Pantauan di lokasi, tanda-tanda adaya peresmian terlihat dari sejumlah papan bunga berisi ucapan selamat yang berjejer di dalam lokasi proyek pembangunan power listrik yang berkekuatan 55 x 2 Mega Watt (MW) yang dibangun pemerintah pusat dengan dana mencapai 200 miliar US Dollar itu. Sayangnya, manajemen perusahaan pelaksana proyek enggan memberi konfirmasi.
"Kami juga tidak mengetahui kapan akan dilaksanakan peresmian proyek PLTU ini. Dan kami juga tidak ada mengundang wartawan dan media dalam peresmian ini," ujar Widya, karyawan perusahaan pelaksana proyek PLTU Tanjungkasam, melalui sambungan telepon.
Di tempat terpisah, Kabag Humas Pemko Batam Ardi Winata saat dihubungi juga mengaku tidak tahu kalau ada peresmian proyek PLTU Tanjungkasam. Bahkan, kata dia, hingga kemarin (Jumat) Pemko Batam belum ada mendapat informasi tentang peresmian PLTU tersebut.
"Saya belum ada menerima undangan untuk Walikota Batam, untuk menghadiri peresmian PLTU Tanjungkasam dari pihak pelaksana peresmian PLTU itu. Sehingga saat ini, saya juga tidak ada mengagendakan untuk kunjungan Walikota Batam untuk hadir dalam acara peresmian itu. Biasanya, Walikota diundang pada setiap acara seperti itu, tidak tahu kalau nanti," kata Ardi, kemarin.
Sementara itu, anggota DRPD Provinsi Kepulauan Riau, Sukri Fahrial yang sempat melihat banyaknya karangan bunga di lokasi proyek saat ingin ke Pelabuhan Telagapunggur merasa ada keanehan dalam peresmian proyek PLTU Tanjungkasam tersebut.
"Yang saya tahu, proyek PLTU itu merupakan proyek pemerintah yang dalam hal itu PLN Pusat. Namun, di gerbang masuk atau gapuranya, yang ada malah banyak tulisan Cina," katanya.
"Saya tidak tahu apa artinya dari tulisan yang ada di gapura itu. Dan saya juga heran, kenapa tidak ada tulisan Indonesianya? Itu sudah tidak betul, karena terkesan tidak menghargai negara ini. Walapun mungkin proyek itu dikerjakan oleh banyak orang Cina. Di mana jiwa nasionalisnya bangsa ini," kata Sukri dengan nada dongkol.
Proyek PLTU Tanjungkasam, dikerjakan oleh PT China Huadian Enginering Co. LTD. Yaitu, sebuah perusahaan kontraktor listrik asing yang datang dari Cina. Karenanya, tak heran jika dalam pengerjaan proyek PLTU itu banyak mempekerjakan tenaga asing yang didatangkan langsung dari Cina.
Pemerintah memberikan waktu kepada PT China Huadian Enginering Co. LTD untuk pengerjaan proyek PLTU Tanjungkasam selama kurun waktu 33 bulan selesai, yang terhitung mulai Maret 2011.
"Dulu, para tenaga asing yang mengerjakan proyek PLTU itu sebelumnya pernah digerebek Imigrasi Batam, karena terbukti tidak dilengkapi dengan dokumen izin resmi. Para tenaga kerja asing itu pun sempat dideportasi ke negara asalnya. Ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua," tutur Sukri.
Diberitakan sebelumnya, General Manager PT China Huadian Enginering Co. LTD, Gong Wei selaku pelaksana pembangunan proyek PLTU mengatakan, proyek akan bisa diselesaikan lebih awal, dari waktu yang telah ditentukan. Karena, dalam pengerjaannya didukung oleh main power yang handal dan berpengalaman di bidangnya.
"Dengan dukungan tenaga pengerjaan dari masyarakat lokal Batam dan tenaga asing yang memiliki skil, dengan pengalaman yang lebih dari 10 tahun. Sehingga, proyek ini akan dapat selesai pada waktunya. Bahkan, berdasarkan analisa dan pengalaman kami, untuk proyek PLTU ini akan dapat selesai lebih awal," ujar Wei senang.
Kemudian dikatakannya lagi," Saat ini, untuk pengerjaan power pertama yang sebesar 55 MW, dapat diselesaikan selama enam bulan. Sehingga, berdasarkan perhitungan kami, pada bulan Juni mendatang sudah bisa melakukan pengaktifan unit pertama (TOC and COD OT unit I). Sedangkan untuk pengaktifan unit kedua (TOC and COD OT unit II), akan kami rencanakan pada bulan September mendatang," jelasnya.
Batubara untuk pembangkit PLTU Tanjungkasam dipasok oleh PT Kideco Jaya Agung dari lokasi tambang di Kalimantan Timur. Selain PT Kideco Jaya Agung, pasokan batubara untuk PLTU Tanjungkasam sebagiannya juga dipasok oleh PT PLN Batumara, anak perusahaan PT PLN (Persero). (cw41)
- Target Raih 13 Medali
- Dandim: Siap Bantu Tangani Bencana
- Yonif 134 TS Sukses Gelar Military Photography
- DAU Kepri Bertambah Rp337 Miliar
- Korban Kebakaran Seraya Disarankan Pindah
- Disparbud Panggil Pemilik Gelper Terindikasi Judi
- 825 KK Warga Sei Harapan Terima Raskin Tiap Bulan
- FPK Gelar Jalan Santai dan Malam Kesenian
- TNI Bersihkan Tanjunguma
- Nelayan RI Disiksa Aparat Malaysia
- Putusan MK Buang-buang Anggaran
- Posko Masih Terima Bantuan Korban Kebakaran di Muara Takus
- Bukan Contoh yang Baik, Walikota Baru Rekam Data e-KTP
- 67 Mesin Gelper Disegel
- Kasus Illegal Fishing Berkurang
- Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus
- Tiap Pelabuhan Akan Dibangun IKT
- Pencurian Kabel Lampu Jalan Marak
- Ada Lomba Tangkap Bebek di Laut
- PVA Bantah Bawa Cash ke Singapura


