Kamis01032013

Last update12:00:00 AM

Back Batam Rawan Longsor, Warga Ancam Demo Asher

Rawan Longsor, Warga Ancam Demo Asher

Share

BATAM (HK)- Belum adanya tanggapan pemerintah daerah menyikapi keberadaan Hotel Asher, Bistro & Lounge yang berada di tebing bukit Seraya Atas, terus memicu kekesalan warga. Bahkan, warga mengancam akan melakukan unjuk rasa meminta pemerintah meninjau kembali kebaradaan hotel yang dinilai sangat rawan longsor tersebut.

Rencana aksi demo yang digelar minggu depan ini lantaran warga khawatir dengan kondisi tanah di atas bangunan yang berada di lereng bukit tersebut. Apalagi di Batam nyaris setiap hari turun hujan sehingga tanah dengan mudah terkikis air hujan, ditambah lagi dengan beban ruas jalan umum yang ada di depan hotel itu sangat berat sehingga takut bangunan ambruk dan menimpa mereka.

"Kami rencana turun demo, karena tak ada perhatian pemerintah. Padahal kami hidup dalam keresahaan dengan ancaman longsor," ujar Adi, warga yang tinggal disamping SPBU Pelita, Kamis (20/12).

Ia mengaku bukan hanya mereka yang resah dengan kehadiran bangunan bertingkat delapan di bukit itu, tetapi karyawan yang bekerja di sekitaran bagunan Asher juga takut dengan ancaman longsor tersebut.

Sementara itu, Sutaji, warga lainnya mengaku, keberadaan hotel yang rawan longsor itu sebenarnya sudah dilaporkan ke dinas terkait. Namun sepertinya, tidak ada tanggapan dari pemerintah. Buktinya bangunan itu sudah menjulang tinggi.

"Warga kini dibayangi – bayangi ketakutan jika tidak segera ada tindakan pemerintah, akan mengancam keselamatan warga. Apalagi sekarang sering turun hujan,"kata Sutaji.

Sebelumnya warga mengaku di sekitar kawasan itu pernah terjadi longsor dan menewaskan 19 orang.

"Kalau hujan gini, kami tambah was-was, takut bangunannya ambruk. Wajar mas, kami masih trauma dengan kejadian longsor beberapa tahun lalu. Ada 19 warga yang tewas tertimbun longsor di kala itu," ujar Ucok, salah seorang warga yang mendiami sekitar bangunan Asher. (ays)