Puluhan Rumah dan Sekolah Rusak
PADANG (HK) - Gempa darat berkekuatan 5,0 skala Richter (SR) yang mengguncang beberapa daerah di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (11/9) dinihari sekitar pukul 00.45 WIB, menimbulkan kerusakan puluhan rumah dan belasan gedung sekolah.
"Berdampak terhadap dua kabupaten-kota," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat Yazid Fadli.
Menurut Yazid, gempa yang berpusat di Danau Singkarak ini menyebabkan puluhan rumah di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar rusak ringan hingga sedang. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Di Kota Padang Panjang, gedung rumah sakit daerah setempat retak-retak. Pasien dievakuasi ke tenda-tenda. Di Kabupaten Tanah Datar, ada sekitar 35 rumah warga yang rusak ringan hingga sedang.
"Sebelas bangunan sekolah dan pemerintahan dan empat unit rumah ibadah juga mengalami kerusakan," ujar Kepala BPBD Kabupaten Tanah Datar Abrar.
Menurut Abrar, pihaknya masih mendata dampak gempa darat tersebut. Abrar mengatakan gempa juga mengakibatkan dua warga mengalami patah tulang. Korban diketahui bernama Syahrul Rozi dan Ruli Afandi. Syahrul tertimpa robohan dinding. Sedangkan Rulli terpeleset saat berlari keluar dari rumah karena gempa.
"Mereka sudah mendapatkan perawatan. Syahrul dirawat di Rumah Sakit Padang Panjang dan Rulli di Rumah Sakit Batusangkar," ujarnya.
Warga Panik
Sementara itu, gempa tersebut sempat membuat warga panik.
"Gempanya keras. Getarannya juga lama," ujar Siska Oktawidya, warga Padang Panjang.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi di koordinat 0.57 Lintang Selatan (LS) dan 100.53 Bujur Timur (BT). Gempa berpusat di 14 kilometer arah barat daya Tanah Datar, Sumatera Barat, sekitar 17 kilometer arah tenggara Padang Panjang dan 46 kilometer ara timur laut Kota Padang. Pusat gempa di kedalaman 10 kilometer.
Siska mengaku sampai terbangun akibat getaran gempa. "Warga di sini panik dan berhamburan keluar rumah," ujarnya. Gempa, kata dia, terjadi dua kali. Getarannya berlangsung sekitar lima detik.
Ruri Parlima, warga Payakumbuh, mengatakan merasakan gempa dua kali. Getarannya keras. "Jarak gempa pertama dengan yang kedua sekitar lima menit," ujarnya. Vinna Melwanti, warga Kota Padang, mengaku juga merasakan gempa di Padang. "Lumayan keras," ujarnya.
Zahra, warga padang Pandang mengalami luka di kepala akibat tertimpa reruntuhan dinding kamarnya saat gempa 5.0 SR mengguncang kota itu.
Ayah Zahra, Doni, mengisahkan, saat gempa berlangsung, ia mendengar bunyi dinding kamar di rumahnya runtuh. Di dalam kamar itu hanya Zahra seorang diri, sementara istrinya Cici berada di dapur.
“Saya lihat dinding kamar runtuh. Anak saya hanya terlihat tanggannya, badannya tertimpa reruntuhan,” ujar Doni, ayah Zahra.
Saat itu juga, Doni langsung menolong putrinya lalu menuju RS Yarsi Padangpanjang. Kening kiri Zahra sobek dan mendapat empat jahitan. Dua jam usai mendapat perawatan medis, Zahra diizinkan pulang oleh dokter. (tmp/oke)Share
Sumbar Diguncang Gempa 5,0 SR
- Jumat, 12 September 2014 00:00









