Friday, Oct 12th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Artikel Mengenal Lebih Dekat "Diabetes Mellitus"

Mengenal Lebih Dekat "Diabetes Mellitus"

Share

oleh : dr Arry Dewanto SpPD (spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Lapangan Payaklaman)

DIABETES Mellitus (DM) atau lebih dikenal dengan kencing manis adalah sekumpulan gejala yang ditimbulkn karena adanya kadar gula yang tinggi dalam darah penderita DM. Sebelum membahas mengenai DM, ada baiknya dikenal dulu mengenai gula darah.

Apapun yang kita makan, baik makanan itu mengandung karbohidrat, protein atau lemak, maka di dalam tubuh akan diubah menjadi gula agar nantinya dapat digunakan sebagai sumber tenaga untuk kehidupan dan kegiatan manusia.

Terutama tepung-tepungan yang dipecah menjadi glukosa (gula). Glukosa merupakan sumber energi (tenaga) utama didalam tubuh manusia. Ketika zat makanan diatas dapat diserap oleh usus, kemudian masuk kedalam pembuluh darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh, dipergunakan organ-organ dalam tubuh manusia sebagai bahan bakar yang dapat berfungsi sebagai bahan bakar. Zat makanan itu
harus masuk kedalam sel supaya dapat diolah. Didalam sel melalui suatu proses yang rumit, maka dihasilkan energi kehidupan. Proses yang rumit ini disebut metabolisme.

Segera setelah makan, maka kadar gula darah seseorang akan segera meningkat. Gula tersebut ada di pembuluh darah dan belum harus disimpan didalam sel. Maka gula tersebut harus masuk ke dalam sel.
Untuk masuk kedalam sel, gula memerlukan insulin. Insulin dihasilkan oleh sel di pankreas, yang disebut pulau-pulau langerhans. Setelah gula masuk kedalam sel, maka kadar gula darah tidak dapat masuk ke dalam sel, sehingga kadar gula tetap tinggi di dalam darah. Dalam keadaan seperti ini, badan akan menjadi lemah karena tidak ada sumber energi didalam sel. Hal yang ekstrim ini dimana tidak ada insulin dalam tubuh biasanya jarang sekali terjadi. Keadaan seperti ini dikenal sebagai DM tipe I. Jika anda mengalami hal DM tipe I, berarti telah mulai terkena DM.

Namun yang sering terjadi adalah keadaan dimana insulin tersebut ada dalam jumlah cukup atau malah berlebih. Akan tetapi gula darah tetap tinggi. Untuk menggambarkan secara mudah, dapat dibayangkan bahwa insulin adalah anak kunci yang harus membuka lubang kunci di pintu sel.

Normal jumlah anak kuncinya banyak, tetapi lubang kuncinya yang berkurang, sehingga jumlah insulin yang dapat membawa gula masuk ke sel juga berkurang atau menurun. Meskipun insulin normal atau malah berlebihan didalam darah, kadar gula darah tetap tinggi. Keadaan ini dibidang kedokteran disebut dengan resistensi insulin. Penyebab resistensi insulin sebenarnya tidak begitu jelas. Kegemukan terutama di perut, diit tinggi lemak rendah karbohidrat, kurang olahraga serta adanya faktor keturunan disebutkan memegang peran penting dalam resistensi insulin ini. DM yang disebabkan karena resistensi insulin ini disebut dengan DM tipe II.

Pada keadaan normal, kadar gula darah adalah 70-110 mg/dL darah. Segera setelah makan, maka kadar gula darah ini akan meningkat. Tubuh berusaha untuk menurunkan kadar gula darah ini dengan memproduksi insulin di pulau langerhans. Normalnya insulin ini cukup untuk menormalkan gula darah menjadi normal dalam waktu 2-3 jam.

Apabila anak kunci (insulin) yang tersedia banyak. Akan tetapi lubang kunci dipintu sel sedikit atau berkurang, maka gula tidak dapat masuk kedalam sel. Akibatnya, kadar gula darah tetap tinggi. Apabila gula yang di makan banyak, insulin mencukupi untuk memasukkannya ke dalam sel, maka kelebihan asupan gula ini akan disimpan di sel, terutama sel otot dan hati. Simpanan cadangan gula ini akan digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kekurangan asupan gula, misalkan pada keadaan puasa.

Pada keadaan puasa selama lebih dari delapan jam. Cadangan gula yang dimiliki tubuh, akan diubah kembali menjadi gula sebagai sumber energi utama. Cadangan utama terdapt di sel otot dan hati yang disebut glikogen. Hal ini diperlukan oleh sel otak, mata dan sel darah merah.

Ketiga organ ini sangat bergantung pada ketersediaan gula. Apabila keadaan puasa ini berlangsung lama dan glikogen, maka terjadi pemecahan lemak pada insulin dan zat lain yang tugasnya berlawanan dengan insulin (anti insulin).

Sehingga kadar gula berusaha untuk selalu berada dalam batasan kadar normal. Dimana hal ini tidak terjadi pada penderita DM. Apabila kadar yang tinggi ini melebihi kemampuan ginjal untuk menyaring, maka gula akan dikeluarkan melalui kencing. Sehingga kencing mengandung yang disebut juga dengan kencing manis. Ciri-cirinya bila air kencing ini dikerubuti oleh semut.(bersambung)