Senin01062014

Last update12:00:00 AM

Back Batam Harga Kambing Rp2 Juta, Sapi Rp12 Juta

Harga Kambing Rp2 Juta, Sapi Rp12 Juta

BATAM (HK) - Menjelang Idul Adha, harga hewan kurban di Batam mengalami peningkatan. Data dari Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Batam (APHTB), harga satu ekor kambing dipatok Rp2 juta dan sapi Rp12 juta.

Dibandingkan tahun lalu, terjadi peningkatan harga di tingkat pedagang. Dimana, harga kambing sebelumnya berkisar antara Rp1,8-1,9 juta dan harga sapi di kisaran Rp11-11,5 juta.

Sebagaimana dikatakan Ketua APHTB Sumardi, Selasa (2/10). Dikatakan Sumardi, saat ini sudah masuk sekitar 700 ekor kambing dan 1.545 sapi ke Batam . Sementara, pada tahun 2011, jumlah kambing yang masuk ke Batam sebanyak 5.000 ekor lebih dan sapi sebanyak 1.650 ekor.

Ditanyakan kebutuhan hewan kurban tahun ini, Sumardi mengaku tidak bisa memprediksi karena tergantung permintaan masyarakat. Namun begitu, pedagang akan menyuplai hewan kurban sesuai kebutuhan.

"Hewan kurban adalah hewan hidup yang sehat, sekiranya tidak laku, masih bisa dijual untuk hewan potong biasa. Kalau jumlah, kita perkirakan akan naik sekitar 5-10 persen dibandingkan tahun lalu," ujar Sumardi.

Terpisah, Kabid Peternakan Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Sri Yuneli memperkirakan kebutuhan hewan kurban pada 2012 meningkat 10 persen dibandingkan tahun 2011 lalu. Dimana, tahun lalu kebutuhan hewan kurban jenis kambing sebanyak 4.000 ekor dan sapi 1.200 ekor, artinya kebutuhan sapi tahun ini sebanyak 1.320 ekor dan kambing 4.400 ekor.

“Tahun ini kami perkirakan meningkat, tetapi besarannya belum pasti. Kami masih merampungkan data dari APHTB (Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Batam). Bisa dikatakan data tahun ini agak sedikit terlambat masuknya ke pemerintah. Namun, kami memperkirakan terjadi peningkatan sekitar 5-10 persen dari tahun lalu," tuturnya.

Data di Dinas KP2K Kota Batam, jumlag kambung yang sudah sampai di Batam untuk kurban sudah mencapai 3.000 ekor dan sapi sekitar 1.000 ekor. Dikatakan Neli, jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah, karena melihat kebiasaan pedagang yang baru mendatangkan hewan kurban 15 hari menjelang hari raya Idul Adha, seiring permintaan dari masyarakat Batam.

“Kita tidak membatasi, berapa kebutuhan masyarakat itu yang kita berikan, dan bisa juga nanti sehari menjelang lebaran haji baru hewan kurban membludak,” sambungnya.

Dikatakan Neli, sesuai peraturan, hewan-hewan kurban tersebut ditampung di Sei Temiang. Namun, untuk mengantisipasi membanjirnya hewan kurban, pihaknya merekomendasikan untuk menambah tempat-tempat tertentu.

“Hewan-hewan kurban tersebut harus dicek kesehatannya. Dalam hal ini, pengecekan dilakukan oleh Balai Karantina Batam yang akan melakukan pengecekan selama 15 hari. Setelah lulus dari Balai Karantina, hewan-hewan tersebut baru boleh didistribusikan," paparnya.

Namun begitu, bagi calon konsumen yang ingin memilih hewan kurban yang sehat, bisa dilihat secara fisik, yaitu dari kelincahan hewan, bulunya terlihat mengkilap, penglihatannya jelas.

Berbeda dengan harga yang dipaparkan APHTB, Dias KP2K Kota Batam menyebutkan harga kambing tahun ini Rp1,5 juta per ekor, naik dari tahun lalu yang hanya Rp1,3 juta per ekor. Sedangkan sapi naik dari Rp9 juta per ekor menjadi Rp10 juta per ekor. Sapi dan kambing tersebut didatangkan dari Lampung, Bali dan Jawa.

Kasdi, mantan Ketua APHTB berharao Pemerintah Kota Batam lebih berhati-hati dalam melakukan pengawasan penjualan hewan kurban. Karena menurutnya sapi dan kambing tidak bisa dipridiksi kesehatannya.

"Jangan sampai lalai, dan tidak memeriksa kesehatan hewan kurban, karena tujuannya untuk ibadah. Kalau untuk permintaan, dari tahun ke tahun di Batam selalu terjadi peningkatan. Namun begitu, kita berharap pemerintah cermat, seperti kesehatannya, dan harga jualnya, terus tetap diperhatikan tempat penampungannya. Tahun-tahun sebelumnya pemerintah tidak begitu serius dalam penanganan hewan kurban ini,” ucapnya. (cw 66)

Share