Selasa02042014

Last update12:00:00 AM

Back Artikel Hati-Hati Memilih AC Inverter!

Hati-Hati Memilih AC Inverter!

Article Index
Hati-Hati Memilih AC Inverter!
Lebih Cepat Dingin, Lebih Nyaman
Cara Hemat Gunakan AC
All Pages


Cuaca Kota Batam yang panas menuntut masyarakatnya menggunakan air conditioner (AC) untuk pendingin ruangan. Berbagai produk dan merek banyak tersedia di pasaran, mulai dari AC seken hingga yang keluaran terbaru. Masyarakat tinggal memilih sesuai kebutuhan dan uang yang tersedia.


Namun demikian, Anda perlu hati-hati memilih pendingan ruangan (AC) dengan menggunakan teknologi inverter. AC jenis ini adalah tergolong AC pintar yang dapat mendeteksi perubahan temperatur (suhu) pada ruangan, sehingga dapat memberikan daya pendinginan yang optimal. Berbeda dengan AC konvensional yang tidak bisa secara otomatis menyesuaikan ke suhu yang diinginkan.

Akhir-akhir ini banyak masalah dan keluhan dari pemilik AC inverter yang tiba-tiba AC inverternya mati total dan tidak dapat digunakan lagi. Ternyata memang setelah dicek daya listrik terpasang dirumahnya hanya 900 watt. Padahal AC inverter sangat tidak direkomendasikan untuk rumah dengan daya listrik 900 watt atau lebih kecil. Teknologi AC inverter seperti apa yang baik dan hemat energi yang sebaiknya kita gunakan?

PT. LG Electronics menjawab kebutuhan Anda dengan pengembangan lebih lanjut teknologi INVERTER yang selama ini telah dipercaya dapat mengurangi pemakaian daya listrik khususnya pada pendingin ruangan inverter. Tak tanggung-tanggung, LG Electronics mengklaim pengembangan teknologi Inverter-nya ini mampu menghasilkan penghematan daya listrik hingga 60% berbanding dengan perangkat pendingin udara konvensional.

“Melalui hasil pengembangan ini kami ingin menunjukkan komitmen LG untuk tidak terpaku pada teknologi yang ada dan terus mengupayakan pada inovasi yang semakin hemat listrik tanpa mengurangi kenyamanan pada penggunanya,” ujar Albert Fleming - Head of Residential Air Conditioner PT. LG Electronics Indonesia.

Pengembangan teknologi Inverter dari yang sebelumnya telah cukup dikenal di pasaran ini bukannya tanpa alasan. Dibandingkan dengan perangkat elektronik rumah tangga lainnya, pendingin ruangan (air conditioner) memiliki konsumsi daya listrik besar dalam penggunaannya. Belum lagi bila merujuk pada durasi pengoperasian yang umumnya lama, menciptakan beban biaya bagi konsumen untuk konsumsi listrik rumah tangga.

Kunci pengembangan terbaru dari teknologi Inverter besutan LG ini merupakan hasil dari kehandalan sirkuit micro processor yang terletak tepat pada kompresornya. Pemanfaatan sirkuit ini memungkinkan mesin pendingin ruangan berteknologi Inverter untuk mengubah jenis arus listrik yang masuk dari arus bolak-balik (Alternation Current) menjadi arus listrik searah (Direct Current) sebagai keluarannya. Ini berbeda dengan skema kerja pada perangkat pendingin ruangan konvensional yang hanya memanfaatkan arus listrik bolak-balik untuk mendinginkan suatu ruangan.

Adanya perubahan jenis arus listrik dari AC menjadi DC inilah yang kemudian menghasilkan kinerja kompresor yang lebih stabil pada tingkat suhu yang diinginkan. Pasalnya, proses pengubahan jenis arus listrik yang terjadi pada kompresor yang berlangsung terus menerus membuat kompresor terus bekerja secara berkelanjutan sepanjang pengoperasian perangkat pendingin ruangan ini.

Cara kerja kompresor ini, ketika suhu ruangan telah mencapai derajat yang sesuai keinginan pengguna, kompresor pada Inverter pengembangan terbaru ini masih akan tetap bekerja namun dengan laju putaran yang menyesuaikan dengan naik-turunnya suhu ruangan. Artinya, cepat-lambatnya kompresor bekerja akan sesuai dengan informasi yang diterima sensor untuk memantau bilamana terjadi perubahan suhu dalam ruangan.

Hal ini berbeda dengan hukum kerja kompresor pada perangkat pendingin ruangan konvensional. Pada perangkat ini, kompresor akan berhenti bekerja begitu suhu ruangan yang diinginkan telah terpenuhi. Namun demikian, kompresor baru akan mulai kembali aktif bekerja bila terjadi perubahan temperatur sebagai akibat kenaikan suhu dalam ruangan.

Daya listrik yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kembali kerja kompresor ini secara berkala sepanjang pemakaian perangkat pendingin ruangan inilah yang kemudian memiliki konsekuensi pada tingginya asupan daya listrik yang diperlukan. “Pada gilirannya, hal ini memberi beban tinggi pada besaran biaya listrik rumah tangga,” ujar Sigit Herry Supriyatna – Project Group Head Commercial Air Conditioner PT. LG Electronics Indonesia.

Menguji hasil pengembangan teknologi Inverter kreasinya ini, LG bahkan melakukan sebuah pengujian independen yang dipercayakan pada tim peneliti dari Universitas Indonesia Fakultas Tehnik Elektro. Melalui serangkaian pengujian tersebut, didapati hasil jika perangkat pendingin ruangan dengan kelengkapan Inverter besutan LG ini memiliki konsumsi daya listrik sebesar 1,46271 kWH pada pengujian dalam ruangan dengan suhu yang diatur 24° Celcius selama kurun waktu 8 jam. Sedangkan, tingkatan suhu 24° Celcius ini sendiri dapat dengan cepat dicapai teknologi LG Inverter hanya dalam hitungan waktu 7 menit.

”Pengujian ini dilakukan untuk menguatkan hasil inovasi teknologi yang LG lakukan. Tak sekedar mengembangkan suatu teknologi, namun pula LG berusaha untuk memberikan kepastian pada konsumen terkait hasil nyata bagaimana produk tersebut nantinya memberikan nilai guna sesuai yang kami janjikan kepada konsumen kami,” ujar Albert Fleming.

Lebih lanjut Albert Fleming juga menjelaskan jika dari hasil uji tersebut, konsumen sekaligus dapat memperkirakan jumlah biaya listrik yang harus ditanggung dengan penggunaan pendingin udara berteknologi Inverter dari LG ini. Di mana, untuk rumah berkapasitas 2200 watt, konsumen cukup membayar kurang lebih Rp1,000,- / harinya. Jumlah ini diperoleh dengan melakukan penghitungan sesuai dengan rumusan sederhana hasil pengalian daya listrik dengan biaya listrik/kWh (R-1).(sm/id/net)