BATAM CENTRE (HK) - Provinsi Kepuluan Riau menampilkan kebudayaan Mak Yong, yang selama ini menjadi ciri khas kebudayaan Melayu pada Kenduri Seni Melayu (KSM) yang digelar di Dataran Engku putri Batam Centre.
Panitia penyelenggara Rudi Panjaitan mengatakan, 22 provinsi telah memperlihatkan kebudayaannya. Ini merupakan langkah untuk melestarikan budaya dan tentu sebagai ajang untuk menarik wisatawan.
" Ada 22 Provinsi yang ikut. Selain dari kabupaten /kota. Ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Batam. Tujuannya, ditengah keberagaman masyarakat Batam, ini menjadi daya tarik tersendiri. Selain, menarik wisatawan mancanegara," kata Rudi, kemarin.
Dalam pegelaran tahun ini, akan tampil beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena panitia menghadirkan Komunitas Solo Fashion Carnaval.
Malam harinya, juga dipentaskan karya-karya seniman tanah air ternama dan dari daerah. Seperti karya puisi sebagai seni pertunjukan yang kreatif, inovatif, eksperimental.
Asrizal Nur adalah salah seorang penyair dan pembaca puisi terkemuka Indonesia, yang pernah menjuarai lomba baca puisi se-Riau (1990), se-Sumatera (1993), dan juara nasional Piala HB Jassin (1996).
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengungkapkan, KSM yang setiap tahun digelar sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah melestarikan kebudayaan Melayu sebagai payung negeri dan menampilkan khazanah budaya nusantara di kota ini.
" Kita sepakat disamping mengembangkan perdagangan, industri dan wisata. Kita harus mengembangkan seni budaya. Maka lahirlah Kenduri seni budaya melayu. Ini dalam rangka mengembangkan budaya nasional sebagai khazanah bangsa," kata Dahlan.
Katanya, salah satu upaya mempertahankan khazana budaya daerah. Mempersembahkan karya seni, mempertontonkan kebudyaan. Mudah-mudahan akan terus digunakan.
" Pada 2013, pawai budaya nusantara akan diikuti 33 Provinsi," katanya.
Awalnya, iring-iringan dalam pentas seni budaya ditampilkan saat berjalan dari Ocarina menuju alun-alun Engku Putri Batam Centre, kemarin sore.
Pawai budaya nusantara dalam pagelaran tersebut merupakan, rangkaian kegiatan perayaan HUT Kota Batam ke 183, yang jatuh 18 Desember lalu.
Event tersebut dirangkaikan dengan Melayu Art Festival atau Kenduri Seni Melayu (KSM) yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (21-23/12).
Selain performance Solo Fashin Carnaval dan pembacaan puisi multimedia oleh Asrizal Nur, dipersembahkan juga beberapa karya seni lainnya seperti lagu Zapin, Dondang Sayang Mambo, Rampak Madani dan ditutup dengan joget lambak oleh seluruh pengisi acara dan undangan.
Sebelumnya Ketua Panitia acara HUT Batam Yusfa Hendri mengatakan, kenduri seni melayu sebagai daya tarik wisata yang dijual juga oleh travel agent untuk menarik wisatawan ke Batam terutama Malaysia, Singapura dan negara Asean lainnya. (mnb)
- Ekosistem Laut Kepri Makin Kritis
- Rayakan Natal, FGBMFI Kepri Bagi Sembako
- Mahasiswa Harus Berpikir Jadi Wirausaha Muda
- Petenis Jakarta Juara Piala Gubernur Kepri
- Rawan Longsor, Warga Ancam Demo Asher
- Korban RK Mobil Terus Bertambah
- Wako: Banggalah Jadi Orang Batam
- Pengerukan Kolam Lele Minta Dihentikan




