Peristiwa itu terjadi pada, Rabu (20/12) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu kedua orang tua korban, Anggi dan Lisnurhayati sedang mengerjakan pengerukan kolam lele tersebut. Hanya saja, keduanya tidak tahu anaknya tercebur ke dalam kolam. Ketika ditemukan, sang buah hatinya ditemukan sudah tak bernyawa lagi.
Tewasnya Raka di dalam galian kolam tersebut, membuat warga lainnya merasa kesal dan sangat menyayangkan aktifitas pengerokan kolam dengan menggunakan alat berat itu. Sebab, di sekitar galian tersebut tidak ada pembatas sebagai pengamanan.
Demikian diutarakan Agung, salah satu warga setempat. Menurutnya, peristiwa tewasnya Raka itu, akan menjadi pelajaran bagi pihak-pihak yang terus melakukan aktifitas pengerukan kolam tersebut. Guna menghindari kejadian serupa pada anak-anak lainnya, pihaknya meminta agar kegiatan tersebut segera dihentikan.
"Kita minta agar kegiatan itu dihentikan. Karena kita tak mau ada korban berikutnya, gara-gara aktifitas pengerukan kolam untuk pelihara lele itu," kata Agung, Kamis (20/12).
Pantauan Haluan Kepri di rumah duka, kedua orang tua korban maupun keluarga lainnya tampak terpukul atas peristiwa tersebut. Bahkan mereka seakan tak percaya akan peristiwa yang merenggut nyawa Raka, hingga selama-lamanya. Mereka enggan memberikan komentar, terkait kejadian menimpa putra mereka itu.(cw71)
- Mabes Polri Kerahkan 101.540 Personel
- APBD Batam 2013 Disahkan Rp1,6 T
- Kapolda: Tidak Ada Baku Tembak
- RSOB Buka Layanan Trauma Centre
- Timbunan Limbah B3 Di-police Line
- BI: Hanya 1 BPR Terseret Kasus RK Mobil
- Ibu Rumah Tangga Ngaku Diperkosa Teman Lama
- Kepri Tampilkan Kesenian Makyong
- Pasca Razia, Toko Tas KW Tutup
- Kualitas Jalan Batam Turun
- Kasus Penipuan RK Mobil, Korban Mulai Lapor Polisi
- Pengesahan RAPBD 2013 Terancam Molor
- Proses Timbunan Limbah B3 Ternyata Sudah Lama Dilaporkan
- Alumni UI Kepri Gelar Bakti Sosial
- Batam Peringkat 1 Program Langit Biru
- Warga Sadai Demo DPRD
- Hujan, Warga Sekitar Asher Makin Resah
- Mahasiswa dari 33 Provinsi Demo di Batam
- Napak Tilas 183 Tahun Batam
- RK Mobil Diduga Tipu Konsumen


