| Article Index |
|---|
| Hati-Hati Memilih AC Inverter! |
| Lebih Cepat Dingin, Lebih Nyaman |
| Cara Hemat Gunakan AC |
| All Pages |
Cuaca Kota Batam yang panas menuntut masyarakatnya menggunakan air conditioner (AC) untuk pendingin ruangan. Berbagai produk dan merek banyak tersedia di pasaran, mulai dari AC seken hingga yang keluaran terbaru. Masyarakat tinggal memilih sesuai kebutuhan dan uang yang tersedia.
Namun demikian, Anda perlu hati-hati memilih pendingan ruangan (AC) dengan menggunakan teknologi inverter. AC jenis ini adalah tergolong AC pintar yang dapat mendeteksi perubahan temperatur (suhu) pada ruangan, sehingga dapat memberikan daya pendinginan yang optimal. Berbeda dengan AC konvensional yang tidak bisa secara otomatis menyesuaikan ke suhu yang diinginkan.
Akhir-akhir ini banyak masalah dan keluhan dari pemilik AC inverter yang tiba-tiba AC inverternya mati total dan tidak dapat digunakan lagi. Ternyata memang setelah dicek daya listrik terpasang dirumahnya hanya 900 watt. Padahal AC inverter sangat tidak direkomendasikan untuk rumah dengan daya listrik 900 watt atau lebih kecil. Teknologi AC inverter seperti apa yang baik dan hemat energi yang sebaiknya kita gunakan?
PT. LG Electronics menjawab kebutuhan Anda dengan pengembangan lebih lanjut teknologi INVERTER yang selama ini telah dipercaya dapat mengurangi pemakaian daya listrik khususnya pada pendingin ruangan inverter. Tak tanggung-tanggung, LG Electronics mengklaim pengembangan teknologi Inverter-nya ini mampu menghasilkan penghematan daya listrik hingga 60% berbanding dengan perangkat pendingin udara konvensional.
“Melalui hasil pengembangan ini kami ingin menunjukkan komitmen LG untuk tidak terpaku pada teknologi yang ada dan terus mengupayakan pada inovasi yang semakin hemat listrik tanpa mengurangi kenyamanan pada penggunanya,” ujar Albert Fleming - Head of Residential Air Conditioner PT. LG Electronics Indonesia.
Pengembangan teknologi Inverter dari yang sebelumnya telah cukup dikenal di pasaran ini bukannya tanpa alasan. Dibandingkan dengan perangkat elektronik rumah tangga lainnya, pendingin ruangan (air conditioner) memiliki konsumsi daya listrik besar dalam penggunaannya. Belum lagi bila merujuk pada durasi pengoperasian yang umumnya lama, menciptakan beban biaya bagi konsumen untuk konsumsi listrik rumah tangga.
Kunci pengembangan terbaru dari teknologi Inverter besutan LG ini merupakan hasil dari kehandalan sirkuit micro processor yang terletak tepat pada kompresornya. Pemanfaatan sirkuit ini memungkinkan mesin pendingin ruangan berteknologi Inverter untuk mengubah jenis arus listrik yang masuk dari arus bolak-balik (Alternation Current) menjadi arus listrik searah (Direct Current) sebagai keluarannya. Ini berbeda dengan skema kerja pada perangkat pendingin ruangan konvensional yang hanya memanfaatkan arus listrik bolak-balik untuk mendinginkan suatu ruangan.
Adanya perubahan jenis arus listrik dari AC menjadi DC inilah yang kemudian menghasilkan kinerja kompresor yang lebih stabil pada tingkat suhu yang diinginkan. Pasalnya, proses pengubahan jenis arus listrik yang terjadi pada kompresor yang berlangsung terus menerus membuat kompresor terus bekerja secara berkelanjutan sepanjang pengoperasian perangkat pendingin ruangan ini.
Cara kerja kompresor ini, ketika suhu ruangan telah mencapai derajat yang sesuai keinginan pengguna, kompresor pada Inverter pengembangan terbaru ini masih akan tetap bekerja namun dengan laju putaran yang menyesuaikan dengan naik-turunnya suhu ruangan. Artinya, cepat-lambatnya kompresor bekerja akan sesuai dengan informasi yang diterima sensor untuk memantau bilamana terjadi perubahan suhu dalam ruangan.
Hal ini berbeda dengan hukum kerja kompresor pada perangkat pendingin ruangan konvensional. Pada perangkat ini, kompresor akan berhenti bekerja begitu suhu ruangan yang diinginkan telah terpenuhi. Namun demikian, kompresor baru akan mulai kembali aktif bekerja bila terjadi perubahan temperatur sebagai akibat kenaikan suhu dalam ruangan.
Daya listrik yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kembali kerja kompresor ini secara berkala sepanjang pemakaian perangkat pendingin ruangan inilah yang kemudian memiliki konsekuensi pada tingginya asupan daya listrik yang diperlukan. “Pada gilirannya, hal ini memberi beban tinggi pada besaran biaya listrik rumah tangga,” ujar Sigit Herry Supriyatna – Project Group Head Commercial Air Conditioner PT. LG Electronics Indonesia.
Menguji hasil pengembangan teknologi Inverter kreasinya ini, LG bahkan melakukan sebuah pengujian independen yang dipercayakan pada tim peneliti dari Universitas Indonesia Fakultas Tehnik Elektro. Melalui serangkaian pengujian tersebut, didapati hasil jika perangkat pendingin ruangan dengan kelengkapan Inverter besutan LG ini memiliki konsumsi daya listrik sebesar 1,46271 kWH pada pengujian dalam ruangan dengan suhu yang diatur 24° Celcius selama kurun waktu 8 jam. Sedangkan, tingkatan suhu 24° Celcius ini sendiri dapat dengan cepat dicapai teknologi LG Inverter hanya dalam hitungan waktu 7 menit.
”Pengujian ini dilakukan untuk menguatkan hasil inovasi teknologi yang LG lakukan. Tak sekedar mengembangkan suatu teknologi, namun pula LG berusaha untuk memberikan kepastian pada konsumen terkait hasil nyata bagaimana produk tersebut nantinya memberikan nilai guna sesuai yang kami janjikan kepada konsumen kami,” ujar Albert Fleming.
Lebih lanjut Albert Fleming juga menjelaskan jika dari hasil uji tersebut, konsumen sekaligus dapat memperkirakan jumlah biaya listrik yang harus ditanggung dengan penggunaan pendingin udara berteknologi Inverter dari LG ini. Di mana, untuk rumah berkapasitas 2200 watt, konsumen cukup membayar kurang lebih Rp1,000,- / harinya. Jumlah ini diperoleh dengan melakukan penghitungan sesuai dengan rumusan sederhana hasil pengalian daya listrik dengan biaya listrik/kWh (R-1).(sm/id/net)
Lebih Cepat Dingin, Lebih Nyaman
Penggunaan teknologi LG Inverter pada produk pendingin ruangan memang sudah terbukti mampu menekan biaya listrik rumah tangga. Meski begitu konsumen tak hanya diuntungkan sampai disitu saja oleh pengaplikasian teknologi LG Inverter. Para penggunanya juga dapat merasakan kenyamanan yang lebih, salah satunya yaitu dengan proses pendinginan yang menjadi lebih cepat.
Ketika mesin dinyalakan untuk pertama kalinya, teknologi LG Inverter ini akan memacu kerja mesin secara lebih optimal, sehingga dapat mencapai tingkat suhu yang diinginkan penggunanya 15% lebih cepat bila dibandingkan dengan pendingin udara konvensional.
Tak sekedar mempercepat proses pendinginan di awal, teknologi LG Inverter ini juga menjaga agar suhu di dalam ruangan tetap stabil, sesuai dengan yang diinginkan selama pendingin ruangan tersebut bekerja. Hal ini dilakukan melalui sensor deteksi yang secara cermat mengawasi naik dan turunnya tingkat kedinginan di dalam ruangan. Sensor tersebut akan secara cermat memonitor selisih suhu antara suhu di dalam rungan dengan suhu yang ditentukan supaya perbedaannya tidak lebih dari 0.5° Celcius. Di mana, pendingin ruangan konvensional hanya dapat mendeteksi, bila selisih suhu sudah mencapai rentang 1° Celcius. ”Dengan perbedaan suhu yang seminim mungkin, fluktuasi suhu dalam rungan pun dapat diminimalisir. Pada akhirnya, konsumen akan merasa kian nyaman untuk beraktifitas di dalam ruangan bersuhu cenderung stabil,” kata Sigit Herry Supriyatna.
Penjagaan optimal terhadap tingkat suhu udara di dalam ruangan, lantas dikombinasikan dengan kenyamanan lainnya yang ditawarkan oleh teknologi LG Inverter melalui jaminan suara mesin kompresor yang anti berisik. Perubahan arus listrik bolak – balik menjadi arus listrik searah, secara nyata mampu mereduksi hasilan suara mesin kompresor hingga tingkat suara 19 dB. ”Inilah solusi yang LG berikan atas keluhan konsumen mengenai kegaduhan pada mesin kompresor pendingin udara,” ucap Albert Fleming.
Perhatian LG terhadap kenyamanan penggunanya, tak membuatnya lantas mengesampingkan nilai-nilai pelestarian lingkungan. Ini dibuktikannya dengan pengaplikasian zat pendingin terbaru yang aman bagi lingkungan. Zat pendingin (refrigerant) jenis R410A ini dipilih karena gas jenis ini terbukti tidak mengandung CFC (Cloro Fluoro Carbon) yang menjadi pemicu utama penyebab kebocoran pada lapisan ozon. ”Selain menelurkan inovasi handal yang menguntungkan konsumennya, LG juga memastikan jika teknologi ini aman bagi lingkungan,” ujar Albert Fleming lagi.
Berbagai keunggulan yang ditawarkan LG melalui pengembangan teknologi Inverter ini, tak dipungkiri menjadi bagian dari upaya berkelanjutan vendor asal Korea Selatan ini untuk selalu memuaskan para konsumen setianya dalam menggunakan produk pendingin udara keluaran LG. ”Dengan hasil pengembangan ini kami ingin sekaligus memberikan pesan bila teknologi Inverter yang ada saat ini bukanlah menjadi titik akhir dari upaya LG untuk terus menghasilkan perangkat pendingin ruangan yang lebih hemat listrik dan sekaligus nyaman bagi penggunanya. Bahkan kedepannya, kami akan persiapkan terus inovasi terbaru yang selalu memenuhi kebutuhan konsumen kami akan pendingin udara yang modern,” paper Albert Fleming.(sm/dbs)
Cara Hemat Gunakan AC
Faktanya, lebih dari 50 persen konsumsi energi listrik di rumah adalah untuk alat penyejuk udara, atau AC. Di kantor, angka ini naik hingga 70 persen. Sementara, saat ini pemadaman listrik terjadi secara rutin.
Solusinya? Dengan mengurangi penggunaan AC kita tidak hanya bisa menghemat uang, listrik dan memperpanjang umur AC, namun juga ikut membantu agar listrik tidak ‘byar-pet' terus. Siapa takut?
Kita mulai dari awal.Sebenarnya, apakah kita memang memerlukan AC ini? Kan, solusi yang paling hemat dan ramah lingkungan adalah untuk simpanatau jual ACnya dan buka lebar-lebar jendela kita untuk menikmati AC alam. Kan, fungsi AC adalah untuk menyejukkan ruangan bukan untuk mendinginkan atau apalagi membuat orang beku.
Realitanya, jaman sekarang ini sudah sulit untuk tinggal di rumah di daerah perkotaan yang dibangun dengan menggunakan ventilasi alami, tanpa AC. Seringkali kita terpaksa menggunakan AC karena tidak tahan akan panasnya udara. Untungnya, banyak sekali langkah yang dapat kita terapkan untuk menghemat penggunaan AC.
Caranya:
* Pilih AC hemat energi
AC harus mampu menyejukkan ruangan secara cepat. Dengan ukuran evaporator pendingin dan kipas yang lebih besar, maka akan lebih cepat mendinginkan ruangan secara alami dan seimbang.
* Pilih AC dengan freon yang ramah lingkungan
Freon adalah bahan cair yang menghasilkan dingin dalam ACnya. Pilih AC dengan freon yang ramah lingkungan, seperti freon hidrokarbon.
* Tentukan Kapasitas AC (PK)
Sering terjadi, konsumen membeli AC dengan kapasitas (PK) yang lebih besar dari kebutuhanya, sehingga tidak efisien dan boros energi. Alhasil, tagihanya naik terruusssss! Maka, pilih kapasitas AC yang tepat, dengan acuan kapasitas berkisar antara 600 BTU/jam/m2.
* Pakai timer agar AC beroperasi hanya pada saat dibutuhkan
Gimana rasanya saat bangun pagi dalam ruangan yang super dingin sebab AC menyala terus semalaman? Badan pasti terasa gak enak kan?
AC tidak perlu dipakai sepanjang kita tidur. Sebaiknya hidupkan AC seperempat jam sebelum saat tidur, dan timernya di set selama 1-2 jam mati otomatis. Kalau AC-nya sudah mati, ruangnya akan tetap dingin selama beberapa jam kemudian. Untuk siang hari, usahakan mematikan AC, jika akan meninggalkan ruangan dalam waktu relatif lama.
* Atur suhu AC dengan thermostat
Untuk aktivitas sehari-hari, atur suhu AC yang paling optimal dari sisi kenyamanan dan pemakaian energi (tidak lebih dingin dari 25 °C), yaitu 3-5°C lebih rendah dari suhu di luar ruangan) . Ingat: setiap kenaikan temperatur 1°C dapat menurunkan konsumsi energi sebesar 3-5% (BPPT). Lumayan!
* Bersihkan filter AC, coil kondensor dan sirip AC secara teratur, tiap 3 bulan
Dengan memelihara AC secara rutin, kamu mampu menghemat listrik sampai dengan 20%. Energi yang dikonsumsi peralatan pendingin akan lebih rendah 10% pada kondensor yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Terganggunya sirkulasi udara karena debu yang menumpuk, menyebabkan kondensor mengkonsumsi lebih banyak listrik.
* Gunakan penutup pada bagian ruangan yang terkena sinar matahari langsung
* Usahakan pintu, jendela dan ventilasi udara selalu tertutup saat AC menyala.
* Gunakan lampu ruangan yang memiliki temperatur kerja rendah.
* Ganti AC yang sudah tua
Untuk alat AC yang telah berumur lebih dari 10 tahun, pemakaian energi akan lebih besar 30-50% dibandingkan dengan peralatan pendingin dengan teknologi baru.
Belum puas? Coba tips yang berikut
* gunakan lampu induksi yg tidak panas sehingga beban ac tidak terlalu berat
* pasang solar chimney
* naikin plafon, terus di bawah atap taruh material penahan panas
* rubah jendela supaya lebih lebar, maksimalkan jalusi
* warna cat tembok, kebiruan mendorong adanya feeling lebih cool daripada misalnya kuning gading
* pasang ceiling fan
* rumah dengan dinding dari kayu rasanya lebih sejuk
* jika terpaksa pakai AC, hindari menempatkan peralatan elektronik di bawah atau di dekat indoor unit(sm/net)



