"Liimbah tersebut sedang diproses penanganannya di Bapedalda Saat ini sudah dilakukan pengumpulan bahan keterangan, " kata Dendi melalui pesan singkatnya, kemarin.
Dendi mengatakan hal itu ketika ditanyakan sikap instansi yang dipimpinnya terhadap limbah yang mengandung B3 di PT Sempurna Wahyu Metalindo (SWM) Tanjunguncang.
Ketua LSM Lembaga Penggerak Anak Bangsa (LPAB) Edward Kamaleng minta Bapeldada Kota Batam bergerak cepat. Karena, sebagai bagian masyarakat, keadaan limbah tersebut tentu sangat mengkhawatirkan akan dampak yang ditimbulkan.
" Kita mau secepatnya dilakukan proses penyidikan. Silakan buatlah penyidikan, jangan lambat sekali. Karena indikasinya ratusan ton limbah tersebut merupakan limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya)," kata Edward, kemarin.
Ia mengatakan soal limbah tersebut sebenarnya sudah lama dilaporkan ke Bapedalda yakni sejak September lalu. Tapi, bagaimana penyelesaiannya tidak jelas. Bapedalda selalu mengulur waktu.
Karena itu, tambah Edward, Bapedalda diminta bekerja lebih sungguh-sungguh, jangan sampai ada permainan di dalamnya. Karena, memang masalah limbah sudah pernah dilaporkan ke Polda, tapi tanggapan Polda soal limbah penangannya ada di Bapedalda.
" Kita mau ada proses hukumlah, jangan seenanknya aja perusahaan membuang limbah. Saya sudah lapor ke Polda, tapi katanya masalah tersebut ditangani Bapedalda, karenanya Bapedalda melakukan proses penyidikan juga. Kalau sudah diproses, itu jelas melanggar aturan mengani lingkungan hidup dengan tindak kriminal khusus," kata Edward.
Diberitakan sebelumnya, ratusan ton limbah yang diduga mengandung B3 ditimbun di areal PT SWM, Tanjunguncang. Limbah yang dikirim dari PT Sempurna Mandiri Sukses (SMS) itu sebelumnya ditimbun di kawasan Jembatan 1, Barelang. Limbah tersebut berwarna hitam dan bentuknya menyerupai aspal yang sudah bercampur batu kerikil.
Pantauan Haluan Kepri di lapangan, limbah B3 tersebut terlihat menggunung di lokasi yang berbentuk kolam dengan kedalaman dua meter dari permukaan tanah dan hanya ditutupi terpal seadanya. (mnb)
- Pengerukan Kolam Lele Minta Dihentikan
- Wako: Banggalah Jadi Orang Batam
- Korban RK Mobil Terus Bertambah
- Rawan Longsor, Warga Ancam Demo Asher
- Mahasiswa dari 33 Provinsi Demo di Batam
- Napak Tilas 183 Tahun Batam
- RK Mobil Diduga Tipu Konsumen
- Importir Menjerit, Permendag 59 Matikan Usaha




