya pakai nama pahlawan setempat itu sangat bagus," kata tokoh Partai Demokrat itu.

Mangindaan meminta agara segala sesuatu yang diperlukan untuk pergantian nama itu segera dilaksanakan, termasuk persetujuan anggota dewan setempat, bupati dan gubernur.

Basrizal Koto sebagai salah seorang putra daerah Pariaman dan tokoh pengusaha nasional akan mengawal penuh upaya pergantian nama bandar udara itu.

"Sehabis pertemuan dengan Pak Menteri, saya langsung ke Padang untuk berbicara dengan DPRD, Bupati, dan Gubernur," kata Basrizal Koto. Menteri Perhubungan sendiri juga bertolak ke Padang untuk mengadakan rapat di Padang.

Basrizal menargetkan kalau bisa pergantian nama itu sudah bisa diresmikan oleh pemerintah menjelang akhir tahun ini.

"Kita akan bergerak cepat, kalau bisa menjelang akhir tahun sudah diresmikan," kata Basko, panggilan tokoh pengusaha nasional itu.

Fahmi Idris berharap segala sesuatunya bisa berjalan sesuai rencana. "Saya berharap pertemuan saudara Basko dengan anggota DPRD, Bupati dan Gubernur, bisa segera membuahkan hasil yang maksimal, sehingga proses pergantian nama itu bisa berjalan cepat," kata mantan menteri Perindustrian itu.

Tahun lalu, yakni pada 28 Februari 20213, nama Sutan Muhammad Rasjid, mantan Gubernur Militer. Pertama Sumatera Barat dan Sumatera Tengah itu juga diabadikan sebagai nama jalan batas kota menuju Bandara Minangkabau setelah melalui proses di DPRD dan Pemda setempat.

Selain sebagai mantan gubernur militer, Sutan Muhammad Rasjid juga mantan Duta Besar RI untuk Italia. Semasa hidupnya, Sutan Muhammad Rasji dikenal sebagai pejuang perintis kemerdekaan nasional.

Seperti diketahui, Bandar Udara Internasional Minangkabau berada di wilayah Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, sekitar 24 km dari Kota Padang. Bandara ini dibangun tahun 2001 dan dioperasikan secara penuh pada 22 Juli 2005, menggantikan Bandar Udara Tabing. (ds)

Share