Sejumlah Incumbent Bertumbangan
PADANG, HALUAN — Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-Fauzi) mendapat suara mayoritas di empat daerah, yakni Kabupaten Mentawai, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok serta kampung sang calon, Kabupaten Padang Pariaman.
Kendati demikian, keunggulan tersebut belum mampu melewati dominasi Irwan Prayitno-Nasrul Abit. Hasil survey hitung cepat Lingkaran Survey Indonesia (LSI) wilayah Sumbar, pasangan nomor urut dua yang didukung PKS-Partai Gerindra unggul hingga 59,04 persen dan MK-Fauzi mengantongi dukungan suara 40,96 persen, berjarak sekitar 19 persen.
Hanya saja tim real count MK-Fauzi menyebut dari rekapitulasi copian formulir C-1 dari 70 persen TPS yang telah mereka kumpulkan, suara IP-NA mencapai 53 persen, sedangkan MK-Fauzi 47 persen. Artinya, pasangan ini hanya terpaut 6 persen suara.
Kendati sudah mendapat data keunggulan, Irwan Prayitno dalam keterangan pers kepada wartawan di posko pemenangannya menyebutkan keterangan yang ia beri bukanlah pidato kemenangan.
"Ini bukan pidato kemenangan, hanya informasi dari sebuah lembaga survey yang kami teruskan pada teman-teman semua. Untuk hasil akhir, atau kemenangan yang sesungguhnya, kita tetap menunggu proses hitung suara yang dilakukan KPU," pungkas IP.
Sementara itu, Muslim Kasim membuktikan bahwa dirinya masih tangguh di Padang Pariaman. Di situs resmi KPU https://pilkada2015.kpu.go.id/sumbarprov, dari 17 persen suara yang masuk hingga pukul 00.00 WIB tadi malam, setara dengan 27 ribu suara, MK dominan dengan perolehan 18 ribu lebih.
Tak seperti perhitungan orang banyak, pengamat dan pasangan calon sendiri di awal tahapan, ternyata para incumbent tak mampu mempertahankan posisinya dalam pemilihan kepala daerah serentak Sumbar, Rabu (9/12).
Dari 12 kabupaten dan kota yang mengirim petahananya di Pilkada ini, hanya di empat daerah yang tampaknya mampu bertahan. Empat diantaranya, petahana masih harus bersaing ketat dengan pasangan lain.
Data sementara dan informasi yang dikumpulkan Haluan, Petahana yang tampaknya menuai kekalahan ini diantaranya mantan Wakil Bupati Pesisir Selatan Editiawarman, mantan Bupati Dharmasraya Adi Gunawan, mantan Bupati-Wakil Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria-Abdul Rahman, mantan Wakil Bupati Solok Desra Ediwan, mantan Walikota Solok Irzal Ilyas yang bersaing dengan rekan terdahulunya Zul Elfian, mantan Walikota Bukittinggi Ismet Amzis, mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota Asyirwan Yunus.
Sementara petahana yang berada dalam persaingan ketat berada di Agam. Grafik perolehan kedua pasang calon ini dalam hitungan detik mengalami perubahan, baik Indra Catri maupun Irwan Fikri saling mengklaim kemenangan. Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Sijunjung. Calon independen Ashefline dan mantan Bupati Sijunjung Yuswir Arifin serta mantan Wakil Bupati Sijunjung Muchlis Anwar saling berebut tempat pertama. Di Limapuluh Kota persaingan antara Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan dengan Azwarches Putra-Yunirwan Khatib cukup sengit, masih saling klaim.
Dari 12 petahana ini, petahana Ali Mukhni di Padang Pariaman, Benny Utama di Pasaman, dan Irdinandyah Tarmizi di Tanah Datar masih tersenyum riang dengan perolehan suara sementara.
Sementara di daerah Pasaman Barat, daerah tanpa petahana, Syahiran tampak tersenyum senang. Zulkenedi Said yang kabarnya mendapatkan dukungan penuh dari bupati terdahulu Baharudin, masih belum bisa bernafas lega.
Di mulai dari wilayah paling bawah Sumbar, Pesisir Selatan, kawan Nasrul Abit semasa menjadi bupati pessel, Editiawarman bersama pasangannya Bakri Bakar, berdasarkan perhitungan sementara hingga pukul 17.30 WIB, berada di posisi kedua dengan suara 23.787 suara. Posisi pertama diraih pasangan Hendrajoni-Rusma Yul Anwar dengan perolehan sementara 34.368 suara. Posisi ketiga diraih Alirman Sori- Raswin dengan memperoleh 9.902 suara dan terakhir nomor urut 4 pasangan Burhanuddin- Novril Anas dengan memperoleh 3.924 suara.
Sementara di Solok Selatan, petahana yang kembali berpasangan Muzni Zakaria-Abdul Rahman yang sebelumnya tampak pede dalam kemenangan, kini hanya gigit jari ketika dihadang oleh mantan Ketua DPRD Solsel dan Wakil Ketua DPRD Solsel Khairunas-Edi Susanto.
Data sementara di posko Khairunas, perolehan suara Khairunas –Edi Susanto unggul di empat kecamatan, sedangkan pasangan Muzni Zakaria-Abdul Rahman unggul di tiga kecamatan. Total suara sementara diraih Muzni Zakaria–Abdul Rahman sekitar 34.683 suara, sementara Khairunas-Edi Susanto raih sekitar 36.114 suara.
“Kami akan jaga ketat perolehan sementara yang didapatkan paslon kandidat kami yakni Khairunas-Edi Susanto, mulai dari tingkat kecamatan hingga ke tingkat KPU nantinya,” ujar Tim pemenangan Khairunas –Edi Susanto, Zigo Rolanda, Rabu (9/12).
Hal yang sama juga berlaku terhadap petahana Adi Gunawan di Dharmasraya. Calon kada termuda Sutan Riska Tuanku Kerajaan-Amrizal Dt Rajo Medan (SUKA AMAN) menang telak di kabupaten pemekaran ini. Berdasarkan hitung cepat di posko PDI-P Dharmasraya pasangan SUKA AMAN menang telak dengan perolehan suara sebanyak 55.875 suara, sementara untuk pasangan Adi Gunawan dan Jhonson Putra (AG JOS) mendapat 32.226 suara dengan selisih suara sebanyak 19.000. Sedangkan suara yang belum masuk sampai berita ini diturunkan sekitar 3.642 suara.
Juru bicara keluarga pasangan SUKA AMAN, Muhammad Dani bahkan menyebut, data yang telah diterima dari C1 pasangan SUKA AMAN memperoleh suara sebanyak 44.861 suara dan pasangan AG JOS sebanyak 25.960 suara.
Untuk keseluruhan Kecamatan Sungai Rumbai yang menjadi basis dari Sutan Riska Suka Aman memperoleh suara 82 persen dan pasangan AG-Jos hanya memperoleh 12 persen. Sementara di basis Adi Gunawan sendiri, di Gunung Medan, AG-Jos hanya menang tipis 55 persen atau 1.798 suara sementara SUKA AMAN hanya mendapat 45 persen atau 1.798.
Di Bumi Markisah, Kabupaten Solok berdasarkan perhitungan sementara pasangan Gusmal-Yulfadri Nurdin tampil gemilang mengalahkan petahana Desra Ediwan-Bachtul. Dari data yang dihimpun Haluan di kantor DPC Herindra Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Rabu (9/12) hingga pukul 21.00 WIB, nama paslon nomor urut 1 Gusmal- Yulfadri Nurdin berada pada posisi teratas dengan perolehan suara sebanyak 67.928 suara, atau sebanyak 46, 51 persen.
Sementara untuk posisi kedua diraih oleh paslon nomor urut 3 Desra Ediwan-Bachtul dengan perolehan suara sebanyak 52.323 suara atau sebesar 36.00 persen, disusul paslon nomor urut 2 Agus Syahdeman -Wahidin dengan perolehan sebanyak 25.492 suara atau sebesar 17, 45 persen dengan total partisipasi pemilih sebesar 53,38 persen dari total suara yang masuk.
Meski kalah di TPS 12 Jorong Pasar Usang Koto Gadang Guguk dari paslon nomor urut 3 yang meraih suara sebanyak 130 suara, sedangkan Gusmal sebanyak 100 suara, namun secara umum untuk Nagari Guguk, Gusmal-Yulfadri mampu menang secara mutlak hingga 75 persen di daerah yang menjadi kampung halaman Gusmal dan Bachtul itu.
Disisi lain, Ketua DPD Nasdem Kabupaten Solok Edyar yang mengusung kandidat nomor urut 3 justru mengklaim bahwa pasangan Desra-Bachtul justru berada di posisi teratas dengan keunggulan sebanyak 7 persen dari paslon nomor urut 1. Meski tidak menyebutkan secara rinci berapa angka yang telah diraih oleh paslon Desra-Bachtul, namun pihaknya menyebutkan hasil penghitungan ini belum final. Lantaran itu pihaknya menegaskan kans Desra Bachtul masih terbuka lebar untuk menjadi pemenang pilkada Kabupaten Solok 2015 ini.
Di Kota Solok, Eri Zulfian yang dulu menjadi wakil dari Walikota Irzal Ilyas , kini berada di posisi teratas. Ia berpasangan dengan Reiner dan mendapatkan 15.320 suara. Sementara di urutan berikutnya diraih Ismael Koto-Jon Hendra dengan 10.096 suara dan di posisi terakhir Irzal Ilyas-Alfauzi Bote dengan 6.028 suara.
Di Bukittinggi, ramalan calon independen Ramlan Nurmatias-Irwandi mencapai posisi puncak tampaknya mendekati kenyataan. Hasil rangkuman data dari 28 TPS, Ramlan-Irwandi memperoleh 2.610 suara, disusul Ismet-Zulbahri (kandidat nomor urut lima) dengan perolehan 1.401 suara. Pada posisi ketiga ditempati oleh pasangan Taslim-Marfendi (kandidat nomor urut satu), dengan perolehan 821 suara. Sementara pasangan Harma Zaldi-Rahmi Brisma (kandidat nomor urut tiga) memperoleh 619 suara, dan pasangan Febby-Zulifkar (kandidat nomor urut dua) hanya memperoleh 203 suara.
Posisi Aman
Di Padang Pariaman, pasangan Ali Mukhni-Suhatri Bur (AM-MK) bisa tersenyum senang. Selain sudah mendekati kemenangan, dari banyaknya petahana yang maju, mantan Bupati Padang Pariaman juga menjadi petahana yang bertahan.
Untuk sementara pasangan ini memenangkan Pilkada, dengan perolehan suara 61 persen atau sebesar 85.829 suara. Sementara itu rivalnya Alfikri Mukhlis-Yulius Danil memperoleh suara 54.919 atau 39,02 persen.
Menurut data dari tim pemenangan AM-SB, Tri Suryadi, calon nomor 1 ini berhasil meraih kemenangan di 15 kecamatan, sementara Alfikri-Yulius Danil (Al Yuda) hanya berhasil unggul di dua kecamatan, yaitu Kecamatan VII Koto Sungai Sariak dan Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam. Kecamatan Kayu Tanam ini merupakan kampung halaman calon Bupati Alfikri Mukhlis.
Di Pasaman, berdasarkan hitung cepat tim sukses Benny Utama-Daniel disebutkan, Benny unggul dari pasangannya Yusuf Lubis-Atos Pratama dengan selisih 3.800 suara.
Di Tanah Datar, petahana Irdinansyah Tarmizi yang berpasangan dengan Zuldafri Darma tampak unggul. Petahana ini, dari hasil sementara memperoleh 52,45 persen suara, disusul pasangan Edi Arman - Taufiq Idris dan berikutnya pasangan calon nomor urut 3 Syaherdam - Sultani dan terakhir diperoleh Nelson Darwis - Muzwar nomor urut 4.
Dari hasil tersebut, Irdinansyah memperoleh 53 ribu lebih suara, Edi Arman 38 ribu, Syaherdam 27 ribu dan Nelson 20 ribu pemilih.
Persaingan Sengit
Sementara klaim kemenagan terjadi di Kabupaten Agam sejak siang. Jika Irwan Fikri mengklaim kemenangan di wilayah Agam Barat atas 80 persen suara yang diraihnya, Indra Catri berdasarkan perolehan suara seluruhnya menyebut ia meraih kemenangan 53 persen atau 94.236 suara dan Irwan Fikri 46.72 persen atau 82.583 suara.
Di Limapuluh Kota kejar-kejaran dan saling klaim masih terjadi. Dari hasil perolehan suara sampai pukul 16.00 WIB tim pasangan nomor urut 1 Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan akui unggul di 113 TPS tersebar hampir di seluruh kecamatan. Data tersebut berdasarkan berkas yang diterima oleh tim pasangan nomor 1 dari saksi di 113 TPS. Hasil yang didapat ini selalu dipacu oleh pasangan nomor urut 4 Azwar Chesputra yang juga menang di beberapa TPS.
Di Sijunjung, hingga malam juga terus terjadi pergerakan suara. Dari data sementara yang dihimpun Haluan di delapan kecamatan, pasangan nomor urut 2 Yuswir Arifin memperoleh 36.274 suara atau 44,17 persen. Bahkan, pasangan yang mendaulat diri Yakin Bisa ini sementara unggul di kantong suaranya, yakni Kecamatan Kamang Baru dan Koto VII serta Kecamatan Tanjung Gadang.
Sementara pasangan urut 3 Ashelfine-Alpian Kasir, sementara memperoleh 24.969 suara atau 34,41 persen. Pasangan yang diusung dua partai politik, yakni, Partai PKS dan Hanura ini juga unggul di kantong suaranya, yakni Kecamatan Sijunjung, Sumpur Kudus dan Kecamatan Lubuk Tarok.
Sedangkan, pasangan nomor urut 1, Muchlis Anwar-Mayetrinaldi, sementara mengantongi 20.875 suara atau 25,42 persen. Pasangan yang diusung dua partai politik ini, yakni Partai Demokrat dan PAN, sementara juga menang di lubung suaranya, yakni di Kecamatan Kupitan dan IV Nagari.
Sementara untuk gubernur, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) bekerja sama dengan Jaringan Isu Publik (JIP) merelis hasil hitung cepat menyatakan, pasangan calon (paslon) gubernur Irwan Prayitno (IP)-Nasrul Abiat (NA) unggul tipis dari paslon Muslim Kasim (MK)-Fauzi Bahar.
berdasarkan data sampel yang masuk 100 persen, persentase perolehan suara IP-NA 59,04 persen. Sementara persentase perolehan suara MK-Fauzi 40,96 persen. Meskipun demikian, dari 9 zona yang dibagi dalam pengambilan sampel, pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar unggul di zona 8 yang meliputi Kota Pariaman dan padang Pariaman yaitu dengan perolehan suara 58,18 persen dan IP-NA 41,82 persen. (h/tim)




