BATAM (HK) - Pemerintah Kota Batam menyerahkan penghargaan Anugerah Batam Madani kepada 10 tokoh yang dipandang berjasa dalam perjalanan pembangunan Kota Batam. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Walikota Batam Ahmad Dahlan di Hotel Planet Holiday, Selasa (18/12) malam.
Para tokoh terpilih berasal dari berbagai bidang. Mereka adalah Raja Ali Kelana dari bidang kebudayaan, H Abdul Wahab Madiun dan H Ahmad Daeng Paraga sebagai tokoh bidang sosial kemasyarakatan. Helma Munaf dipilih dari bidang pendidikan dan Bambang Sudiono dari bidang olahraga. Dua tokoh terpilih di bidang ekonomi pembangunan adalah Eddy Hussi dan Harsono. Sementara tiga tokoh media dan jurnalis Batam yang ikut berperan dalam sejarah daerah ini adalah Basrizal Koto (, Marganas Nainggolan dan Febri Mahendra.
Acara penyerahan Anugerah Batam Madani 2012 itu berlangsung semarak. Selain unsur pimpinan daerah dan undangan, dalam acara tersebut hadir juga Zuriat (Kerabat) Nong Isa dari Penyengat dan Johor Baharu.
Ketua Panitia HUT Batam-183 tahun Yusfa Hendri mengatakan, peringatan hari jadi dilakukan dengan beragam kegiatan. Dimana pelaksanaannya sudah dimulai sejak Oktober lalu.
"Anugerah Batam Madani yang akan diberikan, baik kepada badan usaha maupun perorangan. Penghargaan tersebut, sudah berlangsung sejak 2009. Para pemenang terpilih oleh tim seleksi dengan beberapa kategori penilaian," kata Yusfa yang juga sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam itu.
Sementara itu, Walikota Batam menjelaskan alasan Anugerah Batam Madani 2012 diberikan kepada media massa di Batam. Katanya, karena peran media sangat realistis semua dalam memberikan kontribusi nyata membangun dan memberikan kritikan terhadap pemerintah.
"Kenapa tiga media, karena memang perannya sangat besar dalam membangun Batam. Seperti halnya dulu Sijori Mandiri (sekarang Haluan Kepri) tak henti-hentinya mengkritik kita. Tapi, kita apresiasi ini, karena memang untuk membangun, kita pemerintah menganggap itu masukan," kata Dahlan.
Dalam penilaian ini, ada tim yang menilai untuk menetukan yang berhak menerima ini semua. Setidaknya ada tujuh orang yang menilai sejak tiga bulan lalu, dan inilah hasilnya tanpa ada yang diubah.
"Konsisten terus memberikan sesuatu ke Batam, tanpa terkontaminasi dengan yang lainnya. Memberikan kontribusi, bermanfaat bagi orang banyak. Konsisten terus menerus," kata Dahlan.
Namun demikian, Dahlan mengakui, untuk tokoh Iingkungan hidup saat ini, di Batam belum ditemukan orang yang tepat secara terus menerus memberikan kontribusi. Begitu juga dengan tokoh pemuda.
"Kita mencari tokoh lingkungan hidup. Tapi sampai sekarang, belum ditemukan yang konsisten. Begitu juga dengan para pemuda," kata Dahlan.
Dalam acara tersebut, semua penerima penghargaan menggunakan busana khas melayu dengan selempang di dadanya. Dikarenakan tokoh lingkungan tidak ada, maka Anugerah Batam Madani 2012 hanya diserahkan kepada 9 tokoh yang dianggap berjasa membangun Batam. (mnb)
- Wako: Banggalah Jadi Orang Batam
- Korban RK Mobil Terus Bertambah
- Rawan Longsor, Warga Ancam Demo Asher
- Hujan, Warga Sekitar Asher Makin Resah
- Warga Sadai Demo DPRD
- Batam Peringkat 1 Program Langit Biru
- Alumni UI Kepri Gelar Bakti Sosial
- Proses Timbunan Limbah B3 Ternyata Sudah Lama Dilaporkan
- Pengesahan RAPBD 2013 Terancam Molor
- Kasus Penipuan RK Mobil, Korban Mulai Lapor Polisi
- Aksi Perampokan Merajalela di Batam
- Arus Mudik Masih Normal
- Limbah B3 Belum Diangkut
- Kasat Reskrim Polresta Barelang Diganti
- Rasionalisasi RAPBD 2013 Tak Rasional
- Di-PHK Sepihak, Buruh PT NEI Ngadu ke Disnaker
- PLN Batam Santuni Panti Asuhan
- Harga Daging Rp120 Ribu/Kg
- Wagup Pastikan UMK Tak Berubah
- Pola Bantuan Rumah Ibadah Diubah


