BATAM CENTRE (HK)-- Perusahaan Gas Negara (PGN) berencana akan memasang pipa gas baru sepanjang 17 kilometer (km) di Kota Batam. Hal itu untuk efisiensi suplai gas ke PLTG Panaran dan persiapan penambahan kuota.
"Kita rencanakan akhir tahun ini pipa baru di Batam akan dipasang. Menurut perencanaan pipa tersebut akan dipasang sepanjang 17 kilometer," kata General Manager PGN SBU Distribution III, Mugiono kepada wartawan dalam acara halal bihalal di Harbourbay Restaurant, Batuampar, Jumat (31/8).
Kata dia, pipa gas baru yang akan dipasang tersebut untuk menghubungkan PLTG Panaran yang berada di kawasan Tembesi (Barelang) dengan kawasan industri Tanjunguncang, Batam. Dikatakan, pelaksanaan pengerjaan pemasangan pipa baru tersebut diproyeksikan akan rampung dan sudah bisa beroperasi pada tahun 2013 depan.
Adapun biaya pemasangan pipa gas baru itu sekitar Rp73,4 miliar atau US$480 per meternya.
"Pipa baru itu nanti, akan dioperasikan untuk mengaliri gas dari depo PGN di Tanjunguncang ke PLTG Panaran yang menjadi penyuplai listrik utama di Kota Batam. Besarnya investasi tersebut sekitar Rp73,4 miliar," katanya.
Dimana pipa ini diperlukan untuk lebih mengefesienkan pasokan gas ke Panaran yang selama ini dilakukan melalui jaringan pipa di Pulau Pemping yang berjarak puluhan mil dari Pulau Batam.
Disamping itu, kata dia, pemasangan pipa tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengembangan infrastruktur guna mempersiapkan penambahan kuota gas alam ke Batam yang saat ini tengah diajukan ke pemerintah.
Menurut Mugiono, yang menjadi masalah hingga kini adalah sering hilangnya marka (tanda rambu). Padahal tanda tersebut posisinya sangat penting bagi keselamatan masyarakat. Karena di bawah tanda tersebut tertanam pipa gas.
"Yang sering hilang adalah rambu tanda, apalagi yang di laut. Untuk menjaga hal itu, PGN telah menyosialisasikan kepada masyarakat. Memang pada dasarnya setiap tahun dianggarkan untuk pemasangan kembali tanda rambu tersebut," katanya.
Untuk pemeliharaan pipa gas transmisi, kata Mugiono, PGN sudah memiliki SOP, sehingga pipa tersebut akan selalu terjaga. Dan di kawasan Panaran juga sudah ada radar untuk mengawasi pipa gas yang ada di sana. Radar tersebut berfungsi untuk mengawasi kapal-kapal, sehingga jangan sampai melakukan labuh jangkar
di sekitar pipa gas tersebut.
"Intinya pipa gas tersebut hingga saat ini dalam kondisi aman dan terawat. Dan kita sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk pengawasan pipa gas yang ada di perairan," katanya. (cw62)
- Target Raih 13 Medali
- Dandim: Siap Bantu Tangani Bencana
- Yonif 134 TS Sukses Gelar Military Photography
- DAU Kepri Bertambah Rp337 Miliar
- Korban Kebakaran Seraya Disarankan Pindah
- Disparbud Panggil Pemilik Gelper Terindikasi Judi
- 825 KK Warga Sei Harapan Terima Raskin Tiap Bulan
- FPK Gelar Jalan Santai dan Malam Kesenian
- TNI Bersihkan Tanjunguma
- Nelayan RI Disiksa Aparat Malaysia
- Putusan MK Buang-buang Anggaran
- Posko Masih Terima Bantuan Korban Kebakaran di Muara Takus
- Bukan Contoh yang Baik, Walikota Baru Rekam Data e-KTP
- 67 Mesin Gelper Disegel
- Kasus Illegal Fishing Berkurang
- Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus
- Tiap Pelabuhan Akan Dibangun IKT
- Pencurian Kabel Lampu Jalan Marak
- Ada Lomba Tangkap Bebek di Laut
- PVA Bantah Bawa Cash ke Singapura


