Minggu05192013

Last update12:20:01 AM

Back Batam Pengesahan RAPBD 2013 Terancam Molor

Pengesahan RAPBD 2013 Terancam Molor

BATAM CENTRE (HK)- Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Batam tahun anggaran 2013, terancam gagal disahkan Desember 2012 ini, bahkan diprediksi molor hingga Januari 2013.

Penyebabnya, Badan Anggaran (banggar) DPRD belum membahas anggaran pembangunan berdasarkan hasil Musrenbang atau belanja langsung (belanja publik).

Sebelumnya, RAPBD ini rencananya akan disahkan dalam rapat paripurna DPRD, Kamis (20/12).

" Sepertinya, RAPBD ini belum bisa disahkan. Karena banggar belum membahas belanja langsung, berdasarkan hasil Musrenbang. Seperti mengatasi banjir, drainase, jalan. Yang baru dibahas adalah kenaikan tunjangan ketua RT/RW," ujar anggota Banggar DPRD Kota Batam, Ricky Indrakari yang dihubungi, Rabu (19/12).

Terpisah, Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Kota Batam, Jefridin mengatakan, sesungguhnya APBD Kota Batam tahun anggaran 2013 tidak defisit. Tapi justru naik hingga Rp200-an miliar. Jika APBD sebelumnya Rp1,4 triliun, pada APBD 2013 menjadi Rp1,680 triliun.

" Jadi APBD Kota Batam tahun anggaran 2013 itu bukan defisit. Tapi lebih tepatnya disebut dana belum berimbang," ujar Jefridin.

Dijelaskan Jefridin, dikatakan defisit itu, lantaran antara usulan belanja (baik belanja langsung maupun belanja tidak langsung) mencapai Rp2 triliun yang tidak sesuai dengan pendapatan, yakni Rp1,680 triliun.

" Jadi sekali lagi, APBD 2013 ini bukan defisit, tapi justru mengalami kenaikan. Lebih pasnya kita sebut dana belum berimbang," pungkasnya.

Disinggung mengenai gaji honorer, apakah akan mengikuti besaran UMK Batam? Jefridin mengatakan hal itu tentu akan berlaku secara otomatis. Dimana, gaji honorer ikut naik berdasarkan UMK Batam Rp2.040 juta. Dengan demikian, belanja pegawai naik sebesar Rp280 miliar.

" Angka belanja pegawai naik Rp280 juta itu, termasuk gaji honorer serta insentif guru swasta. Dimana, Rp100 miliar diantaranya dari DAU, dan Rp180 dari PAD tahun 2013. Tapi ini tergantung dalam pembahasan nanti," jelas Jefridin sebelum mengikuti pembahasan RAPBD di kantor dewan.

Sebelumnya, Wakil Ketua III DPRD Batam yang juga sebagai Wakil Koordinator Banggar, Aris Hardi Halim mengatakan, RAPBD Batam 2013 defisit Rp541 miliar. Dimana, rencana belanja Rp2,2 triliun, sementara pendapatan hanya Rp1,66 triliun. Atas dasar itulah dilakukan pemangkasan. Sementara yang sudah dipangkas, anggaran Pekerjaan Umum dan Dinas Tata Kota. (lim)

Share