BATAM CENTRE (HK)- Cuaca di Kota Batam yang kian tak menentu beberapa hari terakhir patut diwaspadai oleh masyarakat. Jumat (31/8) kemarin, misalnya, sebagian besar wilayah Batam dilanda angin kencang.
Angin kencang tersebut berlangsung mulai pukul 08.55 WIB sampai pukul 09.30 WIB. Menurut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Batam, Philip Mustamu melalui Forecaster BMKG, Adhitya Prakoso menyebutkan, angin tersebut berkecepatan 18 knot perjam.
"Angin yang terjadi sudah di atas batas. Batas normalnya 15 knot perjam dan sudah patut diwaspai. Meskipun angin ini belum masuk dalam kategori puting beliung," ujarnya.
Kata Adhitya, terjadinya angin puting beliung ditandai dengan cuaca panas yang terjadi. Beberapa hari sebelumnya. Dan kondisi cuaca seperti itu, terjadi pada musim pancaroba atau peralihan. Angin Kencang yang terjadi kemarin, menurutnya merupakan angin yang berasal dari awan Cumulonimbus (Cb).
Terkait lalulintas udara, menurut Adhitya, angin kencang tersebut dikategorikan cukup berbahaya. Namun, karena angin kencang ini hanya berlangsung setengah jam, sehingga arus penerbangan di Bandara Hang Nadim tidak terganggu.
"Kami (BMKG) sudah menginformasikan kepada pihak maskapai terkait angin kencang. Tergantung dari masing-masing maskapainya untuk memutuskan tetap terbang atau tidak. Tapi kalau sekarang ini, angin telah kembali normal. Kecepatan angin sekarang sudah 6 knot perjam," katanya.
Sementara itu, akibat angin kencang yang melanda wilayah Batam Centre, salah satu atap teras rumah toko (ruko) milik warga yang berada di sekitar SD 006 Perumahan Taman Raya, mengalami kerusakan.
"Ini hanya musibah kecil karena cuaca," ujar seorang wanita pemilik ruko itu.
Sebelumnya, BMKG juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati jika ingin melakukan aktivitas di perairan. Berdasar rekam data di BMKG, Selasa (28/8), gelombang laut di perairan Kepulauan Riau antara dua hingga 2,5 meter dengan arus yang cukup kuat.
"Untuk aktivitas kelautan diimbau agar berhati-hati terhadap gelombang laut yang cukup tinggi serta adanya arus laut yang kuat," kata Adhitya Prakoso.
Mengenai cuaca, kata Adhitya, Typhoon Tembin dan Bolaven masih aktif di perairan Taiwan sehinga menyebabkan perkumpulan awan di Kepri. Selain itu, adanya daerah putaran angin (EDDY) di sebelah barat Pulau Sumatra mengakibatkan terjadinya belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau.
"Pola angin seperti ini mendukung proses pertumbuhan awan," katanya.
Kelembaban udara yang tinggi juga menambah peluang pertumbuhan awan di wilayah Kepulauan Riau menjadi semakin besar.
"Sehingga cuaca diprakirakan berawan hingga berpeluang hujan ringan yang terkadang disertai petir," katanya. (sherly)
- Target Raih 13 Medali
- Dandim: Siap Bantu Tangani Bencana
- Yonif 134 TS Sukses Gelar Military Photography
- DAU Kepri Bertambah Rp337 Miliar
- Korban Kebakaran Seraya Disarankan Pindah
- Disparbud Panggil Pemilik Gelper Terindikasi Judi
- 825 KK Warga Sei Harapan Terima Raskin Tiap Bulan
- FPK Gelar Jalan Santai dan Malam Kesenian
- TNI Bersihkan Tanjunguma
- Nelayan RI Disiksa Aparat Malaysia
- Putusan MK Buang-buang Anggaran
- Posko Masih Terima Bantuan Korban Kebakaran di Muara Takus
- Bukan Contoh yang Baik, Walikota Baru Rekam Data e-KTP
- 67 Mesin Gelper Disegel
- Kasus Illegal Fishing Berkurang
- Pelajar Sindikat Curanmor Diringkus
- Tiap Pelabuhan Akan Dibangun IKT
- Pencurian Kabel Lampu Jalan Marak
- Ada Lomba Tangkap Bebek di Laut
- PVA Bantah Bawa Cash ke Singapura


