Sabtu06232018

Last update05:00:00 AM

Back Artikel Bisnis Tanaman Hias

Bisnis Tanaman Hias

Sinar matahari mulai menyengat, saat menyambangi taman yang terpapar di gerbang depan perumahan Mekar Sari Tiban sekupang. Sentra ini terlihat sepi, namun saat menapaki jalan berbatu di gang ini, terlihat beberapa pekerja di sela-sela rimbun tanaman. Mereka sibuk menyiram dan memindahkan polybag.

Kawasan gerbang perumahan ini memang tak begitu luas, namun bisa disulap indah dan teduh dan dipenuhi aneka tanaman. Ukurannya beragam, mulai dari sejengkal hingga setinggi orang dewasa. Kerimbunan tanaman ini tak terlihat langsung dari jalan raya.

Untuk bisa berkunjung kelokasi tanaman hias ini tidaklah terlalu sulit menemukannya, lokasinya yang bersisian dengan jalan raya berada persis di sebelah Vitka SPBU menjadikannya mudah dicari.

Sentra tanaman hias ini memang sejak lama berda dilokasi ini. Riyadi pemilik sentra tanaman hias ini menyediakan banyak jenis tanaman, dengan ijin menggunakan lahan dari pemerintahan Otorita Batam, pria ini merasa yakin dapat memanfaatkan lahan hijau untuk sesuatu yang lebih mengahsilkan.

Banyak jenis tanaman yang ia siapkan, mulai dari tanaman indoor seperti tanaman hias yang berada di ruangan, semacam aglaonema, bromelia, anthurium, dan dracaena. Sedangkan tanaman outdor adalah tanaman untuk proyek taman di perumahan atau perkantoran. Misalnya, pucuk merah, costus, philo williamcy, aneka palem, dan cycads.

Umumnya tanaman indoor ditempatkan di bawah jaring paranet. Sedangkan tanaman outdoor tetap terkena sinar matahari langsung.

“Umumnya, harga tanaman indoor berkisar Rp 10.000 hingga Rp 30 juta per pohon. Harga tanaman outdoor Rp 5.000-Rp 75 juta per pohon. "Kalau tanaman yang unik, atau memiliki kelainan gen, nilai jualnya bisa 10 kali lipat dari harga tanaman normalnya," kata Riyadi.

Selain menjual tanaman, nursery biasanya menerima pembuatan proyek taman untuk skala individu maupun perumahan. Tarif pengerjaan taman tergantung jenis tanaman dan luas taman.

Budidaya Sendiri

Kebanyakan tanaman adalah hasil budidaya mereka sendiri. Nah, inilah keunggulan berdagang bibit tanaman dengan mengembangkan kemampuan budidaya sendiri.

Lahan yang ada membuat ia lebih produktif mengembangkan tanaman yang ada, baik dengan sistem penyemaian, stek, ataupun okulasi. Tekhnik ini dimaksud agar mendapatkan bibit tanaman yang lebih baik lagi.

Deretan tanaman Bromelia tersusun rapi dalam polybag kecil . Tanaman hias ini diletakkan di lahan yang beratapkan paranet. Berbeda lagi perlakuan untuk tanaman Pucuk Merah, yang sengaja diletakkan di luar paranet agar bisa tumbuh sempurna.

"Pemeliharaan tanaman indoor lebih rumit karena tidak boleh terkena matahari langsung, penyiraman juga ada waktunya," ujar pria berdarah jawa ini.

Berkat pemeliharaan yang hati-hati itu, kualitas tanaman hias miliknya terjaga. Inilah keunggulan tanaman yang ada di sentra ini. Keunggulan lain, sebagian besar.

Sementara, untuk proyek pengerjaan taman, pemilik bersedia menyesuaikan tarif dengan budget konsumen. tarif termurah pengerjaan taman sederhana ukuran 2 x 3 meter dengan jenis rumput dan tanaman pelindung palem harganya bisa dibicarakan sesuai kantong konsumen.

Umumnya untuk proyek taman yang diutamakan adalah kemolekan warna dan kerimbunan tanaman. Jenis yang biasa dipakai seperti Staberna, palem, dan Pucuk Merah.

Walau sentra ini belum setenar kios pedagang tanaman di tempat lain, pihaknya optimistis, prospek berjualan tanaman di lokasi ini cukup menjanjikan. "Apalagi, setahun terakhir ini orang sudah semakin kenal lokasi ini," ungkapnya. Biasanya, sentra ini ramai pengunjung di hari akhir pekan dan masa liburan, kecuali menjelang lebaran.

10 Strategi Sukses Bisnis dan Wira Usaha

1. Mencari pasar khusus yang belum tergarap

Identifikasikan sebuah pangsa pasar khusus (niche market) yang kebutuhan utamanya belum terpenuhi oleh kompetitor. Bangun sebuah spesialisasi yang Anda tahu merupakan keunggulan dari perusahaan Anda. Ingatlah, bahwa bahkan sebuah perusahaan besar dan bertaraf internasional pun tak bisa memuaskan semua orang. Banyak pasar khusus yang seringkali tak tergarap karena dianggap terlalu kecil.

2. Peka terhadap tren terbaru berani memulai

Carilah kebutuhan dan keinginan terbaru dari para konsumen yang tumbuh dari perubahan tren di segi kultural, ekonomi, teknologi yang menjadi sinyal kesempatan pasar baru. Bertindaklah dengan cepat, jangan menunda terlalu lama.

3. Lakukan!

Berhenti membuat alasan-alasan. Waktu paling "sempurna" untuk meluncurkan bisnis takkan pernah bisa diprediksi secara tepat dan pasti. Jangan biarkan para bakal calon kompetitor mencuri start dari bisnis yang sebenarnya bisa Anda mulai terlebih dulu. Mulailah bergerak. Ciptakan gol-gol pendek dan deadline yang membawa Anda lebih dekat untuk membuka lahan bisnis baru.

4. Hindari kata-kata yang mematahkan semangat

Abaikan orang-orang yang berkata "Itu tak akan berhasil" atau "Tak akan bisa berhasil kalau kamu melakukannya dengan cara itu". Sesekali, menjauh dari anggapan yang menurunkan semangat dan aturan baku bisa membantu Anda untuk meraih kesuksesan berbisnis. Perhatikan dan pelajari cara para pebisnis yang sukses di bidang mereka dengan pandangan yang kritis. Pelajari cara mereka bekerja dan program yang mereka lakukan. Ajukan pertanyaan-pertanyaan "bagaimana jika" di dalam pikiran Anda.

5. Eksplorasikan kelemahan kompetitor

Ambil pandangan kritis terhadap kompetisi Anda dari perspektif konsumen. Dengarkan baik-baik akan kebutuhan dan komplain dari konsumen prospektif saat melakukan telepon sales. Hal ini akan membantu mengidentifikasi kekurangan dan kelemahan kompetitor. Carilah cara untuk menutup kekurangan dari servis dan produk Anda sendiri, lalu perbaiki hal tersebut.

6. Isi kekosongan

Pusatkan pandangan Anda di area yang lupa ditutupi oleh kompetitor Anda. Pelajari bagaimana mengantisipasi area baru yang bisa Anda isi dengan servis atau bisa memposisikan bisnis Anda lebih cepat dari kompetitor Anda.

7. Tenar dengan dana minim

Pikirkan cara bagaimana agar lebih dikenal dengan dana seminim mungkin. Jangan terlalu menutup diri, jadilah kreatif, beranikan diri untuk makin dikenal banyak orang (tapi untuk alasan yang baik). Tukar ide dengan orang-orang terdekat Anda.

8. Percaya kemampuan diri

Bangun dan belajar untuk menggunakan kekuatan intuisi Anda. Dengarkan hati Anda. Akan ada saat-saat Anda harus memilih bermain aman atau justru bermain nekat untuk menghadapi tantangan bisnis. Orang-orang sekitar Anda juga memberi masukan yang beragam, sehingga yang bisa Anda percayai hanyalah diri dan hati Anda.

9. Jangan biarkan kesulitan atau kegagalan mengalahkan Anda

Jangan biarkan batasan yang diciptakan oleh orang lain atau keadaan yang menjepit membuat Anda lemah. Banyak wirausahawan yang menutup usaha mereka karena tidak percaya pada diri sendiri. Sebagai wirausahawan, Anda akan menghadapi masa-masa penuh stres yang akan menguji kepercayaan Anda. Ingatlah, bahwa alat untuk mengusir kegundahan itu adalah kegigihan dan daya lenting. Percayalah pada konsep bisnis Anda dan komitmen diri untuk melihat bisnis ini sukses.

10. Jangan berhenti berinovasi

Secara kontinu, carilah cara-cara baru untuk memperkenalkan produk-produk baru dan servis untuk konsumen langganan Anda dan pasar baru yang Anda temui. Berpuas diri adalah hal yang bisa membahayakan perusahaan Anda. Sesuaikan bisnis Anda dengan tren pasar.

Share