Informasi di lapangan, korban sudah meninggal sejak di bawa dari RS Elizabet menuju RS Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, sekitar pukul 10.45 WIB. Belum ada seorang pun pihak keluarga yang datang menjenguk.
Dokter kesehatan Polda Kepri Novi mengatakan korban sudah tidak bernyawa sejak dari RS Elisabet. Menurutnya, dari pemeriksaan visum luar yang dilakukan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sehingga dugaan sementara korban meninggal karena mengalami penyakit jantung.
"Dugaannya terkena penyakit jantung. Karena dari visum luar yang kita lakukan tidak ditemui tanda kekerasan. Namun yang jelas, korban meninggal sekitar enam jam sebelum dibawa ke sini, (RSBP-red)," ujar Novi.
Lebih lanjut, kata Novi, untuk mengetahui penyebab pastinya, pihaknya harus melakukan bedah dalam atau otopsi. Namun langkah tersebut harus ada persetujuan dari pihak keluarga. Tapi keluarga belum ada yang datang.
Sementara itu, petugas kamar mayat di RSBK membenarkan korban dijemput dari RS Elisabet.
"Saya yang jemput dari rumah sakit Elizabet sekitar pukul 10.45 WIB," ujar petugas tersebut.(Cw56)
Newer news items:
- Wisata Bahari Kepri Dilirik Singapura
- Reklamasi PT MAI Resahkan Warga
- Pengembangan Dermaga Batu Ampar Tunggu Material
- Empat Fraksi Tolak Raperda BUP
- Halal Bihalal Pengcab Forki Batam
- 2 Kapal Pengangkut Batu Bara Diresmikan
- Reklamasi di Batumerah Meresahkan
- 365 JCH Batam Lunas ONH
- September, Jatuh Tempo Retribusi Menara Telekomunikasi
- Pengembalian Dana Bergulir Capai Rp1,7 Miliar
Older news items:
- Nelayan RI Disiksa Aparat Malaysia
- TNI Bersihkan Tanjunguma
- FPK Gelar Jalan Santai dan Malam Kesenian
- 825 KK Warga Sei Harapan Terima Raskin Tiap Bulan
- Disparbud Panggil Pemilik Gelper Terindikasi Judi
- Korban Kebakaran Seraya Disarankan Pindah
- Total Mesin Disegel Jadi 170 Unit
- Penebusan Emas Capai Rp21 Miliar
- Selama Ramadhan di Kepri, Permintaan Uang Rp1,27 T
- 10 Kandidat Berebut Kursi Kadin Batam


